Helnafri Ankesa
Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Bogor

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERKEMBANGAN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN PROGRESIVISME DAN ESENSIALISME Helnafri Ankesa
Tabayyun Vol 2 No 01 (2021): Tabayyun : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Progresivisme ditampilkan sebagai aliran filsafat pendidikan yang dapat digunakan sebagai basis epistimologi bagi pengembangan pendidikan partisipasif, setidaknya ada beberapa alasan. Pertama, ia kurang menyetujui adanya pendidikan yang bercorak otoriter, baik yang timbul pada zaman dahulu maupun pada zaman sekarang. Kedua, inti perhatiannya pada kemajuan atau progress. Ilmu pengetahuan yang mampu menumbuhkan kemajuan dipandang oleh progresivisme merupakan bagian utama dari kebudayaan. Ketiga, pengalaman adalah ciri dinamika hidup. Keempat, Progresivisme tidak cukup hanya mengakui ide-ide, teori-teori, atau cita-cita sebagai hal yang ada, tetapi yang ada itu harus dicari artinya bagi suatu kemajuan atau maksud-maksud baik yang lain. Kelima, progresivisme mengharuskan manusia dapat memfungsikan jiwanya untuk membina hidup yang mempunyai banyak persoalan yang silih berganti.
KOMUNIKASI POLITIK PARTAI ISLAM MENJELANG PEMILU Daden Fikruzzaman; Helnafri Ankesa
Tabayyun Vol 3 No 1 (2022): Tabayyun: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini melihat bentuk komunikasi politik partai islam di Indonesia sebagai strategi kampanye menjelang pemilu. Strategi komunikasi politik yang digunakan di Indonesia dalam mempengaruhi konstituen pada Pemilu legislatif adalah; Pertama, merangkul kalangan muda atau millennial. Dari mulai rekrutmen anak-anak muda untuk menjadi pengurus atau kader, kemudian terlibat langsung dengan kegiatan mereka. Kedua, untuk kalangan orang tua menggunakan strategi dengan membangun komunikasi dan silaturahmi kepada tokoh masyarakat, ulama, pondok pesantren dan majelis taklim.Selain itu keterlibatan para Ulama di dunia politik sangat berperan penting dalam penyampaian visi politik kepada masyarakat pada saat berkampanye. Ada beberapa komunikasi politik yang dilakukan oleh partai politik islam di Indonesia, yaitu: Pertama, isu kejujuran dan tidak mengobral janji; Kedua, isu perlunya pembangunan berkesinambungan antara fisik material dengan mental spiritual; dan Ketiga, isu perlunya melibatkan peran serta masyarakat dalam politik. Strategi komunikasi yang dijalankan oleh partai politik islam ini didasari oleh tipologi partai islam di Indonesia yaitu: Pertama, Formalistik. Kedua, substansivistik. Ketiga, Fundamentalisme.Dalam kaitannya dengan pengelompokan partai politik Islam dapat dikategorikan ke dalam beberapa bagian. Diantaranya Islam sebagai simbol, Islam sebagai landasan organisasi, serta Islam sebagai basis massa. Dengan kata lain bahwa Islam yang hadir sebagai sebuah agama, namun dalam penerapan nilai-nilainya menggunakan sebuah media yang mungkin bisa diterima oleh semua golongan. Oleh karena Indonesia bukan merupakan Negara Islam tetapi merupakan negara yang mayoritas dihuni oleh masyarakat Islam.
KOMUNITAS MEMBACA SEBAGAI PILAR PENDIDIKAN DI MASYARAKAT BADUY DESA KANEKES KECAMATAN LEUWIDAMAR KABUPATEN LEBAK-BANTEN Helnafri Ankesa; Daden Fikruzzaman
Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Munadzomah Vol 3 No 2 (2024): AL-MUNADZOMAH
Publisher : Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/almunadzomah.v3i2.761

Abstract

The Baduy tribe is located in Kanekes Village on Mount Kendeng, where part of its territory is forest. This area is included in Banten Province, precisely in Lebak Regency, Leuidamar District. The Sundanese Indigenous people group consists of the Baduy Luar and Baduy Dalam Tribes. The Baduy Luar community is one that is experiencing quite rapid social change because basically this area has customary rules that are quite loose compared to the Baduy Dalam. Rumah Baca is a form of social change that has been formed in the Baduy Luar community. Rumah Baca is a reading community movement founded by Mulyono and Sarpin as a pillar of education for Baduy children in Kanekes Village, Lebak District, Banten. However, during the process of forming the reading community, there were still obstacles and challenges, both from within and outside the Baduy custom. The results of research conducted directly in the Baduy using the participation Action Research (PAR) method and SWOT analysis indicate that there are dominant factors as strengths and opportunities and inhibiting factors as weaknesses and challenges for the fluency of the reading community