Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Proton Pump Inhibitors (PPIs) Jangka Panjang terhadap Kanker Lambung Christi D. Mambo; Anglina S. R. Masengi; Fellery W. R. Onibala
e-CliniC Vol. 12 No. 1 (2024): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v12i1.45428

Abstract

Abstract: Proton pump inhibitors (PPIs) are the most commonly used group of drugs for the treatment of acid-related disorders, such as gastro-esophageal reflux disease (GERD), peptic ulcer disease (PUD), and dyspepsia. In Indonesia overall, in recent years there has been a reported increase in the use of PPIs and the associated side effects of long-term use including gastric cancer. This study aimed to determine the effect the long-term use of PPIs on the occurrence of gastric cancer. This was a literature review study. Journal searching was conducted through two online journal databases, namely, PubMed and ScienceDirect. The results obtained 11 research articles about the duration of PPIs’s use as a cause of gastric cancer. Long-term use of PPIs was associated with an increased risk of gastric cancer, which was also associated with the duration of use. Gastric cancer due to long-term use of PPIs could also occur in patients after H. pylori eradication, patients with GERD, and patients after percutaneous coronary interventions (PCI). In conclusion, long-term use of PPIs can affect the occurrence of gastric cancer. Keywords: proton pump inhibitors; gastric cancer; long-term use of drug    Abstrak: Proton pump inhibitors (PPIs) merupakan golongan obat yang paling umum digunakan untuk pengobatan terkait gangguan yang berhubungan dengan asam lambung seperti gastro-esophageal reflux disease (GERD), peptic ulcer disease (PUD), dan dyspepsia. Di Indonesia secara keseluruhan beberapa tahun terakhir dilaporkan terjadi peningkatan penggunaan PPIs yang memunculkan efek samping terkait penggunaan jangka panjang termasuk kanker lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jangka waktu penggunaan PPIs pada kejadian kanker lambung. Jenis penelitian ialah suatu literature review dengan pencarian jurnal melalui dua database journal online, yaitu PubMed dan ScienceDirect. Hasil penelitian mendapatkan 11 artikel penelitian yang memiliki informasi terkait jangka waktu penggunaan PPIs sebagai penyebab kanker lambung. Penggunaan PPIs jangka panjang berhubungan dengan peningkatan risiko kanker lambung, yang juga berhubungan dengan durasi penggunaan. Kanker lambung akibat penggunaan PPIs jangka panjang juga dapat terjadi pada pasien setelah eradikasi H. pylori, pasien dengan GERD, dan pasien setelah percutaneous coronary interventions (PCI). Simpulan penelitian ini ialah terdapat pengaruh penggunaan PPIs jangka panjang terhadap terjadinya kanker lambung. Kata kunci: proton pump inhibitors; kanker lambung; penggunaan obat jangka panjang
Rasionalitas Penggunaan Antibiotik untuk Pengobatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada Anak Christi D. Mambo; Angelina S. R. Masengi; Deffianie A. Thomas
Medical Scope Journal Vol. 6 No. 1 (2024): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v6i1.45431

Abstract

Abstract: Acute respiratory infection (ARI) is caused by transmission of pathogens that infect the upper or lower respiratory tract. Worldwide, including Indonesia, ARI is one of the causes of high morbidity and mortality. Antibiotics are the most commonly used drugs to treat infections in the respiratory tract, however, the use of antibiotics is often irrationally; therefore, it needs special attention. This study aimed to determine the rationality of using antibiotics for the treatment of ARI in children. This was a literature study with data searching from Pubmed and Research Gate using the PICOS criteria. The results showed that the most widely used antibiotic was amoxicillin of penicillin class (64%). The Gyssens flow assessment obtained Category V (30%), Category IIA (20%), Category 0 (15%), Category IIB (10%), Category IIIA (10%), Category IVD (5%), Category IVA (5%), and Category IIC (5%) which showed irrational use of antibiotics. In conclusion, according to Gyssens assessment of antibiotics use, 65% are irrational and 35% are rational. Irrational cases are due to incorrect/inaccurate diagnosis and doses, followed by inaccuracy in duration, interval, and route of administration. Antibiotic resistance tends to increase since the irrational use is not well managed. Keywords: rational use of antibiotics; prescription; antibiotics; antimicrobials; acute respiratory tract infection; children   Abstrak: Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) disebabkan oleh penularan patogen yang menginfeksi saluran pernapasan atas atau bawah. Di seluruh dunia, termasuk Indonesia, ISPA menjadi salah satu penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian pada anak. Antibiotik merupakan salah satu obat paling umum digunakan untuk mengatasi infeksi saluran pernapasan namun seringkali digunakan secara tidak rasional sehingga perlu mendapat perhatian khusus Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotik terhadap pengobatan ISPA pada anak. Desain penelitian yang digunakan ialah suatu literature review. Pencarian data melalui database Pubmed dan ScienceDirect dengan menggunakan kriteria PICOS. Hasil penelitian mendapatkan jenis antibiotik yang paling banyak digunakan ialah golongan penisilin jenis amoksisilin (64%). Hasil tinjauan literatur dengan penilaian alur Gyssens mendapatkan Kategori V (30%), Kategori IIA (20%), Kategori 0 (15%), Kategori IIB (10%), Kategori IIIA (10%), Kategori IVD (5%), Kategori IVA (5%), dan Kategori IIC (5%) yang menunjukan penggunaan antibiotik secara tidak rasional. Simpulan penelitian ini ialah hasil seleksi alur Gyssens mendapatkan 65% irasional dan 35% rasional dalam penggunaan antibiotik. Kasus irasional banyak ditemukan dari ketidaktepatan diagnosis dan pemberian dosis diikuti ketidaktepatan durasi, interval dan rute pemberian antibiotik pada anak. Kejadian resistensi antibiotik akan terus meningkat bila penggunan secara irasional tidak tertangani. Kata kunci: rasionalitas penggunaan antibiotik; peresepan antibiotik; antimikroba; infeksi saluran pernapasan akut; anak