Andhita Nurul Khasanah
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengukuran Implicit Association terhadap Istilah yang Berkaitan dengan Narkoba pada Kelompok Remaja Beresiko Faizza Haya Diliana; Andhita Nurul Khasanah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i2.7371

Abstract

Abstract. This study aims to determine the level of implicit association with the terms narkoba, NAPZA, pecandu, and penyalahguna in at-risk adolescent groups. The study employs a quantitative method tested on 11 adolescent participants using convenience sampling technique for sample collection. The measurement instrument used in this research is the GNAT (Go No-Go Association Task), which measures the strength of implicit association with the target words narkoba, NAPZA, pecandu, and penyalahguna, and pairs them with positif and negatif evaluatif attributes. The data analysis for this study employs d-prime (d), which measures the sensitivity of each term, where higher sensitivity indicates a stronger association between the target category and evaluatif attributes. The analysis of mean score differences is performed using the Jamovi program. The results show that there are differences in the level of implicit association with the terms narkoba and NAPZA, with the strongest to weakest association sequence being NAPZA + positif (d=3.00) > narkoba + negatif (d=2.80) > NAPZA + negatif (d=2.75) > narkoba + positif (d=2.16). Furthermore, there are differences in the level of implicit association with the terms pecandu and penyalahguna, with the strongest to weakest association sequence being pecandu + negatif (d=3.14) > penyalahguna + negatif (d=2.85) > penyalahguna + positif (d=2.72) > pecandu + positif (d=2.67). Additionally, the analysis of d-prime based on relationship type reveals that there are differences in the level of implicit association based on relationship type in at-risk adolescent groups regarding the terms narkoba, NAPZA, pecandu, and penyalahguna. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level implicit association terhadap istilah narkoba, NAPZA, pecandu, dan penyalahguna pada kelompok remaja beresiko. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang diujikan pada 11 partisipan remaja dengan metode pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan GNAT (Go No-Go Association Task) yang mengukur kekuatan implicit association pada kata target narkoba, NAPZA, pecandu, dan penyalahgunadan dipasangkan dengan atribut evaluatif positif dan negatif. Analisis data penelitian ini menggunakan d-prime (d) yaitu mengukur sensitivitas dari setiap istilah dimana sensitivitas yang lebih besar menunjukkan asosiasi yang lebih kuat antara kategori target dan atribut evaluatif .Analisa perbedaan skor mean dilakukan menggunakan program Jamovi. Diperoleh bahwa terdapat perbedaan level implicit association pada istilah narkoba dan NAPZA dengan urutan asoasi terkuat hingga terendah yaitu NAPZA + positif (d=3.00 ) > narkoba + negatif (d=2.80 ) > NAPZA + negatif (d=2.75 ) > narkoba + positif (d=2.16 ). Dan terdapat perbedaan level implicit association pada istilah pecandu dan penyalahguna dengan urutan asosiasi terkuat hingga terendah yaitu pecandu + negatif (d=3.14 ) > penyalahguna + negatif (d=2.85 ) > penyalahguna + positif (d=2.72 ) > pecandu + positif (d=2.67 ). Selain itu, hasil analisa d-prime yang dilakukan berdasarkan jenis relasi ditemukan bahwa terdapat perbedaan level implicit association berdasakan jenis relasi pada kelompok remaja beresiko terhadap istilah narkoba, NAPZA, pecandu, dan penyalahguna.
Gambaran Intimacy terhadap Pria Dewasa Azizah Khairunnisa; Andhita Nurul Khasanah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10056

Abstract

Abstract. The issue of infidelity that is rampant in Indonesia is mostly found in men because the perception of marital intimacy in men itself can vary depending on various factors. One of them is individual experience in sharing intimate experiences in several areas in the hope that the relationship can last over time. This study aims to determine the picture of intimacy in adult men. This study uses descriptive statistical technique method with non probability sampling technique, namely purposive sampling. The measuring instrument used in this study uses the Personal Assessment of Intimacy in Relationship (PAIR) which measures the intimacy of romantic relationships. The research location was in Bandung City with a total of 101 participants who were married men in young adulthood with a marriage age of 1-5 years. The results of this study indicate that the intimacy of adult men is in the high category (50.5%) which means that they have intimacy in their relationship with their partner. Abstrak. Isu perselingkuhan yang marak terjadi di Indonesia banyak ditemukan pada pria karena persepsi keintiman pernikahan pada pria itu sendiri bisa berbeda-beda tergantung dari berbagai faktor. Salah satunya adalah pengalaman individu dalam berbagi pengalaman intim di beberapa area dengan harapan hubungan tersebut dapat bertahan dari waktu ke waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keintiman pada pria dewasa. Penelitian ini menggunakan metode teknik statistik deskriptif dengan teknik pengambilan sampel non probability sampling, yaitu purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Personal Assessment of Intimacy in Relationship (PAIR) yang mengukur keintiman hubungan romantis. Lokasi penelitian dilakukan di Kota Bandung dengan jumlah partisipan sebanyak 101 orang pria yang sudah menikah pada usia dewasa muda dengan usia pernikahan 1-5 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keintiman pria dewasa berada pada kategori tinggi (50,5%) yang berarti memiliki keintiman dalam hubungannya dengan pasangan.
Gambaran Kecemasan pada Perempuan Korban Dating Violence di Kota Bandung Firyaal Wirawan; Andhita Nurul Khasanah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10069

