Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ketrampilan Driver Ojek Online Tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) Setelah Mengikuti Program Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Dalam Rangka Hut Ke-80 Tni Di Rspad Gatot Soebroto Ta. 2025: Pengabdian Asep Rusman I S; M Irhas Said; Ana Rizana
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4182

Abstract

Ojek Online adalah layanan transportasi yang menggunakan aplikasi digital untuk menghubungkan penumpang dengan pengemudi ojek. Tugas dari driver ojek online adalah  mengantar penumpang, menjaga kualitas layanan, mengatur waktu dan rute , menjaga keamanan serta memberikan informasi. Dengan tugas-tugas tersebut memungkinkan driver ojek online menemukan kasus kegawatan di perjalanan . ebagaimana kita ketahui bersama angka kejadian henti jantung di Indonesia cukup tinggi, dengan 251,09 kematian per 100.000 orang pada tahun 2023. Bantuan Hidup Dasar (BHD) sangat penting dilakukan karena dapat menyelamatkan nyawa saat terjadi keadaan henti nafas atau henti jantung. BHD merupakan tindakan pertolongan pertama yang dapat dilakukan oleh siapa saja termasuk driver ojek online untuk mempertahankan fungsi pernafasan dan sirkulasi  hingga bantuan medis lebih lanjut tiba.  Tujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan BHD terhadap tingkat pengetahuan dan keterampilan masyarakat awan terutama pengemudi ojek online dalam memberikan pertolongan pertama henti jantung. Metode Penelitia adalah desain quasi eksperimen pre test – post test untuk mengumpulkan data tentang kemampuan melakukan BHD sebelum dan sesudah diberikan materi dan praktek BHD. Hasil penelitian ini Pre-test Rata-rata skor kemampuan BHD driver ojek online adalah 48 Perlakuan driver ojek online mengikuti program penjelasan materi dan praktek BHD selama satu hari Post-test Rata-rata skor kemampuan BHD driver ojek online menjadi 90. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan melakukan BHD yang signifikan setelah mengikuti program materi dan praktek BHD, sehingga metode tersebut dianggap efektif dalam meningkatkan kemampuan BHD. 
Hubungan Pelaksanaan Discharge Planning dengan Kesiapan Pulang Keluarga Pasien Anak dengan Tuberkulosis Paru di RSUD Kabupaten Karawang Sep Carliyan; Ana Rizana
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i1.20139

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by the bacteria Mycobacterium tuberculosis. Pulmonary tuberculosis is characterized by coughing with phlegm for approximately 2 weeks. Coughing with phlegm mixed with blood, coughing up blood, shortness of breath, weakness, decreased appetite, weight loss, malaise, night sweats, fever accompanied by chills for more than a month. Some patients with pulmonary tuberculosis must undergo hospitalization. During hospitalization, patients with pulmonary tuberculosis require various professional actions. Many aspects need to be communicated, including knowledge, information, care, improving health status and treatment compliance and prevention of transmission. To determine the relationship between the implementation of discharge planning and the readiness to go home of families of pediatric patients with pulmonary tuberculosis at the Karawang District Hospital. The research sample was taken using the accidental sampling technique. This study used a quantitative descriptive analytical research design with a cross-sectional design. The data collection tool used a questionnaire sheet. The study showed that respondents who assessed the implementation of Discharge Planning in the good category had a readiness to go home value in the good category, which was 82.6%. From the results of the statistical test (Chi Square), a p value of 0.000 alpha (0.05) was obtained, so Ho was rejected/Ha was accepted, meaning that there was a significant statistical relationship between the implementation of discharge planning and the readiness to go home of the families of pediatric patients with pulmonary tuberculosis at the Karawang Regency Hospital in 2024. From this study, there is a significant relationship between the implementation of discharge planning and the readiness to go home of the families of pediatric patients with pulmonary tuberculosis at the Karawang Regency Hospital in 2024. Keywords: Tuberculosis Concept, Implementation of Discharge Planning, and Concept Readiness to Go Home, Family Concept.  ABSTRAK Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis. Tuberkulosis paru ditandai dengan batuk disertai dahak selama kurang lebih 2 minggu. Batuk disertai dengan dahak yang bercampur darah, batuk berdarah, sesak nafas, badan lemas, nafsu makan menurun, berat badan menurun, malaise, berkeringat pada malam hari, demam disertai meriang lebih dari satu bulan. Beberapa penderita tuberkulosis paru harus menjalani perawatan di rumah sakit. Selama perawatan di rumah sakit pasien dengan tuberkulosis paru membutuhkan berbagai macam tindakan yang bersifat professional. Banyak aspek yang perlu dikomunikasikan diantaranya pengetahuan, informasi, perawatan, meningkatkan status kesehatan dan kepatuhan pengobatan maupun pencegahan penularan. Mengetahui Hubungan pelaksanaan discharge planning dengan kesiapan pulang keluarga pasien anak dengan tuberkulosis paru di RSUD Kabupaten Karawang. Pengambilan sampel penelitian menggunakan Teknik accidental sampling. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Alat pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Penelitian menunjukkan bahwa responden yang menilai pelaksanaan Discharge Planning dalam kategori baik memiliki nilai kesiapan untuk pulang dalam kategori baik pula yaitu sebesar 82,6%. Dari hasil uji statistik (Chi Square) diperoleh nilai p value 0,000 alpha (0,05) maka Ho ditolak/Ha diterima, artinya terdapat hubungan statistik yang bermakna antara pelaksanaan discharge planning dengan kesiapan pulang keluarga pasien anak dengan tuberkulosis paru di RSUD Kabupaten Karawang tahun 2024. Dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara pelaksanaan discharge planning dengan kesiapan pulang keluarga pasien anak dengan tuberkulosis paru di RSUD Kabupaten Karawang tahun 2024.                    Kata Kunci: Konsep Tuberkulosis, Pelaksanaan Discharge Planning, dan konsep Kesiapan Pulang, Konsep Keluarga.