Yuni Riyanti
Universitas PGRI Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGEMBANGAN MATERI AJAR MENULIS CERITA PENDEK BERBASISPENDIDIKAN KARAKTER BUDAYA LOKAL UNTUK SMA KELAS XI DI KABUPATEN GROBOGAN Yuni Riyanti; Harjito
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 3 (2023): Volume 09 No. 03 Juli 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i3.1347

Abstract

Kurikulum 2013 atau Pendidikan Berbasis Karakter adalah kurikulumbaruyangdicetuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menggantikanKurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum 2013 merupakan sebuahkurikulum yang mengutamakan pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter, siswadituntut untuk paham atas materi, aktif dalam berdiskusi dan presentasi sertamemiliki sopan santun disiplin yang tinggi. Kurikulum ini menggantikan KurikulumTingkat Satuan Pendidikan yang diterapkan sejak 2006 lalu. Dalam Kurikulum 2013mata pelajaran wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di satu satuan pendidikanpadasetiap satuan atau jenjang pendidikan (Kemendiknas, Ekspresi Diri dan Akademik:V). Kurikulum 2013 dirancang untuk menyongsong model pembelajaran abad21, yang didalamnya terdapat pergeseran dari siswa tahu menjadi siswa mencari tahudari berbagai sumber belajar sehingga peran bahasa menjadi sangat sentral. Kurikulum2013 menempatkan bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran sentral yang harusberada di depan semua mata pelajaran (Kemendikbud, 2013:iii). Sejalan dengan peran pembelajaran bahasa Indonesia untuk SMA/SMKKelas Xyang disajikan dalam kurikulum 2013 disusun dengan berbasis teks, baiklisanmaupun tulis, dengan menempatkan Bahasa Indonesia sebagai wahana pengetahuan. Di dalamnya dijelaskan berbagai cara penyajian pengetahuan dengan berbagai macamjenis teks. Seperti teks diskripsi, anekdot, eksposisi, dan masih banyaklagi. Pemahaman mengenai berbagai macam jenis teks tersebut dipelajari sesuai dengankonteks yang tengah di pelajari para siswa. Pendidik hanya sebagai fasilitator sedangkan siswa harus mencari sendiri secara aktif materi yang diajarkan setiappertemuannnya.