Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Manajemen Konflik di Pesantren Melalui Kultur Pesantren dan Gaya Kepemimpinan Kyai Muhammad Syahrul Ardhana; Ifadah Maziah Baidillah; Rima Miftah Nurnabilla; Ani Qotuz Zuhro’ Fitriana
Lentera: Multidisciplinary Studies Vol. 1 No. 4 (2023): Lentera: Multidisciplinary Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/lentera.v1i4.38

Abstract

Konflik yakni hal yang nyata terjadi dan sering ada selagi seseorang masih hidup bersosial bersama masyarakat. Konflik di pondok pesantren timbul sebagai hasil adanya keragaman latar belakang warga pesantren, masalah-masalah komunikasi, hubungan pribadi, atau struktur pesantren itu sendiri. Salah pengertian yang berkenaan dengan kalimat, bahasa yang sulit dimengerti, atau informasi yang mendua dan tidak lengkap, serta gaya individu pemimpin yang tidak konsisten. Pertarungan kekuasaan dalam pesantren atau sistem penilaian yang bertentangan, persaingan untuk memperebutkan sumber daya yang terbatas, atau saling ketergantungan antar kelompok kegiatan kerja guna mencapai tujuan. Ketidaksesuaian tujuan atau nilai-nilai sosial pribadi dengan perilaku yang diperankan pada jabatan masing-masing dan perbedaan dalam nilai-nilai atau persepsi. Karakteristik kepribadian khusus seperti otoriter juga dapat menimbulkan konflik.Penelitian ini melibatkan penelitian kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian kepustakaan (penelitian perpustakaan). Penelitian kepustakaan adalah penelitian yang dilakukan oleh cara melihat buku, literatur, catatan dan berbagai laporan tentang apa yang Anda inginkan diselesaikan, dalam hal ini adalah tentang manajemen konflik di pesantren. Tujuan dari resolusi konflik adalah terselesaikannya konflik secara tuntas dan mewujudkan perdamaian. Model-model resolusi konflik yang ada di dunia pesantren hakikatnya adalah untuk menyelesaikan konflik. Dengan landasan teologi Aswaja (Ahlussunah Waljama’ah) lalu diformulasikan dengan kultur yang ada, kemudian upaya resolusi konflik dilakukan oleh masyarakat pesantren.Dari paparan tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen konflik merupakan bagian yang harus diperhitungkan secara matang dalam membuat sebuah komitmen dan keputusan agar konflik tidak menjadi penghambat dalam sebuh sistem organisasi. Selain itu, manajemen konflik menjadi bagian terpenting dalam menyelesaikan semua persoalan yang ada dalam lembaga pendidikan Islam.
Upaya Pencegahan Kenakalan Remaja di MTs Miftahul Huda Aulia Savira Putri; Melinda Azwia; Ani Qotuz Zuhro’ Fitriana
Lentera: Multidisciplinary Studies Vol. 1 No. 4 (2023): Lentera: Multidisciplinary Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/lentera.v1i4.39

Abstract

Remaja merupakan generasi penerus bangsa yang diharapkan dapat merubah bangsa ini menjadi lebih baik, akan tetapi banyak remaja yang melakukan kenakalan dan perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang melanggar aturan, norma, dan nilai-nilai yang sudah ada. Kenakalan remaja ini meresahkan untuk masyarakat. Kenakalan remaja merupakan perilaku yang menggambarkan adanya kesalahan dalam pola Pendidikan, baik di sekolah, keluarga, bahkan dimasyarakat. Adapun faktor adanya kenakalan remaja disebabkan oleh pola asuh orang tua yang salah, lingkungan sekolah yang buruk, kontrol diri yang lemah, lingkungan sosial dan masyarakat yang kurang mendukung dan juga salah dalam pergaulan. Kenakalan remaja tidak hanya dilakukan oleh orang yang putus sekolah, akan tetapi juga orang yang berstatus menjadi siswa. kenakalan remaja ini juga terjadi pada siswa MTs Maftahul Huda untuk kenakalan remaja ini harus mendapatkan perhatian dari pihak keluarga dan juga pihak sekolah, serta mereka harus melakukan berbagai upaya untuk mencegah kenakalan remaja yang dilakukan oleh siswa.
Manajemen Konflik di Pesantren Melalui Kultur Pesantren dan Gaya Kepemimpinan Kyai Muhammad Syahrul Ardhana; Ifadah Maziah Baidillah; Rima Miftah Nurnabilla; Ani Qotuz Zuhro’ Fitriana
Lentera: Multidisciplinary Studies Vol. 1 No. 4 (2023): Lentera: Multidisciplinary Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/lentera.v1i4.38

