Farida R Wargadalem
Universitas Sriwijaya, Scopus ID 57211600827, SINTA ID 6709627

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nipah Crafts and Its Impact on Communities and The Environment In 3-4 Ulu Seberang Ulu 1 District, Palembang City Dinda Afrilla; Farida R Wargadalem
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v12i2.21394

Abstract

This research is based on the lack of narrative about handicrafts from nipa leaves as one of the local wisdoms in the city of Palembang. The problem of this research is how the impact of nipah crafts on the people of 3-4 Ulu Palembang. The aim of the research is to provide knowledge of nipa palm handicrafts and their impact on the people of 3-4 Ulu Palembang city. The research uses historical methods with heuristic, criticism, interpretation, and historiography stages. The results of the study showed that the people of 3-4 Ulu Palembang city used nipah leaves for handicrafts. This utilization has an impact on the socio-economic life of the community. Nipa leaves can be made into handicrafts for dinner plates, baskets, winnowing and cigarettes. However, the nipa leaf craft has a negative impact in the form of nipa waste (klisak) which damages the environment because the nipa palm craftsmen throw the klesak on the roads passed by residents which were previously inundated with water, so they have to use bridges. After the two roads were full, some of the craftsmen dumped them in the Musi River, causing flooding. Another negative impact is sulfur fumes from the process of making nipa leaf cigarettes which causes shortness of breath.Keywords: Woven, Handicraft, Nipah, Palembang. Penelitian ini didasarkan atas kurangnya narasi tentang hasil kerajinan tangan dari daun nipah sebagai salah satu kearifan lokal di kota Palembang. Permasalahan penelitian ini yaitu bagaimana dampak kerajinan nipah bagi masyarakat 3-4 Ulu Palembang. Tujuan penelitian adalah untuk memberi pengetahuan kerajinan nipah dan dampaknya bagi masyarakat 3-4 Ulu kota Palembang. Penelitian menggunakan metode historis dengan tahap heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat 3-4 Ulu kota Palembang memanfaatkan daun nipah menjadi kerajinan tangan. Pemanfaatan tersebut memberi dampak pada kehidupan sosial-ekonomi masyarakat. Daun nipah dapat dibuat menjadi kerajinan tangan piring makan, keranjang, tampah, dan rokok. Namun demikian, kerajinan daun nipah memiliki dampak negatif berupa limbah nipah (klisak) yang  merusak lingkungan sebab para pengrajin nipah membuang klisak di jalan yang dilalui oleh penduduk yang sebelumnya tergenang air, sehingga mereka harus menggunakan jembatan. Setelah penuh kedua jalan yang ada, menyebabkan sebagian dari pengrajin membuangnya di Sungai Musi, sehingga mengakibatkan banjir. Dampak negatif lain berupa asap belerang dari  proses membuat rokok daun nipah yang menyebabkan sesak napas.Kata Kunci: Anyaman, Kerajinan, Nipah, Palembang.
Economic Development of Tin Pewter Craftsmen in Pangkalpinang City, Bangka Belitung (2005–2015) Ridha Albarokah; Farida R Wargadalem
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v12i2.21406

Abstract

Bangka Belitung Province is a producer of tin as a raw material for pewter crafts. The problem of this research is how is the economic development of pewter craftsmen in the city of Pangkalpinang (2005-2015)?. The aim of this research is to explain the economic development of Pewter craftsmen in Pangkalpinang City (2005-2015). The research uses historical research methods with steps namely heuristics, source criticism, interpretation and historiography. The results show that pewter crafts play a role in increasing the economy of the craftsmen. pewter 's craft has developed due to the support from PT Timah Tbk. Local governments also play an active role in marketing, as well as consumers. This craft gradually developed, along with the use of casting machine tools. The role of many parties and unique and high-quality products have attracted great demand from local, domestic and foreign consumers. Good marketing, provides benefits for entrepreneurs and pewter craftsmen, which in turn is able to increase the economy of the craftsmen. This research needs to be continued to find out further developments, and the obstacles they face in developing the typical crafts of the Bangka-Belitung Province.Keywords: Pewter Crafts, Pangkalpinang, Tin, Economic Improvement.Provinsi Bangka Belitung merupakan penghasil timah sebagai bahan baku kerajinan pewter. Permasalahan penelitian ini yaitu bagaimana perkembangan ekonomi pengrajin pewter di kota Pangkalpinang (2005-2015)?. Tujuan penelitian yaitu menjelaskan perkembangan ekonomi pengrajin pewter di Kota Pangkalpinang (2005-2015). Penelitian menggunakan metode penelitian sejarah dengan langkah-langkah yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasilnya menunjukkan bahwa kerajinan pewter berperan dalam meningkatkan ekonomi para pengrajinnya. Kerajinan pewter berkembang disebabkan adanya dukungan dari PT Timah Tbk. Pemerintah daerah juga berperan aktif dalam pemasaran, sekaligus sebagai konsumen. Kerajinan ini secara bertahap berkembang, seiring dengan digunakannya alat mesin casting. Peran banyak pihak dan produk yang unik dan berkualitas menyebabkan banyak diminati konsumen lokal, dalam dan luar negeri. Pemasaran yang baik, memberikan keuntungan bagi para pengusaha dan pengrajin pewter, yang pada akhirnya mampu meningkatkan ekonomi para pengrajinnya. Penelitian ini perlu dilanjutkan untuk mengetahui perkembangan lebih lanjut, dan kendala-kendala yang mereka hadapi dalam pengembangan kerajinan khas Provinsi Bangka-Belitung.Kata Kunci: Kerajinan Pewter, Pangkalpinang, Timah, Peningkatan Ekonomi.