Listen Prima
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Ruang Publik Sebagai Sarana Sosialisasi Wanita pada Kawasan Permukiman di Kota Palembang Tutur Lussetyowati; Listen Prima; Almira Ulfa
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol 3 No 1 (2023): Archvisual
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55300/archvisual.v3i1.1757

Abstract

Ruang publik adalah ruang tempat di mana kegiatan sosial dan kegiatan komunitas berlangsung. Pada ruang-ruang publik biasanya terjadi interaksi sosial. Perilaku orang dalam memanfaatkan ruang publik berbeda untuk tiap individu maupun tiap kelompok masyarakat. Pada kawasan permukiman di mana para wanita meluangkan waktu lebih banyak (terutama yang tidak bekerja) di sekitar lingkungan rumahnya, akan sangat banyak menggunakan ruang-ruang publik sebagai sarana sosialiasai dengan orang lain. Fokus kajian di sini adalah melihat ruang-ruang publik apa saja yang banyak digunakan oleh kaum wanita di sekitar lingkungan huniannya dan bagaimana mereka memanfaatkan ruang publik tersebut sebagai sarana untuk sosialisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian campuran antara metode kualitatif studi kasus dengan metode kuantitatif penelitian lapangan. Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan bahwa ruang publik yang banyak digunakan oleh para wanita di sekitar lingkungan permukimannya adalah jalan lingkungan, pasar, warung, lapangan olahraga, dan taman. Selain itu, ruang publik di kawasan permukiman yang paling banyak adalah digunakan untuk kegiatan pokok (necessary activities), seperti: berbelanja; pergi ke tempat kerja; dan pergi sekolah, serta kegiatan sosial (social activities), seperti: bertemu dan mengobrol dengan tetangga; dan bermain dengan anak. Dengan demikian, output dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar penelitian lanjut terhadap efektifitas ruang publik oleh para wanita.