Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Potensi Dampak Lingkungan Pengelolaan Sampah Domestik di Industri Galangan Kapal dengan Metode Life Cycle Assessment Muhammad Ijlal Rafi; Syadzadhiya Qotrunada Zakiyayasin Nisa
Envirous Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v4i1.159

Abstract

Salah satu industri galangan kapal di Kota Surabaya menghasilkan sampah sebanyak 3 ton/hari. Saat ini, pengelolaan sampah yang dilakukan cenderung langsung dibuang ke wadah sementara tanpa dilakukan pemilahan sehingga menyebabkan sampah tercampur di TPS. Kurangnya proses pemisahan sampah berdasarkan komposisinya memengaruhi perubahan lingkungan karena proses pengelolaan dan pengolahan tidak dilakukan dengan seharusnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui potensi dampak lingkungan dengan membandingkan tiga skenario daur ulang sampah yang berhubungan dengan proses pengolahan sampah menggunakan Life Cycle Assessment (LCA). Proses analisis data menggunakan software OpenLCA dengan metode CML-IA Baseline. Terdapat satu skenario eksisting dan dua skenario alternatif pengelolaan sampah, yaitu pengomposan dan Anaerobic Digestion. Hasil menunjukkan bahwa skenario 1 (eksisting) memiliki bobot sebesar 1,05 x 10-10, skenario 2 sebesar 4,77 x 10-11, dan skenario 3 sebesar 6,62 x 10-11. Skenario 2 memiliki potensi dampak lingkungan yang kecil dilihat dari nilai pembobotannya yang rendah sehingga alternatif yang dapat dilakukan oleh industri galangan kapal adalah memilah sampah di sumbernya; melakukan pengomposan; mendistribusikan sampah untuk didaur ulang; serta mengumpulkan dan mengangkut sisa sampah yang ada ke TPA Benowo. One of the shipyard industries in Surabaya City produces 3 ton of waste per day. At present, waste management tends to be disposed of directly into temporary containers without segregation, causing waste to mix at temporary landfill. The lack of a waste separation process based on its composition affects environmental changes because the management and processing are not carried out properly. The purpose of this study is to determine the potential environment impact by comparing three scenarios of waste recycling related to waste processing using Life Cycle Assessment (LCA). Data analysis process uses OpenLCA software with CML-IA Baseline method. There is one existing scenario and two alternative scenarios for waste management, namely composting and anaerobic digestion process. The result show that scenario 1 (existing) has a weight of 1,05 x 10-10, scenario 2 of 4,77 x 10-11, and scenario 3 of 6,62 x 10-11. Scenario 2 has a small potential environmental impact in terms of its low weighting value so that the alternative that can be applied in the shipyard industry is to sort waste at its source; composting; distributing waste to recycle; also collecting and hauling the rest of waste to Benowo Landfill.
ANALISIS JEJAK KARBON DARI AKTIVITAS PERKANTORAN INDUSTRI GALANGAN KAPAL Muhammad Ijlal Rafi; Syadzadhiya Qotrunada Zakiyayasin Nisa
Nusantara Hasana Journal Vol. 3 No. 7 (2023): Nusantara Hasana Journal, December 2023
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v3i7.1027

