Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Pendidikan Islam di Spanyol Awal Vigayuli Andari; Nur Henik Maria Ulfa; Meril Qurniawan
Social Science Academic Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/ssa.v1i1.3360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan pembahasan yang mendalam tentang sejarah pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam di Spanyol awal, dengan penekanan khusus pada periode Al-Andalus. Melalui analisis sejarah yang komprehensif, penelitian ini berfokus pada sistem pendidikan, lembaga pendidikan terkenal, kurikulum, metode pengajaran, serta peran penting cendekiawan Muslim dalam mengembangkan pendidikan di masa tersebut. Dengan menggunakan pendekatan sejarah yang holistik, artikel ini juga membahas dampak sosial, politik, dan budaya terhadap pendidikan Islam di Spanyol awal serta akhir dari pendidikan Islam di wilayah tersebut. Kedatangan Muslim membawa bersama mereka agama Islam dan tradisi pendidikan mereka. Pada saat itu, pendidikan Islam sudah berkembang pesat di dunia Muslim, dan mereka menerapkannya di Spanyol. Sebagai hasilnya, Spanyol awal menjadi tempat kegiatan intelektual dan pendidikan yang penting. Pada masa itu, pendidikan Islam di Spanyol awal menganut pendekatan yang inklusif. Bukan hanya kaum Muslim yang berkesempatan mendapatkan pendidikan, tetapi juga komunitas Yahudi dan Kristen. Hal ini mencerminkan toleransi dan keragaman sosial dalam masyarakat Al-Andalus. Sistem Pendidikan Islam di Spanyol Awal Selama periode Al-Andalus, sistem pendidikan Islam didasarkan pada model pendidikan tradisional Muslim. Pendidikan Islam terutama dilakukan di madrasah, sekolah yang mengajarkan Al-Qur'an, bahasa Arab, hukum Islam, dan ilmu-ilmu lainnya seperti astronomi, matematika, kedokteran, dan filsafat. Salah satu pusat pendidikan Islam yang paling terkenal pada saat itu adalah Madrasah Al-Qarawiyyin di kota Granada. Madrasah ini didirikan pada tahun 1349 Masehi oleh Abu Abdullah Muhammad ibn Yusuf ibn Nasr, yang merupakan Sultan Granada pada saat itu. Al-Qarawiyyin menjadi salah satu universitas Islam terawal di dunia dan berperan sebagai pusat intelektual yang penting bagi dunia Muslim. Pendidikan Islam di Spanyol awal merupakan periode yang penting dalam sejarah keilmuan dan budaya Islam. Keberadaannya sebagai pusat pendidikan dan intelektual memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan pemikiran Islam pada masa itu. Meskipun masa kejayaan ini berakhir, warisan pendidikan Islam di Spanyol awal tetap relevan hingga saat ini, memperkaya pemahaman kita tentang sejarah dan peradaban Islam.
Madrasah Dalam Perspektif Masyarakat Menengah Atas (Studi tentang Parental Choice and Responsibility of Education di MIN Malang I) Meril Qurniawan
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 2 No. 2 (2025): Multidisciplinary Approach
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan madrasah dalam perspektif masyarakat menengah atas, yaitu studi tentang parental choice of education di MIN Malang I. Dalam manajemen madrasah secara internal jika dikelola dengan sistem manajemen profesional dan mampu memahami dan merespon tuntutan dan aspirasi masyaraat, madrasah akan memperoleh peluang yang lebih besar untuk menjadi pilihan utama dan pertama bagi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah guna menggali fakta empirik terhadap kesan madrasah sebagai lembaga penddikan “kelas dua” dan “marginal. Dan dalam tataran teoritik terdapat berbagai pandangan tentang alasan (reason) orang tua dalam membuat keputusan (decision) dalam menyekolahkan anaknya. Penilitian ini penggunakan metode kuantitatif yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta kausalitas hubungan-hubungannya. Kerangka pemikiran penelitian ini berangkat dari tiga hal yang paling tidak menjadi pertimbangan masyarakat terpelajar dalam memilih suatu lembaga pendidikan bagi anak-anak mereka, yaitu cita-cita dan gambaran hidup masa depan, posisi dan status sosial serta agama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara teoritis berimplikasi penolakan terhadap persepsi yang menyatakan bahwa madrasah sbagai lembaga pendidikan marginal “kelas dua” dan hanya diminati oleh masyarakat bawah.  Di sisi lain bahwa semakin terpelajar masyarakat semakin banyak aspek yang dipertimbangkan masyarakat dalam memilih suatu lembaga pendidikan. Serta penelitian ini juga membangun teori tentang karakteristik lembaga pendidikan yang diminati masyarakat yaitu lembaga yang dikelola dengan manajemen yang baik dan handal serta mengantarkan anak didik meraih prestasi akan dipilih dan dikukuhkan oleh masyarakat sebagai lembaga yang populer, unggul, maju dan berprestasi.