Puja Subekti
STABN Sriwijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kesuksesan Dan Cara-Cara Utama Mencapai Kesuksesan Dalam Culakammavibanga Sutta Puja Subekti
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 2, No 1 (2015): June 2015
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Culakammavibhanga Sutta adalah salah satu sutra Buddha yang menjelaskan hal-hal utama yang diinginkan oleh setiap manusia dan cara mencapainya, umumnya dikenal sebagai kesuksesan yang diinginkan oleh setiap individu dalam kehidupan sehari-hari. Ajaran dalam Culakammavibhanga Sutta ini seringkali tidak mendapatkan perhatian yang cukup dari masyarakat umum, sehingga maknanya dan praktiknya tidak dipahami dengan baik dan tidak memotivasi orang untuk mengamalkannya. Menyadari pentingnya Culakammavibhanga Sutta, penulis melakukan penelitian dengan tujuan untuk mendapatkan analisis yang dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang konsep kesuksesan dan cara mencapainya yang terdapat dalam Culakammavibhanga Sutta. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dan metode pendekatan yang digunakan adalah hermeneutika. Dalam penelitian ini, penulis menganalisis teks dalam Culakammavibhanga Sutta, kemudian menafsirkan makna dan konsepnya dengan dukungan dari sutra-sutra dan karya-karya praktisi dan ahli ajaran Buddha. Hasil analisis ini disajikan dalam bentuk interpretasi yang lebih mudah dipahami.
Memahami Nilai-Nilai Jivaka Sutta Sebagai Pendoman Melaksanakan Dana Yang Luhur Puja Subekti
Jurnal Pelita Dharma Vol. 1 No. 1 Edisi Desember 2014
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umat Buddha secara umum dikelompokan menjadi dua golongan, yaitu golongan para pertapa (Bhikkhu, Bhikkuni, Sramanera dan Sramaneri), kemudian golong perumah tangga (Uphasaka dan Uphasika). Umat perumah tangga yang baik melakukan kebajikan dengan menyokong kehidupan para pertapa. Para pertapa menjalankan kehidupan yang luhur dan menggantungkan pemenuhan kebutuhan pokoknya kepada sokongan umat awam. Kebutuhan pokok para pertapa adalah jubah, tempat tinggal,makanan dan obat-obatan. Umat awam memiliki keyakinan bahwa dengan memberikan dana dalam bentuk kebutuhan pokok para pertapa akan membuahkan kebajikan yang besar. Kebutuhan pokok para pertapa dalam kehidupan sehari-hari adalah makanan, sehingga para umat awam akan sering melakukan kebajikan dengan cara memberi persembahan makanan kepada para pertapa. Harapan yang wajar dari umat yang memberikan persembahan makanan adalah memperoleh berkah yang besar, tetapi jika umat awam memberikan persembahan makanan yang tidak layak bagi para pertapa justru dapat menimbulkan tindakan yang tidak bajik. Ada umat awam yang tidak memahami bahwa mempersembahkan makanan dari hasil pembunuhan makhluk hidup berarti telah memberikan persembahan yang tidak bajik. Menyadari pentingnya pemahaman yang benar tentang cara memberikan persembahan makanan yang bajik maka penulis berusaha untuk memberikan pemahaman melalui analisis Jivaka Sutta.