Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pandangan Quraish Shihab Terhadap Akhlak Guru Dalam Pemebentukan Karakter Murid (Telaah Kitab Tafsir Al-Misbah Karya Quraish Shihab) Alfiatun Naza; Umi Kalsum
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jusma.v2i2.1796

Abstract

Guru dalam pendidikan Islam mempunyai peranan yang sangat penting karena merupakan figur utama yang mempunyai pengaruh dalam proses pembentukan karakter murid. Namun, beberapa guru yang seharusnya digugu dan ditiru dari beberapa kasus sekarang ini banyak guru yang kurang berkompeten dan hanya mengandalkan selembar ijazah kebanggaannya. Sedikit yang menyadari akan tujuannya mengajar dan mendidik seorang murid, sehingga banyak yang menyeleweng dari ketentuan menjadi seorang guru yang seharusnya menjadi panutan dan teladan bagi muridnya. Maka dari itu, penulis perlu meneliti hal ini lebih lanjut yang merujuk kepada pemikiran Quraish Shihab yang merupakan seorang mufassir kontemporer yang menjelaskan nilai-nilai Al-Quran sejalan dengan perkembangan masyarakat yang sekarang ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya library ressearch yaitu usaha untuk memperoleh data dalam kepustakaan. Dengan mengkaji buku-buku karya Quraish Shihab. Analisis datanya menggunakan pendekatan deskriptif-analisis yang sumber-sumbernya didata, dikumpulkan, dianalisis dan kemudian diinterpretasikan secara kritis sebelum dituangkan dan diimplementasikan dalam sebuah gagasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) M. Quraish Shihab mengkategorisasikan peran guru dalam membentuk karakter murid di antaranya, sebagai pengajar, sebagai sebagai mediator dan fasilitatator, serta sebagai evaluasi atau penilai hasil. Selain itu guru mempunyai beberapa istilah: mu’allim, murabbi>y, mu’addib, murshid, dan mudarris. (2) Penafsiran Quraish Shihab tentang ayat-ayat guru dalam membentuk karakter murid di antarnya Berdasarkan pada Q.S.2:31-32 guru harus mengajarkan ilmu yang dimilikinya, Q.S.3:79 guru sebagai pelindung, Q.S.16:125 memiliki pendekatan atau metode dalam pembelajaran, Q.S.41:34-35 anjuran untuk memiliki sifat sabar, Q.S.55:1-4, guru sebagai mu’allim, dan Q.S.96:1-5 sebagai penuntun dan pemberi arahan. Kata Kunci: Akhlak Guru, Karakter Murid, Quraish Shihab
STRATEGI PEMBELAJARAN TAḤFĪẒ AL-QUR’AN DI MI AL-KAUTSAR DURISAWO Nur Faizah; Umi Kalsum
Proceeding of Conference on Strengthening Islamic Studies in The Digital Era Vol 3 No 1 (2023): Proceeding of the 3rd FUAD’s International Conference on Strengthening Islamic St
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taḥfīẓ Al-Qur’an merupakan sebuah program yang sangat penting untuk dikembangkan di setiap lembaga pendidikan Islam. Hal ini dikarenakan taḥfīẓ Al-Qur’an merupakan salah satu upaya untuk menjaga orisinalitas Al-Qur’an juga sebagai wadah untuk menciptakan generasi yang beriman dan bertakwa. Salah satu lembaga pendidikan yang menerapkan program taḥfīẓ Al-Qur’an dalam kurikulum pendidikannya adalah MI Al-Kautsar Durisawo Ponorogo dengan siswa-siswi di dalamnya adalah anak-anak yang memiliki rentang umur sekitar 6-12 tahun. Dalam upaya mencapai target pembelajaran taḥfīẓ yang efektif, maka diperlukan pemilihan strategi pembelajaran yang dapat menyesuaikan antara materi dengan perkembangan anak. Penelitian ini berusaha mendeskripsikan strategi pembelajaran taḥfīẓ yang digunakan di MI Al-Kautsar Durisawo dan menganalisis faktor yang mendukung dan menghambat pembelajaran taḥfīẓ tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa strategi pembelajaran taḥfīẓ Al-Qur’an di MI Al-Kautsar Durisawo merupakan hasil manajemen penuh dari segi kurikulum, metode maupun evaluasinya. Adapun faktor yang mendukung keberhasilan pembelajaran taḥfīẓ Al-Qur’an meliputi kurikulum yang sesuai, perhatian guru, metode yang sesuai dan usia siswa yang tepat. Sedangkan faktor penghambatnya adalah ketika ada perbedaan kualitas bacaan siswa yang belum merata dan ketidak fokusan siswa dalam pembelajaran.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA AYAT MUTASHABIHAT AL ALFAZ Merlyan Milania Fibria; Umi Kalsum
