Wakhyuning Ngarsih
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Perdagangan Cendana terhadap Multikulturalisme di Solor Pada Abad X-XVI Wakhyuning Ngarsih
FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2019): Historical Learning
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia dan APPS (Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/factum.v8i2.22151

Abstract

Solor sebagai primadona perdagangan cendana di Indonesia pada masa itu menyebabkan wilayahnya menjadi incaran kekuasaan oleh banyak pihak. Sebut saja Majapahit, Ternate, Belanda dan Portugis. Selain berhasrat menguasai Solor, mereka juga memperluas pengaruhnya dalam hal politik, ekonomi bahkan agama. Sehingga tidak mengherankan apabila jejak-jejak peninggalan kekuasaan mereka masih tergambar jelas melalui pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat Solor itu sendiri. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengaruh tersebut pada akhirnya menyebabkan pada munculnya masyarakat Solor yang multikultur. Multikulturalisme masyarakat Solor sendiri tercermin melalui berbagai hal, diantaranya dari keragaman etnis, agama dan bahasa.