Widya Maya Ningrum, S.ST, M.Kes
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU IBU DALAMMELAKUKAN DETEKSI DINI KANKER SERVIK DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2013 Widya Maya Ningrum, S.ST, M.Kes
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 5 No. 2 (2014): Agustus 2014
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v5i2.34

Abstract

Kanker serviks adalah tumbuhnya sel-sel abnormal pada serviks yang terjadi pada suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu liang senggama (vagina). Dan diantara banyak faktor yang mempengaruhi kesadaran ibu untuk melakukan deteksi dini terhadap kanker servik, diantarany adalah faktor predisposisi yang meliputi pengetahuan, sikap, keyakinan, kepercayaan, nilai, dan tradisi; faktor pemungkin adalah faktor yang memungkinkan atau yang memfasilitasi perilaku atau tindakan, yang meliputi sarana dan prasarana atau fasilitas untuk terjadinya perilaku yang terwujud dalam lingkungan fisik; dan selanjutnya adalah faktor pendorong, yaitu faktor-faktor yang mendorong atau memperkuat terjadinya perilaku. Berdasarkan laporan puskesmas Desa Cikunir tahun 2013, tercatat jumlah wanita usia subur 1.547 orang. Dan berdasarkan laporan dari Puskesmas Singaparna belum ada yang tercatat pernah melakukan deteksi kanker servik dengan melakukan IVA test atau pap’ smear. Hal ini menunjukan masih kurang pedulinya wanita melakukan pemeriksaan deteksi dini padahal sangat rentan untuk menderita kanker servik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perilaku ibu dalam melakukan deteksi dini kanker servik di Desa cikunir Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya tahun 2013 Penelitian ini merupakan jenis kuantitatif dengan metode deskriptif, yang bertujuan untuk mengambarkan faktor yang mempengaruhi perilaku wanita dalam melakukan deteksi dini kanker serviks. Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti dengan terlebih dahulu mempersiapkan berbagai format yang dibutuhkan sebagai instrumen guna memudahkan pengumpulan data. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah data primer, dimana data langsung didapatkan dari responden melalui intrumen yang dibagikan dan diisi langsung oleh responden, Pengumpulan data sekunder sebagai data pendukung dilakukan dengan cara melakukan telaah dokumen yang sesuai dengan substansi dan kebutuhan penelitian. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan responden tentang deteksi dini kanker serviks sebagian besar kategori cukup sehingga hal ini sangat relevan dengan sikap yang ditunjukan oleh responden, dimana hasilnya sebagaian besar menunjukan sikap negatif. Ketika pengetahuan cukup dan sikap negatif perilaku yang muncul dari responden adalah sebagian besar tidak melakukan deteksi dini kanker serviks.
HUBUNGAN MANAJEMEN AKTIF KALA III DENGAN PERDARAHAN PADA SAAT PERSALINAN DI RUANG BERSALIN RSUD DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA OKTOBER 2014 – APRIL TAHUN 2015 Widya Maya Ningrum, S.ST, M.Kes
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 7 No. 1 (2016): Februari 2016
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v7i1.61

Abstract

Penyebab kematian ibu secara langsung adalah perdarahan (39%), eklampsia (24%), infeksi (11%) dan lain-lain (26%) dan penyebab tidak langsung Kurang Energi Kronis (37%), Anemia pada kehamilan (40%). Perdarahan pada saat persalinan merupakan penyebab kematian ibu yang paling sering terjadi, dengan tanda-tanda nya adalah keluar darah dari jalan lahir dalam jumlah banyak lebih dari 500 cc terjadi dalam waktu 24 jam setelah persalinan berlangsung (Manuaba, 2004:296). Mencegah perdarahan pada saat persalinan dimulai dari tahap yang paling dini. Setiap pertolongan persalinan harus menerapkan upaya pencegahan perdarahaan dengan melakukan Manajemen Aktif Kala (MAK) III. Berdasarkan data yang diperoleh dari profil RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya tahun 2013, bahwa terdapat kasus perdarahan pada saat persalinan sebanyak 87 kasus, dengan penyebab atonia uteri 79 kasus (90%), retensio plasenta 8 kasus (10%). Hal ini menunjukan bahwa kasus tersebut sangat tinggi dan berkontribusi terhadap kesakitan dan kematian ibu. Dari 87 kasus ibu yang mengalami perdarahan pada saat persalinan 10 kasus tidak tertolong. Tujuan penelitian ini mengetahui Hubungan Manajemen Aktif Kala III dengan Perdarahan pada saat persalinan Di Ruang Bersalin RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya Oktober 2014 – April  Tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan tekhnik potong silang (cross sectional). Dengan rancangan ini informasi mengenai manajemen aktif kala III diperoleh secara bersamaan dengan perdarahan pada saat persalinan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dengan proses persalinan pervaginam di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya, dengan sample penelitian ini menggunakan accidental sampling, yaitu ibu bersalin periode Juli – Desember 2015. Hasil penelitian menyatakan bahwa sebagaian besar ibu bersalin di RSUD dr Soekardjo dilakukan manajeman Aktif Kala III  (67,91%). Dari 268 ibu bersalin38 orang ( 14,18 %)  mengalami perdarahan. Serta ada hubungan antara manajeman aktif kala III dengan ibu yang mengalami perdarahan di RSUD dr Soekardjo hal ini sesua dengan hasil uji statistik Chi- Square dengan tingkat kepercayaan 95 % ( α sama dengan 0,05) dengan menunjukan nilai P sama dengan 0,027 (p ≤ 0,05). Berdasarkan bukti – bukti  pengelolaan aktif kala III telah memberikan hasil terhadap penurunan resiko kasus perdarahan post partum. Mengingat indonesia merupakan negara dengan geografis yang sulit dimana kematian ibu karena 3 terlambat masih banyak maka pemerintah perlu mengadakan kebijakan tegas penerapan manajemen aktif kala III pada ibu bersalin.