Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENURUNAN KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI SETELAH PELAKSANAAN RELAKSASI IMAJINASI TERBIMBING DI RSUD KARAWANG Dina Hartini; Yuli Herlina; Ila Ayu Nurmala
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17252

Abstract

ABSTRAKOperasi/prosedur   pembedahan   akan   memberikan   suatu   reaksi   emosional   bagi   pasien. Kecemasan  dapat  menimbulkan  adanya  perubahan  secara  fisik  maupun  psikologis.  Kondisi  ini memerlukan suatu upaya dalam menurunkan kecemasan yaitu salah satunya teknik relaksasi imajinasi terbimbing, tindakan ini bertujuan untuk meningkatkan kendali dan rasa percaya diri serta mengurangi stres      dan   kecemasan   yang   dirasakan.   Untuk   mengetahui   pengaruh   teknik   relaksasi   imajinasi terbimbing terhadap kecemasan pada pasien pre operasi di RSUD Karawang. Penelitian ini  menggunakan  desain  penelitian pra  eksperimental dengan  bentuk  rancangan one  group  pra-post testdesigndengan  jumlah  sampel  sebanyak  20  sampel  dengan  teknik purposive  sampling.  Dianalisa dengan  menggunakan Uji  Wilcoxondengan tingkat signifikansi ρ value < α (5%). Hasil penelitian menunjukkan  sebelum  dilakukan  teknik  relaksasi  imajinasi  terbimbing  sebagian  besar  responden berada  pada  kategori  cemas  sedang  (66,67%)  dan  setelah  dilakukan  teknik  relaksasi  imajinasi terbimbing  sebagian  besar  responden  berada  pada  kategori  cemas  ringan  (66,67%).  Ada  pengaruh teknik  relaksasi  imajinasi  terbimbing  terhadap  kecemasan  pada  pasien  pre  operasi  di  RSUD  Karawang Tahun 2022. Kata Kunci: pre operasi; kecemasan; teknik relaksasi imajinasi terbimbing ABSTRACTSurgery  /  surgical  procedure  will  provide  an  emotional reaction  for  the  patient.Anxiety  can  lead  to physical  and  psychological  changes.This  condition  requires  an  effort  in  reducing  anxiety  that  is  one technique  of  guided  imagination  relaxation,  this  action  aims  to  improve  control  and  confidence  and reduce  stress  and  anxiety  felt.To  know  the  effect  of  guided  imagination  relaxation  techniques  on anxiety   in   preoperative   patients   at  RSUD   Karawang. This   research   used pre experimentalresearch  design  with one  group  pre-post  test  designdesignwith  atotal  sample  of  20 samples with purposive sampling technique.Analyzed by using Wilcoxon Test with significance level ρ value <α (5%).Theresults showed p enelitian before guided imagery relaxation techniques majority of  respondents  are  in  the  category  of  moderate  anxiety  (66.67%)  and  after  the  guided  imagery relaxation techniques  majority  of respondents are  in the category  of  mild anxiety (66.67%).There is influence of guided imagination relaxation technique to anxiety in patient pre operation in RSUD Karawang Tahun 2022. Keywords: presurgery; anxiety; guided imitation technique relaxation
MANAJEMEN NYERI PADA LANSIA DENGAN PENDEKATAN NON FARMAKOLOGI DI PUSKESMAS PURWAKARTA Grace Evelyn; Dina Hartini; Dewi Nurfazri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17251

Abstract

ABSTRAKRasa nyeri merupakan masalah umum yang sering terjadi pada lansia. Survey kesehatan nasional 2015 menunjukkan pada usia≥ 55 tahun 40% lansia mengalami nyeri. Keluhan rasa nyeri yang dirasakan oleh para lansia biasanya bersifat multifaktorial dan terkadang menemui banyak kendala dalam penatalaksanaanya. Akibat penatalaksanaan yang kurang baik pada keluhan rasa nyeri yang dialami seseorang akan berdampak pada status kesehatan dan kualitas hidup lansia tersebut. Penatalaksanaan yang tidak adekuat dapat berhubungan dengan rasa depresi, isolasi hubungan social, ketidakmampuan dan dapat pula menyebabkan gangguan tidur. Nyeri terutama ditangani melalui penggunaan obat-obatan, namun beberapa teknik nonfarmakologik dapat membantu mengendalikan nyeri: masase, relaksasi dan imajinasi, stimulasi saraf dengan listrik transkutan, penggunaan kompres panas dan dingin, sentuhan terapeutik, meditasi, hipnotis dan akupresur, TENS (Transcutaneus Electrical Nerve stimulation) dan telah dibuktikan dalam beberapa penelitian bahwa adanya pengaruh yang signifikan penggunaan metode non farmakologik terhadap penurunan nyeri pada lansia, sehingga dengan demikian penggunaan metode nonfarmakologik dalam menurunkan nyeri pada lansia sangat disarankan digunakan dalam menurunkan nyeri pada lansia. Kata Kunci : manajemen nyeri; lansia;  pendekatan non   farmakologik ABSTRACTPain is a common problem that often occurs in the elderly. The 2015 national health survey showed that at the age of ≥ 55 years, 40% of the elderly experienced pain. Complaints of pain felt by the elderly are usually multifactorial and sometimes encounter many obstacles in their management. As a result of poor management of complaints of pain experienced by someone will have an impact on the health status and quality of life of the elderly. Inadequate management can be related to feelings of depression, social isolation, disability and can also cause sleep disturbances. Pain is mainly managed through the use of drugs, but several non-pharmacological techniques can help control pain: massage, relaxation and imagination, nerve stimulation with transcutaneous electricity, use of hot and cold compresses, therapeutic touch, meditation, hypnosis and acupressure, TENS (Transcutaneous Electrical Nerve). stimulation) and it has been proven in several studies that there is a significant effect of using non-pharmacological methods on reducing pain in the elderly, so that the use of non-pharmacological methods in reducing pain in the elderly is strongly recommended to be used in reducing pain in the elderly. Keyword : pain management; elderly; non-pharmacological approach