Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MANAJEMEN BUDAYA RELIGIUS Qomaruddin Qomaruddin
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 21 No 1 (2023): Juni
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v21i1.4050

Abstract

ABSTRAK Pendidikan di Indonesia diharapkan tidak hanya menitik beratkan pada kecerdasan intelektual saja namun penting memperhatikan penanaman nilai-nilai karakter pada peserta didik dan pengembangan budaya disekolah sebagai aspek pembentukan karakter. Namun realitasnya dilapangan fungsi dan nilai-nilai eksternal yang dapat membentuk karakter yang diharapkan dalam pendidikan nasional belum terwujud secara optimal. bahwa pengembangan pendidikan belum sepenuhnya fokus pada pembentukan karakter peserta didik. Kebijakan kepala sekolah untuk membiasakan siswa berangkat tepat waktu, salat dhuha berjamaah, salat dhuhur berjama’ah, membaca Al-Qur’an, One Day One Surah, salat qobliyah dan ba’diyah dhuhur, muhadhoroh, membaca doa sebelum pelajaran, membayar infax dansalam sapa senyum kepada teman atau guru diharapkan semua itu mampu membentuk karakter peserta didik dengan baik. Kata Kunci: Manajemen, Budaya, Religius
Penerapan Metode Learning Start With A Question Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Qomaruddin Qomaruddin; Moh. Maghfur; Hana fuadiah
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 21 No 2 (2023): Desember
Publisher : FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS QOMARUDDIN GRESIK - JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v21i2.4106

Abstract

This research analyzes the application of the Learning Start With a Question method in PAI learning at UPT SMP 23 Gresik. It was found that the teacher succeeded in implementing this method well. The steps involve students in creating questions from the reading material provided, followed by discussion in class. The advantage is the direct involvement of all students in more interactive learning. However, the weakness is that students who are lazy about reading tend to repeat their friends' questions and sometimes ask things outside the material. The descriptive qualitative method allowed researchers to explain the actual conditions in the field. Data was obtained through observation, interviews and documentation, then analyzed through data reduction, presentation and verification. The research showed an increase in average student grades and positive individual achievements. Even though there are weaknesses, such as students not participating enough in reading and sometimes asking questions outside the material, overall, this method successfully improves PAI learning outcomes. Thus, it can be concluded that Learning Start With a Question effectively increases students' understanding of Islamic religious education in class VII SMPN 23 Gresik.
Implemetasi Kebijakan Pendidikan Multikultural dalam Membangun Toleransi Qomaruddin Qomaruddin; Amanda Fitrotul Lailiyah; Arlinda Inayatul Maulidah; Uswatun Hasanah
Quantum Edukatif: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2026): Quantum Edukatif
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya tantangan intoleransi dan polarisasi sosial dalam masyarakat multikultural Indonesia memerlukan respon pendidikan yang strategis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pendidikan multikultural sebagai fondasi dalam membangun sikap toleransi di lingkungan sekolah. Menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif, penelitian ini menyintesis temuan dari sepuluh jurnal ilmiah kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural diimplementasikan secara efektif melalui integrasi kurikulum sistemik pada mata pelajaran PPKn dan Pendidikan Agama Islam, penerapan model pembelajaran interaktif-humanis, serta penciptaan budaya sekolah yang inklusif. Meskipun demikian, hambatan signifikan masih ditemukan, meliputi keterbatasan kompetensi pedagogis guru dalam perspektif multikultural dan kurangnya materi ajar yang representatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi holistik antara pembuat kebijakan, pendidik, dan masyarakat sangat krusial untuk menginstitusikan nilai-nilai multikultural sebagai upaya preventif konflik sosial sekaligus fondasi keharmonisan bangsa.