Proceeding of Conference on Strengthening Islamic Studies in The Digital Era Vol 3 No 1 (2023): Proceeding of the 3rd FUAD’s International Conference on Strengthening Islamic St
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study explores and analyzes the implementation of discovery learning learning models in learning tahfidz al-Quran at MI Al Kautsar Durisawo Ponorogo. This study aims to analyze the learning of tahfidz al-Quran which adopts kurikulum merdeka learning model, namely discovery learning, especially on mutashabihat al alfaz material. The resemblance of the verses in the Koran, which amount to more than 2000 verses, certainly has a level of difficulty for memorizers. From several stages of discovery learning it is very suitable to be implemented in verse mutashabihat al alfaz. The stimulation stage is carried out by the teacher asking questions about similar verses to students, the problem statement stage where students are given the opportunity to identify and analyze the problems they face, the fourth stage is data processing (data processing) to process data or information that students have obtained both through observing and looking for tashabuh verses in the Mushaf, The verification stage is that students carry out a careful examination to prove whether the hypothesis set is true or not by checking in the mutashabihat al al-alfaz books then Siwa draws conclusions and generalizations from the theory. Kata Kunci: Model Pembelajaran; Kurikulum Merdeka, Discovery Learning, Mutasha>biha>t Al alfaz} Abstrak: Penelitian ini menelusuri dan menganalis tentang implementasi model pembelajaran discovery learning pada pembelajaran tahfidz al Quran di MI Al Kautsar Durisawo Ponorogo. Penelitian ini bertujuan menganalisa pembelajaran tahfidzul Quran yang mengadopsi model pembelajaran kurikuum merdeka yaitu discovery learning terutama pada materi mutashabihat al alfaz. Kemiripan ayat dalam al Quran yang berjumlah 2000 lebih ayat tentunya mempunyai tingkat kesulitan bagi para penghafal. Dari beberapa tahapan discovery learning sangat sesuai untuk diimplementasikan pada ayat mutashabihat al alfaz. Tahapan stimulasi dilakukan dengan guru memberikan pertanyaan terhadap ayat yang mirip kepada siswa, Tahapan problem statement dimana siswa diberikan kesempatan untuk mengidentifikasi dan menganalisa permasalahan yang mereka hadapi, tahap keempat data processing (pengolahan data) mengolah data atau informasi yang telah diperoleh siswa baik melalui mencermati dan mencari tashabuh ayat dalam mushaf, Tahapan verfikasi yaitu siswa melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan apakah hipotesis yang ditetapkan benar atau tidak dengan mengecek di kitab-kitab mutashabihat al alfaz kemudian siwa menarik kesimpulan dan generalisasi dari teori tersebut.
Model Pembelajaran dan Tingkat Kecerdasan Anak (Studi Pembelajaran Tahfidz di MI Al-Kautsar) Umi Kalsum
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 4 No. 1 (2023): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : State Islamic Institute (IAIN) of Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v4i1.151

Abstract

This article looks at the use of the Al-Qur'an memorization method at MI Al-Kautsar Ponorogo. The purpose of this study was used to analyze how the method of memorizing the Al-Qur'an at MI Al-Kautsar Ponorogo was selected at the level of child intelligence. Therefore, to analyze it with field analysis and use a theoretical approach to child intelligence. From the results of the reading, it can be concluded: first, the sima'i method is by the ability to memorize the Al-Qur'an in low-grade children who still need more concentration. Where the teacher reads the verses, that will be memorized slowly and the child follows the reading, and so on. so that the child can memorize the letters in the Qur'an. Second, the use of the tallaqi method or technique is by the abilities of high-class children, where the ability and readiness to concentrate are more prepared and have a good memory. This is evidenced by the number of memorizations tends to be more.