Abdul Ghofur
Sekolah Tinggi Agama Islam Binamadani

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENERAPAN SANKSI TA’ZIR UNTUK MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL-MUSYARROFAH JAKARTA SELATAN Siska Oktavera; Rifki Alfarisi; Abdul Ghofur
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 6 No 2 (2023): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v6i2.399

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efek dari penerapan sanksi Ta’zir pada tingkat kedisiplinan santri di Pondok Pesantren al-Musyarrofah. Sering dijumpai di kalangan santri di banyak pondok pesantren yang melanggar peraturan-peraturan yang telah ditetapkan pengurus. Di antara hal yang menjadikan hal tersebut terjadi adalah kurangnya penanaman sikap disiplin pada santri dan tidak adanya konsekuensi terhadap peraturan-peraturan yang telah dilanggar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Peneliti mendapatkan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penerapan ta’zir di Pondok Pesantren al-Musyarrofah disesuaikan dengan tingkatan pelanggaran yang telah dilakukan santri. Ta’zir yang diterapkan bentuknya bermacam-macam dan dikelompokkan menjadi 3 kategori, yaitu: ringan, sedang, dan berat. Penerapan ta’zir tersebut memberikan efek baik berupa meningkatnya kedisiplinan santri. Santri menjadi lebih mentaati peraturan yang ada dan melaksanakan kegiatan pesantren dengan baik. Kelebihan dan kekurangan yaitu tidak stabilnya semangat pengurus, kedua perlakuan yang kurang adil antara santri junior dan senior dalam menerapkan ta’zir, serta kurangnya tauladan dari santri senior.
ETIKA SISWA DAN GURU PADA PROSES PEMBELAJARAN DALAM PEMIKIRAN IMAM AL-GHAZALI Jaenal Arifin; Siti Salbiah; Abdul Ghofur
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 7 No 1 (2024): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v7i1.566

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pemikiran Imam al-Ghazali tentang etika siswa dan guru pada proses pembelajaran. Etika siswa dan guru menjadi penting, terutama ketika terjadi proses transformasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kepustakaan dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Data primer bersumber dari buku karya Imam al-Ghazali. Dan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan lainnya yang memiliki relevansi dengan pembahasan. Penelitian memberikan kesimpulan bahwa ketika belajar siswa hendaknya menjaga etika-etika berupa mensucikan jiwa, menjauhkan diri dari urusan dunia, menjauhkan diri dari sifat sombong, menghindari perdebatan dan fanatik pada satu pendapat, tidak meninggalkan atau membenci suatu ilmu, belajar secara bertahap dan memperbaiki niat dan tujuan. Begitu pula seorang guru harus memiliki etika-etika dalam pengajaran berupa menyayangi dan menganggap siswa seperti anak sendiri, guru bersikap ikhlas dan mengharap ridha Allah Swt, guru memberikan nasihat kepada siswa, mengingatkan kesalahan siswa dengan bijak, menghargai dan menghormati ilmu, guru harus mengetahui kemampuan berfikir dan kondisi siswa, menjadi contoh dalam pengamalan ilmu. Pemikiran Imam al-Ghazali ini sangat relevan dengan pendidikan saat ini dimana sekolah harus menanamkan nilai-nilai etika dalam proses pembelajaran.
STRATEGI PENINGKATAN LITERASI BERAGAMA DENGAN PEMBIASAAN SIKAP RELIGIUS DI MTs AMANATUL MUSLIMIN JAKARTA BARAT Abdul Fikri; Abdul Ghofur
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 7 No 2 (2024): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v7i2.659

Abstract

Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui strategi peningkatan literasi beragama melalui pembiasaan sikap religius di MTs Amanatul Muslimin Jakarta Barat. Pembiasaan sikap religius memegang peranan penting pada upaya sekolah untuk menghasilkan siswa yang memiliki karakter religius dan pemahaman keagamaan yang kuat. Meski demikian, dalam pelaksanaannya memerlukan strategi yang tepat agar prosesnya berjalan lancar dan mencapai hasil yang diharapkan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif yaitu penelitian untuk memperoleh data dari informan secara mendalam. Untuk mendapatkan data penelitian peneliti melakukan obeservasi dan serangkaian wawancara terhadap kepala sekolah, wakil bagian kurikulum, guru, dan siswa. Sementara sumber data sekunder diperoleh dari literatur-literatur yang meliputi buku, jurnal ilmiah, dokumen-dokumen yang berkaitan dengan permasalahan yang diangkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk meningkatkan literasi beragama di MTs. Amanatul Muslimin, Jakarta Barat, pihak sekolah menerapkan strategi: 1. Membuat proram kegiatan keagamaan seperti membaca dan menulis Al-Qur’an (BTQ), shalat fardhu berjamaah, shalat Dhuha, menerapkan budaya 5S (senyum, sapa, salam, sopan dan sabar), dan sedekah Jum’at. 2. Pemberian motivasi, nasehat, dan teladan oleh guru, agar siswa lebih semangat dalam beribadah dan memahami agama. Adapun faktor-faktor pendukung dan penghambat strategi peningkatan literasi beragama dengan pembiasaan sikap religius ini adalah dukungan dan keterlibatan kepala sekolah, guru, masyarakat, dan orang tua. Sedangkan faktor penghambatnya adalah pengaruh lingkungan luar sekolah, pengaruh media sosial, serta kurangnya kesadaran pada diri siswa.
KONTEKSTUALISASI SIKAP USWATUN HASANAH DAN RAHMATAN LI AL-'ALAMIN DALAM DIRI RASULULLAH SAW DENGAN METODE DAMAI SEBAGAI STRATEGI PEMBELAJARAN ALTERNATIF DI SEKOLAH TINGKAT DASAR DAN MENENGAH Umar Samsudin; Abdul Ghofur; Siska Oktavera
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2023): alfikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i2.512

Abstract

Tulisan ini berupaya mendudukkan keterkaitan antara yang sentral dengan yang perifer. Sentralnya adalah strategi pembelajaran Rasulullah Saw, yaitu sebagai sosok yang dapat dijadikan sebagai uswatun hasanah dan sikapnya yang rahmatan lil’alamin. Sementara periferinya adalah pengembangan strategi pembelajaran Rasulullah tersebut dengan metode damai. Dengan metode damai ini, mampu menjalin hubungan yang baik antara guru dan siswa, dapat menumbuhkan jiwa semangat dan emosi positif. Dengan demikian dapat meminimalisir terjadinya kekerasan dalam pendidikan. Strategi pembelajaran dengan kontekstualisasi sikap Usawatun hasanah dan rahmatan lil 'alamin melalui metode damai memberikan solusi terhadap suatu masalah dalam pembelajaran, khususnya masalah kekerasan dalam pendidikan untuk anak usia sekolah tingkat dasar dan menengah. Dalam menerapkan strategi pembelajaran kontekstual dengan metode damai ini, yang diperlukan adalah mengolah kelas, melakukan interaksi belajar-mengajar, menyampaikan materi dan metode, yang semuanya menerapkan pendekatan humanistik (humanistic approach). Di antara mendidik dengan peserta didik didorong untuk melakukan komunikasi multi-arah sehingga tercipta suasana demokratis di dalam kelas, dan tidak didominasi oleh peran guru secara berlebihan. Dalam perspektif Islam, perdamaian adalah salah satu prinsip yang luhur yang dimilikinya.