Nur Fadhilah
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Makna Wirid Amaliyah Surah Al-Baqarah Ayat 259 (Studi living Qur'an di Pondok Pesantren An-Nuur Trisono) Nur Fadhilah; Muhamad Nurdin
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jusma.v2i2.1895

Abstract

Al-Qur’an bagi umat islam merupakan kitab suci yang menjadi dasar dan pedoman dalam menjalani kehidupan mereka. Dalam praktiknya, ayat-ayat Al- Qur’an dimata kaum muslimin merupakan multi-fungsi. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, kajian Al-Qur’an juga mengalami perkembangan, dari kajin teks menuju kajian konteks atau biasa disebut dengan kajian living Qur’an. Kegiatan pengamalan wirid amaliyah surah Al-Baqarah ayat 259 merupakan salah satu bentuk kajian living Qur’an. Pengamalan wirid amaliyah surah Al-Baqarah ayat 259 di pondok pesantren An-Nuur Trisono memaknai ayat Al-Qur’an bukan hanya sebagai bacaan namun ayat ini memiliki fadhilah. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan pengamalan wirid dan makna pengamalan wirid surah al-Baqarah ayat 259 di Pondok Pesantren An-Nuur Trisono. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah. Pengamalan dilakukan usai melaksanakan sholat dhuha 4 rakaat, kemudian baca 3x surah Al-Baqarah dan ditutup dengan asmaul husna. Makna objektif, dari pengamalan surah Al-Baqarah 259 memunculkan peraturan dengan tujuan untuk membentuk karakter santri yang lebih disiplin serta menjadikan santri yang memiliki rasa tanggung jawab. Makna ekspresif dari pengamalan wirid, ada yang memiliki tujuan untuk memperlancar rezeki orang tua, ada pula yang menjadikannya solusi problem dan ada pula yang menjadikannya sebagai sarana muroja’ah. Makna dokumenter, pengamalan ini menjadi tradisi yang mana sudah berjalan bertahun- tahun dari generasi ke generasi. Selain itu juga mengajarkan santri untuk memulai paginya dengan aktifitas yang positif.