Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Program Pemberdayaan dan Kemitraan Melalui Gerakan Masyarakat Sehat Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular Tantut Susanto; Erwin Nur Rif'ah; Irawan Fajar Kusuma; Suyani Indriastduti
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 7 NOMOR 2 SEPTEMBER 2023 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v7i2.10521

Abstract

Optimalisasi peranan masyarakat dalam Gerkan Masyarakat Sehat (Germas) melalui fasilitasi kader kesehatan di Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) penyakit tidak menular (PTM) menjadi solusi program promosi kesehatan yang efektif melaui pemberdayaan dan kemitraan di masyarakat sebagai bentuk partisipasi aktif dalam kesehatan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemberdayaan dan kemitraan masyarakat dalam mengatasi masalah PTM melalui Germas untuk menurunkan masalah hipertensi di Desa Glagahwero, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama 3 bulan (Agustus – November 2020) dalam bentuk pendidikan dan penyuluhan kesehatan tentang Germas dan hipertensi, senam anti hipertensi, diet hipertensi, pemberdayaan masak keluarga dalam manajemen konsumsi garam keluarga, dan Posbindu PTM. Kegiatan pengabdian desa binaan melibatkan 70 orang kelompok sasaran. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini adalah masyarakat mampu melakukan Germas untuk mengontrol tekanan darah dengan melakukan senam anti hipertensi seminggu sekali, ibu-ibu mampu menyusun menu rendah garam di keluarga, dan kegiatan Posbindu PTM bejalan setiap bulan sekali. Dampak lanjutnya terjadi penurunan rerata tekanan darah sistolik (130,5 ± 22,5 mmHg Vs. 122,3 ± 18,3 mmHg; p= <0.001) dan diastolic (81,83 ± 10,4 mmHg Vs. 79,4 ± 9,1 mmHg; p= 0.015), penurunan berat bada (60,6 ± 12,1 kg Vs. 59,7 ± 12 kg; p<0.001), dan penurunan lingkar perut (88,5 ± 14,2 cm Vs. 82,7 ± 14,1 cm; p<0.001) setelah pembinaan kegiatan pengabdian selama 3 bulan. Dengan demikian, dapat disimpulkan pengerakan dan pemberdayaan masyarakat dalam Germas mampu mencegah PTM, sehingga disarankan kegiatan Posbindu PTM perlu dilaksanakan secara berkelanjutan di masyarakat.
Perempuan dan IMS : Perilaku Menjaga Personal Hygiene Organ Reproduksi pada Pekerja Seks Langsung di Indonesia Dewi Rokhmah; Shinta Dwi Nurwidyansyah; Erwin Nur Rif&#039;ah
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 15, No. 1 Januari 2020
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpki.15.1.36-41

Abstract

Background: The localization of prostitution in Jember District has been closed permanently since 2007. It causes the hidden prostitution business that has been increasing in the street or as indirect sex work. This condition makes the limited access to provide information, condoms and STDs screening among female sex workers (FSWs).  Besides using condom, washing reproductive organs are often conducted to prevent STDs. This study aims to explore the behavior of FSWs in washing and lubricating reproductive organs. Method: This is a qualitative research which involved 12 FSWs in three areas of ex-localization in South Jember, 5 pims and health staffs. Data were collected through indepth-interviews and observation of work areas. Thematic content analysis was employed to identify themes and patterns of data.  Results: The behavior of genital hygiene among FSWs to keep healthy was relatively categorized not good. Beside low consistent in condom use, most of them wash their vagina using traditional herbs or soap. They also often drink traditional herbs to prevent STDs. Lack of knowledge and support from the pimps and health staffs to use condom during sex made them vulnerable from STDs. Changing panties routinely and avoid anal sex were practiced among FSWs to have safe sex.