Diarto
Akademi Perikanan Kamasan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Teknik Pengolahan Keripik Sisik Ikan Kakap Merah (Lutjanus sp.) di Kampung Binyeri Distrik Yendidori Kabupaten Biak Numfor: Processing Technique for Red Snapper Fish Scales (Lutjanus sp.) in Binyeri Village, Yendidori District, Biak Numfor Regency Diarto; Ariantje Pattipeilohy; Krisyanto Manuputty
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v3i1.54

Abstract

Tingginya kontribusi subsektor perikanan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menjadikan subsektor perikanan sebagai andalan perekonomian Kabupaten Biak Numfor. Pengolahan produk keripik sisik ikan kakap merah dapat memberikan kontribusi secara langsung maupun tidak langsung dalam mendukung peningkatan nilai PDRB Kabupaten Biak Numfor. Penelitian bertujuan untuk melakukan pengolahan keripik sisik ikan kakap merah menjadi keripik sisik ikan dan melakukan pengujian sensori dan kadar air keripik sisik ikan kakap merah. Penelitian dilaksanakan di Kampung Binyeri, Distrik Yendidori, Kabupaten Biak Numfor pada bulan Juni 2021. Bahan baku utama dalam produk ini adalah sisik ikan kakap merah dengan penambahan beberapa bahan pendukung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental (percobaan) dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi, wawancara, dan studi literatur. Berdasarkan pengujian sensori produk, diperoleh nilai sensori 9,0 untuk seluruh parameter sensori produk, seperti kenampakan, warna, rasa, dan kerenyahan. Pengujian kadar air dengan metode uji gravimetri menghasilkan nilai kadar air 5,99%. Secara kimiawi berdasarkan nilai kadar air produk telah memenuhi persyaratan mutu dan keamanan berdasarkan SNI 01-4305-1996 (maksimal 6%).
Teknik Penanganan Ikan Tuna (Thunnus sp.) pada ICS Distrik Biak Kota Kabupaten Biak Numfor: Handling Techniques for Tuna (Thunnus sp.) at ICS, City Biak District, Biak Numfor Regency Ariantje Pattipeilohy; Diarto; Susanty Emma L Insyur
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Biak Numfor merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Papua, yang secara geografis terletak di Teluk Cendrawasih. Kabupaten ini merupakan gugusan pulau yang berada di sebelah utara daratan papua. Letak geografis ini menjadikan biak sebagai salah satu pusat pengembangan perikanan dan kelautan di wilayah Indonesia Timur. Peluang pengembangan pada sektor perikanan dan kelautan tersebut jika didukung oleh peran beberapa pihak terkait akan secara langsung maupun tidak langsung dapat memberi kontribusi bagi peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabuoaten Biak Numfor. Penelitian bertujuan untuk mengetahui seluruh proses penanganan ikan tuna pada ICS (Integrated Cold Storage) Kabupaten Biak Numfor. Manfaat dari penelitian ini antara lain untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan Ikan Tuna dan memberikan informasi umum tentang bagaimana tahapan proses penanganan ikan tuna yang baik (Good Handling Practice) sebagai dasar bagi penjaminan mutu dan keamanan bahan baku. Penelitian dilaksanakan pada ICS (Integrated Cold Storage) Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, pada bulan April hingga Mei 2022. Bahan penelitian yang digunakan adalah ikan tuna, sedangkan peralatan yang digunakan antara lain pisau stainless, meja pengemasan, meja stainless, bak stainless, sarung tangan, celemek, sepatu bot, timbangan, keranjang basket, palka, pan besar, coldbox, masker, jaket tebal, tali rafia, buku, bolpen, plastik es lilin, ganco, dan alat checker. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah partisipatori, yaitu peneliti terlibat secara langsung pada seluruh tahapan proses penanganan ikan tuna. Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa seluruh tahapan proses penanganan ikan tuna pada ICS saling berkaitan satu dengan yang lainnya, sehingga pengawasan pada setiap tahapan proses menjadi penting untuk dilaksanakan dengan baik. Secara umum, proses penanganan ikan tuna pada ICS telah dilakukan sesuai dengan SSOP (Standard Sanitation Operasional procedure) yang telah ditetapkan dan menerapkan konsep GHdP (Good Handling Proccess), serta Sanitasi dan Higiene.