Solahudin
STAI Pelabuhan Ratu Sukabumi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Permainan Petak Umpet Dalam Meningkatkan Kemampuan Sosial Emosional Pada Anak Kelompok B2 PAUD Al Fajar Palabuhanratu Rini Ariani; Herri Azhari; Solahudin
Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 1 No 1 (2024): Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/banin.11614

Abstract

Penelitian ini menyoroti pentingnya pengembangan kemampuan sosial-emosional pada anak sejak dini, dengan menggunakan permainan tradisional seperti petak umpet. Permainan ini tidak hanya berperan dalam meningkatkan keterampilan sosial anak, tetapi juga sebagai upaya melestarikan kebudayaan daerah. Guru dapat memainkan peran penting dalam mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak usia dini, dengan harapan dapat menanamkan rasa cinta terhadap tanah air dan mempertahankan warisan nenek moyang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sosial-emosional anak kelompok B2 di PAUD Al Fajar Palabuhanratu melalui dua siklus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Hasil observasi menunjukkan peningkatan signifikan dari awal penelitian hingga siklus II. Penerapan permainan petak umpet berhasil meningkatkan kemampuan anak dalam bekerja sama, tampil di depan umum, sportifitas, mengikuti aturan permainan, dan kemandirian. Sebelum tindakan dilaksanakan, indikator penilaian anak hanya mencapai 30%, namun setelah siklus 1, persentase keberhasilan meningkat menjadi 50%, dan pada siklus II terus meningkat menjadi 80%. Dengan demikian, keberhasilan anak telah mencapai indikator ≥51%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan permainan petak umpet efektif dalam meningkatkan kemampuan sosial-emosional anak. Penelitian ini memberikan kontribusi positif tidak hanya pada perkembangan sosialisasi anak, tetapi juga dalam mempertahankan dan mengenalkan nilai-nilai budaya sejak usia dini.