Putri Rahmawati
Psikologi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Keadilan Organisasi terhadap Komitmen Organisasi pada Perawat Rumah Sakit X Putri Rahmawati; Agus Budiman
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i2.7330

Abstract

Abstract. Organizational goals can be hindered due to high job leave rates in employees (Rohaeti & Novita, 2021). If the intention to leave work is high, then the organizational commitment is low (Azzizah & Izzati, 2018). In 2022, there will be an increase in the number of employees leaving their jobs by 20% to reach 4.2 million (Farrugia, 2022). This has happened to nurses, where the rate of leaving work in a private hospital in Surabaya, namely in 2020 is 14.6% and in 2021 it is 51% (Muhadi et al., 2022). If the individual feels more and more justice, the commitment will be high and the desire to reject will decrease (Lee dan Wei, 2017). This study aims to see how much influence organizational justice has on organizational commitment for change in 94 nurses in RS X. The research method used is quantitative with a causality research design. The organizational justice measuring instrument used in this study is the Organizational Justice Survey (OJS) from Colquitt (2001) which was adapted by Riyanthi & Syarifah (2017). The tool for measuring organizational commitment uses the Organizational Commitment Questionnare (OCQ) by Mowday et al. (1979) which was adapted by Ingarianti (2017). The data analysis technique used is multiple linear regression analysis. The results of the study found that organizational justice had a positive and significant effect on organizational commitment in nurses at RS.X by 69.2%, with the dimension of procedural justice that has the greatest influence in bringing about organizational commitment, namely 88.46%. Abstrak. Tujuan organisasi dapat terhalang karena tingkat keluar dari pekerjaan yang tinggi pada karyawan (Rohaeti & Novita, 2021). Apabila intensi keluar dari pekerjaan tinggi, maka komitmen organisasinya rendah (Azzizah & Izzati, 2018). Pada tahun 2022, terjadi peningkatan jumlah karyawan yang keluar dari pekerjaannya 20% mencapai 4.2 juta (Farrugia, 2022). Hal ini terjadi pada perawat, dimana angka keluar kerja di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya, yaitu pada 2020 sebesar 14.6% dan pada 2021 sebesar 51% (Muhadi et al., 2022). Jika individu semakin merasakan keadilan maka komitmennya akan tinggi dan menurunkan keinginan untuk melakukan penolakan (Lee dan Wei, 2017). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis data empiris mengenai pengaruh keadilan organisasi terhadap komitmen organisasi pada 94 perawat di RS X. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain penelitan kausalitas. Alat ukur keadilan organisasi menggunakan Organizational Justice Survey (OJS) dari Colquitt (2001) yang telah diadaptasi oleh Riyanthi & Syarifah (2017). Alat ukur komitmen organisasi menggunakan Organizational Commitment Questionnare (OCQ) dari Mowday et al. (1979) yang telah diadaptasi oleh Ingarianti (2017). Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian mendapatkan bahwa keadilan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi pada perawat di RS X sebesar 69.2%, dengan dimensi keadilan prosedural yang memiliki pengaruh paling besar dalam memunculkan komitmen organisasi yaitu sebesar 88.46%.