Abstract

One of the Shipbuilding Industries in Surabaya has a building as the management office of the company. Office activities can generate CO2 emissions due to the equipment that uses electricity to support activities such as lighting, air conditioning systems, and other electronic devices. The amount of electrical energy used affects the amount of carbon emissions produced because activities using energy will generate carbon dioxide (CO2) emissions. The aim of this research is to analyze the secondary carbon footprint generated during office activities in the Shipbuilding Industry, considering the use of electrical equipment in daily activities. This research uses a quantitative method through a carbon footprint analysis approach as a method to calculate the amount of carbon dioxide (CO2) emissions from the activities conducted. The research results show that the total CO2 emissions generated from the office activities in the Management Building are 237456,8064 KgCO2/year. The lowest CO2 emissions are from the 3rd floor, amounting to 23352.7219 KgCO2/year, while the highest emissions are from the 2nd floor, totaling 70912.0896 KgCO2/year. Efforts that can be made to reduce carbon emissions include implementing green computing, reducing air conditioning usage, maximizing sunlight, and conducting socialization and education for employees to save electricity. Salah satu Industri Galangan Kapal di Kota Surabaya memiliki gedung sebagai kantor manajemen perusahaan tersebut. Aktivitas perkantoran dapat menghasilkan emisi CO2 karena keterkaitan gedung perkantoran dengan penggunaan peralatan yang menggunakan listrik untuk mendukung aktivitas seperti pencahayaan, sistem pendingin ruangan, serta peralatan elektronik lainnya. Penggunaan energi listrik yang banyak akan meningkatkan emisi karbon yang dihasilkan karena kegiatan yang membutuhkan energi akan mengeluarkan gas karbon dioksida (CO2). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jejak karbon sekunder yang ditimbulkan selama aktivitas perkantoran di Industri Galangan Kapal ditinjau dari penggunaan peralatan listrik dalam aktivitas sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui pendekatan analisis jejak karbon sebagai metode dalam melakukan perhitungan jumlah karbondioksida (CO2) sekunder dari aktivitas yang dilakukan. Hasil penelitian didapatkan bahwa emisi CO2 total yang dihasilkan dari aktivitas perkantoran Gedung Manajemen yaitu sebesar 237456,8064 KgCO2/tahun. Emisi CO2 terendah dihasilkan dari lantai 3 yaitu sebesar 23352,7219 KgCO2/tahun. Sedangkan emisi terbesar dihasilkan dari lantai 2 yaitu sebesar 70912,0896 KgCO2/tahun. Upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi emisi karbon yaitu menerapkan konsep green computing, mengurangi pemakaian AC, memaksimalkan cahaya matahari, dan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada karyawan untuk menghemat listrik.
EVALUASI PENGELOLAAN LIMBAH B3 INDUSTRI MANUFAKTUR Safitri Wahyu Pratiwi; Syadzadhiya Qotrunada Zakiyayasin Nisa
Nusantara Hasana Journal Vol. 3 No. 7 (2023): Nusantara Hasana Journal, December 2023
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v3i7.1028

Abstract

The manufacturing industry produces hazardous and toxic waste (B3 waste) including used lubricating oil, used batteries, used rags, sludge from production processes, electronic waste, and used B3 packaging that are considered to have no economic value and have an impact on the environment. B3 waste management in the Manufacturing Industry covers a series of management activities starting from storage and packaging and transportation by third parties. This study aims to identify and evaluate B3 waste management activities in the Manufacturing Industry by providing an assessment of B3 waste management practices based on the applicable B3 waste management regulations. The method used in the assessment of B3 waste using the Guttman Scale. The results of the evaluation of B3 waste management show that the aspects of attaching symbols and labels and the aspects of document completeness have 100% compliance. The aspect of B3 waste storage has 88% compliance. The aspect of B3 waste packaging and packaging has 87.5% compliance. The average percentage is 94% and categorized as “Very Good”. However, there are some aspects that are evaluated such as fire safety, floor conditions, and labeling of waste containers. Industri manufaktur menghasilkan limbah B3 meliputi minyak pelumas bekas, aki dan baterai bekas, kain majun bekas, lumpur hasil proses produksi, limbah elektronik, dan kemasan bekas B3 yang dianggap tidak bernilai ekonomis dan berdampak ke lingkungan. Pengelolaan limbah B3 di Industri Manufaktur mencakup rangkaian pengelolaan yang dimulai dari penyimpanan dan pewadahan dan pengangkutan oleh pihak ketiga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kegiatan pengelolaan limbah B3 di Industri Manufaktur dengan memberikan penilaian terhadap praktik pengelolaan limbah B3 mengacu pada peraturan pengelolaan limbah B3 yang berlaku. Metode yang digunakan dalam penilaian terhadap penanganan limbah B3 dilakukan dengan menggunakan Skala Guttman. Hasil evaluasi pengelolaan limbah B3 menunjukkan bahwa aspek pelekatan simbol dan label serta aspek kelengkapan dokumen memiliki ketaatan 100%. Aspek penyimpanan limbah B3 memiliki ketaatan 88%. Aspek pengemasan dan pewadahan limbah B3 memiliki ketaatan 87,5%. Dari keempat aspek itu, rata-rata persentase ketaatan adalah 94% dan dikategorikan “Baik Sekali”. Tetapi, terdapat beberapa aspek yang dievaluasi seperti tidak ada alat pendeteksi kebakaran, lantai yang bergelombang akibat mobilisasi forklift, lantai yang belum dibuat condong ke arah bak penampung dengan kemiringan tidak lebih dari 1%, serta belum diberi label “KOSONG” pada wadah limbah B3 yang tidak terdapat isinya.
Life Cycle Assessment (LCA) Proses Pengolahan Air Limbah Domestik di Perusahaan Galangan Kapal Pratiwi, Safitri Wahyu; Syadzadhiya Qotrunada Zakiyayasin Nisa
Envirous Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v4i1.154

