Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Tingkat Ketergantungan Daerah, Efektifitas Pad Dan Tax Effort Terhadap Kemandirian Daerah Pada Pemerintah Kota Bukittinggi Riza Riza; Zuripal
JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi) Vol. 9 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : Sekretariat Pusat Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jemsi.v9i5.1508

Abstract

Kemandirian daerah merupakan salah satu tujuan dari pelaksanaan Otonomi Daerah. Untuk itu perlu diketahui faktor apa yang mempengaruhi dan bagaimana pengaruhnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat ketergantungan daerah, efektifitas PAD dan tax effort terhadap kemandirian daerah di Kota Bukittinggi baik secara parsial maupun secara simultan. Data yang digunakan adalah data sekunder yang berasal dari Laporan Keuangan Pemerintah Kota Bukittinggi tahun 2018 sampai dengan 2022 yang diperoleh dari Badan Keuangan Daerah Kota Bukittinggi dan BPS Kota Bukittinggi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (a)Ketergantungan daerah memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap kemandirian daerah (b)Efektifitas PAD tidak memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap Kemandirian daerah (c)Tax effort memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Kemandirian Daerah (d)Ketergantungan Daerah , Efektifitas PAD dan Tax effort secara simultan berpengaruh terhadap kemandirian daerah.
Analisis Kinerja Keuangan Daerah Sebelum dan Setelah Implementasi Transaksi Nontunai Pada Pemerintah Daerah Kota Payakumbuh Ardi, Santy; Zuripal
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 3 No. 2 (2023): Article Research Volume 3 Issue 2, July 2023
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v3i2.2719

Abstract

Pelaksanaan otonomi daerah diharapkan dapat memberi kewenangan kepada daerah untuk bisa mengatur masyarakatnya sendiri, membuat aturan yang berfungsi untuk mengelola daerahnya secara mandiri. Dengan adanya penelitian ini diharapkan bisa mendapatkan gambaran yang jelas dan transparan mengenai kualitas kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kota Payakumbuh masa sebelum dan sesudah implementasi transaksi non tunai. Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat apakah daerah sudah bisa mandiri dalam mengelola keuangannya sesuai dengan semangat otonomi daerah. Rasio keuangan daerah digunakan dalam penelitian ini sebagai alat ukurnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data yang bersumber dari laporan keuangan Pemerintah Daerah Kota Payakumbuh Periode Tahun Anggaran 2013-2022 dengan menggunakan uji beda Paired Sampel T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kota Payakumbuh belum memiliki kemandirian dalam kinerja keuangannya untuk masa sebelum dan setelah implementasi transaksi nontunai. Untuk rasio ketergantungan keuangan pemerintah pusat juga masih berada pada level yang tinggi tingkat ketergantungannya pada masa sebelum dan setelah implementasi transaksi nontunai. Dalam derajat desentralisasi fiskal diperoleh hasil yang sangat rendah, Kota Payakumbuh belum siap untuk menjalankan otonomi daerah sendiri. Apabila dilihat dari rasio efisiensi keuangan daerah, Pemerintah Daerah Kota Payakumbuh dikatakan kurang efisien dalam menekan jumlah belanja daerahnya. Sedangkan untuk rasio keserasian Pemerintah Kota Payakumbuh tercatat masih belum serasi, hal ini bisa dilihat dengan masih tingginya belanja operasi apabila dibandingkan dengan belanja modal.