Kulit lemon (Citrus limon L.) merupakan hasil samping yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku minuman karena mengandung senyawa bioaktif, termasuk vitamin C. Pemanfaatan kulit lemon dalam minuman probiotik dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan nilai guna hasil samping pengolahan buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kulit lemon terhadap total asam, kadar vitamin C, pH, dan karakteristik organoleptik minuman probiotik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor, yaitu konsentrasi kulit lemon sebesar 20%, 40%, 60%, dan 80%, dengan tiga kali ulangan sehingga diperoleh 12 satuan percobaan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf signifikansi 5% apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kulit lemon berpengaruh nyata terhadap kadar vitamin C, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap total asam dan pH. Berdasarkan karakteristik organoleptik, penambahan kulit lemon sebesar 80% menghasilkan nilai rata-rata tertinggi untuk aroma dan warna, masing-masing sebesar 4,47, sedangkan nilai tertinggi untuk rasa diperoleh pada penambahan kulit lemon sebesar 20%, yaitu 4,12. Penambahan kulit lemon sebesar 80% memberikan karakteristik organoleptik terbaik untuk aroma dan warna, sedangkan konsentrasi 20% menghasilkan penerimaan rasa tertinggi.