Abstract

Salah satu perusahaan galangan kapal di Kota Surabaya menghasilkan debit air limbah domestik rata-rata sebesar 0,125 m3 perharinya. Saat ini, perusahaan terkait memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk disesuaikan parameter baku mutunya sebelum dibuang ke badan air. Pengolahan air limbah berpotensi menghasilkan emisi gas rumah kaca, baik diperoleh dari proses pengolahan atau dari alat pendukung pengoperasian. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dampak lingkungan yang ditimbulkan dari tiap proses pengolahan IPAL dengan menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA). Proses analisis data menggunakan software OpenLCA dengan metode IMPACT 2002+. Dampak yang dianalisis yaitu Global Warming, Respiratory Inorganics, dan, Ozone Layer Depletion. Hasil menunjukkan bahwa dampak global warming terbesar dihasilkan dari proses di tangka anaerob-aerob sebesar 3,60 x 10-4 kg CO2-eq. Dampak lingkungan Respiratory Inorganics terbesar dari proses anaerob-aerob yaitu sebesar 3,02 x 102 kg PM2.5 eq. Dampak lingkungan Ozone Layer Depletion terbesar dihasilkan dari proses bak ekualisasi yaitu sebesar 4,62 x 10-2 kg CFC-11 eq. Rekomendasi perbaikan yang dapat dilakukan antara lain pengolahan gas metan dengan digesti anaerobik, pemantauan unit secara berkala, dan pembuatan lahan terbuka hijau. One of the shipbuilding companies in the city of Surabaya produces an average domestic wastewater discharge of 0.125 m3 per day. Currently, the relevant company has a Waste Water Treatment Plant (WWTP) to adjust the quality standard parameters before being discharged into water bodies. Wastewater processing has the potential to produce greenhouse gas emissions, whether obtained from the processing process or from operational support equipment. The aim of this research is to analyze the environmental impacts resulting from WWTP process and using the method Life Cycle Assessment (LCA). The data analysis process uses software OpenLCA with the IMPACT 2002+ method. The impacts analyzed are:Global Warming, Respiratory Inorganics, and, Ozone Layer Depletion. The results show that impact globalwarming with the largest score is produced from processes in anaerobic-aerobic tanks of 3.60 x 10-4 kg of CO2-eq. Environmental impact Respiratory Inorganics with the largest score is produced from processes in anaerobic-aerobic of 3.02 x 102 kg PM2.5 eq. Environmental impact Ozone Layer Depletion Inorganics with the largest score produced from the equalization process, namely 4.62 x 10-2 kg CFC-11 eq. Recommendations for improvements that can be made include processing methane gas with anaerobic digestion, regular monitoring of the unit, and creating green open areas.