Abstract

Abstract. Dating violence is not uncommon but many women do not realize that the mistreatment they receive when they are in a relationship is a form of dating violence. For those who experience dating violence at a productive age, it tends to cause anxiety, depression, avoidance behavior, and other stresses in the future. This avoidant behavior can have an impact on their social life because in this productive age they still have to socialize in an educational or work environment. The purpose of the study was to determine the level of anxiety in female victims of dating violence in Bandung City which could have an impact on skills or decision making. This research method uses a descriptive method with a quantitative approach. This study uses anxiety measurement tools from Max Hamilton's measurement scale. The population and sample in this study were women in the emerging adulthood age category who had experienced dating violence in Bandung City with the final sample obtained as many as 60 people. Abstrak. Dating violence merupakan peristiwa yang tidak jarang terjadi namun masih banyak perempuan yang tidak menyadari bahwa perlakuan buruk yang mereka dapatkan ketika memiliki hubungan adalah salah satu dari bentuk dating violence. Bagi mereka yang mengalami dating violence di usia produktif cenderung dapat menimbulkan kecemasan, depresi, perilaku menghindar, dan tekanan lainnya di masa depan. Perilaku menghindar tersebut dapat berdampak pada kehidupan sosialisasinya karena dalam usia produktif ini mereka masih harus bersosialisasi dalam lingkungan pendidikan atau pekerjaan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan pada perempuan korban dating violence di Kota Bandung yang bisa berdampak pada keterampilan atau pengambilan keputusan. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan alat ukur kecemasan dari skala pengukuran Max Hamilton. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah perempuan pada kategori usia emerging adulthood yang pernah mengalami dating violence di Kota Bandung dengan sampel akhir yang didapatkan sebanyak 60 orang.
Pengaruh Curiosity terhadap Self-Esteem Mahasiswa Pengguna Dating Apps Tinder di Kota Bandung Putri Anai Rosli; Andhita Nurul Khasanah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10101

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the effect of curiosity motives on self-esteem in students who use dating apps Tinder in Bandung City, who are in the emerging adulthood phase. This phase is characterized by exploration of identity and possibilities that allow individuals to explore various options before them. These characteristics are often related to the desire of individuals who have high self-esteem to continue to develop and improve themselves. In the context of Tinder use, the curiosity motive refers to an individual's desire to know and try the app without the specific goal of finding a romantic partner or relationship. The study involved 122 college student respondents with an age range of 18-25 years, who used Tinder. Simple linear regression analysis method was used to test the relationship between curiosity motive and self-esteem. The results showed that the curiosity motive had a significant influence on self-esteem, amounting to 10.8%. This finding indicates that the desire to explore and try new things, such as using dating apps Tinder out of curiosity, can contribute to the improvement of self-esteem in individuals in the emerging adulthood phase. The implications of this study can help in understanding individuals' motivations in using dating apps and its impact on their self-esteem development, especially at a crucial life stage such as emerging adulthood. Abstrak. Penelitian ini bertujuan menganalisi pengaruh motif curiosity terhadap self-esteem pada mahasiswa pengguna dating apps Tinder di Kota Bandung, yang berada dalam fase emerging adulthood. Fase ini ditandai dengan eksplorasi identitas dan kemungkinan yang memungkinkan individu mengeksplorasi berbagai pilihan dihadapannya. Karakteristik tersebut seringkali berhubungan dengan keinginan individu yang memiliki self-esteem tinggi untuk terus berkembang dan memperbaiki diri mereka. Dalam konteks penggunaan Tinder, motif curiosity merujuk pada keinginan individu untuk mengetahui dan mencoba aplikasi tersebut tanpa tujuan khusus dalam mencari pasangan atau hubungan romantis. Penelitian melibatkan 122 responden mahasiswa dengan rentang usia 18-25 tahun, yang menggunakan Tinder. Metode analisis regresi linear sederhana digunakan untuk menguji hubungan antara motif curiosity dan self-esteem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif curiosity memiliki pengaruh yang signifikan terhadap self-esteem, sebesar 10,8%. Temuan ini mengindikasikan bahwa keinginan untuk mengeksplorasi dan mencoba hal-hal baru, seperti menggunakan dating apps Tinder karena rasa penasaran, dapat berkontribusi terhadap peningkatan self-esteem pada individu dalam fase emerging adulthood. Implikasi dari penelitian ini dapat membantu dalam memahami motivasi individu dalam menggunakan dating apps dan dampaknya terhadap perkembangan self-esteem mereka, terutama pada tahap kehidupan yang krusial seperti emerging adulthood.