Prih sarnianto
Magister Ilmu Kefarmasian Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisa Biaya dan Lamanya Waktu Pengobatan Pada Pasien Demam Tifoid Berdasarkan Clinical Pathway di Rs. Ridwan Meuraksa Agus Subarno; Prih sarnianto; Nurita Andayani
JRB-Jurnal Riset Bisnis Vol 4 No 2 (2021): April
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jrb.v4i2.1741

Abstract

Clinical pathway atau jalur klinis adalah sebuah pedoman yang digunakan untuk melakukan tindakan klinis berbasis bukti klinis medis pada fasilitas layanan kesehatan. Ini merupakan instrumen utama kendali mutu dan kendali biaya. Pemilihan ini ditujukan pada penyakit yang merupakan penyebab utama kematian, berisiko tinggi, dan biaya tinggi seperti demam tifoid. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui adanya perbedaan 4 regimen antibiotik terhadap lama rawat dan total biaya selama menjalani rawat inap di RS Ridwan Meuraksa. Sampel penelitian dilakukan pada seluruh pasien pasien tifoid yang dirawat di RS. Ridwan Meuraksa dengan kode Ina-CBGs A.01 yang memiliki data rekam medis lengkap. Sampel yang memenuhi kriteria dilakukan tahap selanjutnya dengan pengambilan data dari rekam medik, instalasi farmasi dan bagian keuangan. Dari hasil data yang diambil sampel di bagi menjadi 4 regimen antibiotik, yaitu regimen antibiotik A,B,C, dan D. Hasil penelitian menunjukkan pada sosiodemografi secara statistik tidak adanya perbedaan yang berarti terhadap 4 regimen antibiotik (Uji Kruskal-Wallis, p>0,05). Statistik rerata lama rawat dan biaya terhadap empat regimen antibiotik menunjukkan adanya perbedaan (Uji Kruskal-Wallis, p<0,05). Dari hasil disimpulkan bahwa total biaya antibiotik D adalah yang paling murah dalam tata laksana demam tifoid di RS Ridwan Meuraksa.
Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Dan Dampaknya Terhadap Loyalitas Pelanggan Apotek Di Kecamatan Serang Muhammad Rizal Syifauddin; Iha Haryani Hatta; Prih Sarnianto
Jurnal Riset Bisnis Vol. 6 No. 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jrb.v6i2.4640

Abstract

Pharmacies continue to grow and make business competition between pharmacies increase and reduce drug prescriptions, that require pharmacies to optimize marketing mix strategies that are useful in building customer loyalty. The main purpose of this study is to determine the influence of marketing mix variables on purchasing decisions and its impact on customer loyalty of Apotek in serang district. In this quantitative study, primary data was collected through interviews using a structured questionnaire that has been validated. The data of the research was collected using a random sample of 200 respondents of Pharmacy customers from 3 pharmacies in Serang District. Data analysis using the Structural Equation Modeling software AMOS 23. The results showed that products that are varied, complete and always available have an influence on purchasing decisions and customer loyalty. Low prices have an influence on purchasing decisions and customer loyalty. Location has no effect on purchasing decisions or customer loyalty because Serang District is a densely populated area and the proximity of pharmacies makes location selection not a customer's consideration. Promotion has no effect on purchasing decisions or customer loyalty because promotional activities are carried out only through word of mouth, pharmacies should preferably carry out digital promotions through advertising or television media. People influence purchasing decisions and customer loyalty because pharmacists can explain drugs in detail and behave friendly. The process influences purchasing decisions but does not affect customer loyalty because customers prefer the service process to be fast and easy. Physical evidence has no effect on purchasing decisions or customer loyalty because complete facilities are not a major consideration and the goal is to buy drugs. And the purchasing decisions positive and significant impact on customer loyalty.