Abstract

Konflik yakni hal yang nyata terjadi dan sering ada selagi seseorang masih hidup bersosial bersama masyarakat. Konflik di pondok pesantren timbul sebagai hasil adanya keragaman latar belakang warga pesantren, masalah-masalah komunikasi, hubungan pribadi, atau struktur pesantren itu sendiri. Salah pengertian yang berkenaan dengan kalimat, bahasa yang sulit dimengerti, atau informasi yang mendua dan tidak lengkap, serta gaya individu pemimpin yang tidak konsisten. Pertarungan kekuasaan dalam pesantren atau sistem penilaian yang bertentangan, persaingan untuk memperebutkan sumber daya yang terbatas, atau saling ketergantungan antar kelompok kegiatan kerja guna mencapai tujuan. Ketidaksesuaian tujuan atau nilai-nilai sosial pribadi dengan perilaku yang diperankan pada jabatan masing-masing dan perbedaan dalam nilai-nilai atau persepsi. Karakteristik kepribadian khusus seperti otoriter juga dapat menimbulkan konflik.Penelitian ini melibatkan penelitian kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian kepustakaan (penelitian perpustakaan). Penelitian kepustakaan adalah penelitian yang dilakukan oleh cara melihat buku, literatur, catatan dan berbagai laporan tentang apa yang Anda inginkan diselesaikan, dalam hal ini adalah tentang manajemen konflik di pesantren. Tujuan dari resolusi konflik adalah terselesaikannya konflik secara tuntas dan mewujudkan perdamaian. Model-model resolusi konflik yang ada di dunia pesantren hakikatnya adalah untuk menyelesaikan konflik. Dengan landasan teologi Aswaja (Ahlussunah Waljama’ah) lalu diformulasikan dengan kultur yang ada, kemudian upaya resolusi konflik dilakukan oleh masyarakat pesantren.Dari paparan tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen konflik merupakan bagian yang harus diperhitungkan secara matang dalam membuat sebuah komitmen dan keputusan agar konflik tidak menjadi penghambat dalam sebuh sistem organisasi. Selain itu, manajemen konflik menjadi bagian terpenting dalam menyelesaikan semua persoalan yang ada dalam lembaga pendidikan Islam.
Upaya Pencegahan Kenakalan Remaja di MTs Miftahul Huda Aulia Savira Putri; Melinda Azwia; Ani Qotuz Zuhro’ Fitriana
Lentera: Multidisciplinary Studies Vol. 1 No. 4 (2023): Lentera: Multidisciplinary Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/lentera.v1i4.39

Abstract

Remaja merupakan generasi penerus bangsa yang diharapkan dapat merubah bangsa ini menjadi lebih baik, akan tetapi banyak remaja yang melakukan kenakalan dan perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang melanggar aturan, norma, dan nilai-nilai yang sudah ada. Kenakalan remaja ini meresahkan untuk masyarakat. Kenakalan remaja merupakan perilaku yang menggambarkan adanya kesalahan dalam pola Pendidikan, baik di sekolah, keluarga, bahkan dimasyarakat. Adapun faktor adanya kenakalan remaja disebabkan oleh pola asuh orang tua yang salah, lingkungan sekolah yang buruk, kontrol diri yang lemah, lingkungan sosial dan masyarakat yang kurang mendukung dan juga salah dalam pergaulan. Kenakalan remaja tidak hanya dilakukan oleh orang yang putus sekolah, akan tetapi juga orang yang berstatus menjadi siswa. kenakalan remaja ini juga terjadi pada siswa MTs Maftahul Huda untuk kenakalan remaja ini harus mendapatkan perhatian dari pihak keluarga dan juga pihak sekolah, serta mereka harus melakukan berbagai upaya untuk mencegah kenakalan remaja yang dilakukan oleh siswa.