Rikardo P. Sianipar
Magister Teologi, STTB The Way Jakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Hidup Kudus, Pujian Penyembahan Efesus 5:18-20 dengan Pertumbuhan Rohani Anggota Kelompok Sel GBI Sungai Yordan Regensi_2 Tangerang Rudy Budiatmaja; Andreas Eko Nugroho; Rikardo P. Sianipar
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 3 No 2 (2023): JUPIN Agustus 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.184

Abstract

Beberapa anggota kelompok sel belum menerapkan karakter Kristus dalam kehidupan mereka terlihat ketika menghadapi masalah masih menggunakan pikiran duniawi, sehingga dalam menjalankan kehidupan sehari-hari masih perilakunya tidak kudus dan hanya berdiam diri saja dan belum antusias ikut memuji seperti bertepuk tangan dalam pujian penyembahan, terkadang saat disuruh ketua komsel untuk bertugas, baru dilakukan itupun hanya sekedar pujian penyembahan /berdoa biasa saja sehingga tidak ada hadirat Tuhannya. Riset ini bertujuan mengetahui hubungan hidup kudus, pujian penyembahan Efesus 5:18-20, dan pertumbuhan rohani anggota kelompok sel Gereja Bethel Indonesia Sungai Yordan Regensi 2 Tangerang. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan teknik korelasional. Hasil penelitian korelasi satu arah yang sangat kuat sebesar 0,830 antara hidup kudus dengan pertumbuhan rohani anggota kelompok sel. Pujian Penyembahan memiliki korelasi 0,916 dengan pertumbuhan rohani anggota kelompok sel. Bahkan ketika kedua variabel tersebut digabungkan, terdapat korelasi satu arah yang lebih kuat sebesar 0,928 untuk perkembangan spiritual anggota kelompok sel Gereja Bethel Indonesia Sungai Yordan 2 Regensi Tangerang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa hidup kudus dan pujian penyembahan sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan rohani anggota kelompok sel di Gereja Bethel Indonesia Sungai Yordan Regensi 2 Tangerang.
Hubungan Kepemimpinan Hamba Matius-20:26-28, Antusiasme Melayani dengan Pertumbuhan Iman Jemaat Ibadah Online Menara Doa Segala Bangsa Ministry Jakarta Seno Lamsir; Andreas Eko Nugroho; Rikardo P. Sianipar
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 3 No 2 (2023): JUPIN Agustus 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.186

Abstract

Beberapa pengurus dan jemaat di ministry tidak berkompeten dan tidak menunjukkan karakter yang baik dalam pelayanan, tidak semua pengurus pastoral bisa mengikuti, membuat jemaat Pelayanan Menara Doa Segala Bangsa kurang antusias mengikuti kebaktian virtual. Kesibukan jemaat menyebabkan sebagian jemaat lupa untuk menghadiri kebaktian virtual. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan kepemimpinan hamba Mat. 20:26-28, dan semangat pelayanan dengan pertumbuhan iman dalam ibadah online Menara Doa Semua Bangsa Ministry Jakarta. Pemimpin yang memiliki hati seorang hamba adalah suatu keharusan dan mutlak ketika melakukan kegiatan untuk kepentingan umat dan semangat pelayanan akan sangat mendukung kepemimpinan gereja untuk menjangkau jemaat untuk ibadah online sehingga lebih berperan dalam menciptakan pertumbuhan iman dan memelihara kekristenan di gereja. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik korelasional. Hasil penelitian menunjukkan korelasi satu arah yang sangat kuat sebesar 0,903 antara kepemimpinan yang melayani dengan pertumbuhan iman di jemaat online. Semangat Melayani memiliki korelasi sebesar 0,771 dengan pertumbuhan iman jemaat ibadah online. Bahkan ketika kedua variabel ini digabungkan, terdapat korelasi satu arah yang lebih kuat sebesar 0,905 untuk perkembangan spiritual jemaat online Menara Doa Segala Bangsa Ministry Jakarta. Kesimpulan dari penelitian adalah bahwa kepemimpinan yang melayani dan jiwa pelayanan sangat erat kaitannya dan secara khusus dibutuhkan untuk pertumbuhan iman Jemaat Online Menara Doa Segala Bangsa Ministry Jakarta, terutama dalam semangat mereka menjalankan ibadah online.