Hildayanti Hildayanti
Administrasi Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kendari

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Menjaga Motivasi Belajar dengan Re-kontruksi Metode Pembelajaran: Sebuah Kompensasi atas Minimnya Fasilitas Sekolah Nurzaima Nurzaima; Hildayanti Hildayanti; Arfin Arfin; Nasir Nasir
Jurnal Ilmu Manajemen Sosial Humaniora (JIMSH) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari 2023, Jurnal Ilmu Manajemen Sosial Humaniora (JIMSH)
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/jimsh.v5i1.1067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi tantangan minimnya fasilitas di sekolah dasar dalam menjaga motivasi belajar siswa melalui re-konstruksi metode pembelajaran. Rasional dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dampak negatif dari minimnya fasilitas sekolah terhadap motivasi belajar siswa dan untuk mengembangkan metode pembelajaran yang efektif untuk mengkompensasi keterbatasan tersebut. Langkah-langkah penelitian mencakup identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi metode pembelajaran yang direkonstruksi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan penilaian hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa re-konstruksi metode pembelajaran melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia secara kreatif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Siswa merespon positif terhadap pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif, termasuk penggunaan materi ajar yang mudah diakses dan pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam konteks pendidikan di sekolah dasar dengan minim fasilitas, dengan menunjukkan bahwa kreativitas dalam penggunaan sumber daya yang ada dapat mengatasi kendala tersebut dan menjaga motivasi belajar siswa. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah mengamati dampak jangka panjang dari metode pembelajaran ini dan mengadaptasikannya untuk kondisi sekolah dasar lainnya dengan keterbatasan fasilitas serupa.