This Author published in this journals
All Journal Jurnal Fatwa Hukum
SOFIA APRIANI NIM. A1012191094
Faculty of Law Tanjungpura University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PELAKSANAAN UPACARA ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT DAYAK LINOH PUDAU DI DESA MELAYANG SARI KECAMATAN SUNGAI TEBELIAN KABUPATENSINTANG SOFIA APRIANI NIM. A1012191094
Jurnal Fatwa Hukum Vol 6, No 3 (2023): E-Jurnal Fatwa Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractDayak Linoh Pudau is one of the Dayak tribes in Sintang Regency, the Dayak Linoh Pudau people in Melayang Sari Village, Sungai Tebelian District, Sintang Regency still adhere to and apply the principles of customs in the area, one of which is the traditional wedding ceremony which is considered sacred. However, along with the times, the implementation of the Dayak Linoh Pudau traditional wedding ceremony began to experience several shifts, both from the stages of marriage and the traditional equipment. The purpose of this research is to obtain information regarding the description of the implementation of traditional marriage ceremonies, to reveal the factors causing the shift to occur, to reveal the legal consequences that arise when the traditional marriage ceremony is not carried out, and to reveal the preservation efforts made by the whole community in maintaining the Dayak Linoh Pudau customary marriage law. The research method used is the Empirical Legal Research Method, the nature of the research uses the Nature of Descriptive Research, and data analysis using Qualitative Data Analysis.The research results achieved that the implementation of the traditional wedding ceremony of the Dayak Linoh Pudau community in Melayang Sari Village, Sungai Tebelian District, Sintang Regency is still being carried out by experiencing a shift such as Nombak Babi at Kaki Tanggak, Tutuk Pintu, and incomplete traditional wedding equipment such as gongs. Factors causing the implementation of traditional marriages to experience a shift due to economic factors, educational factors, and technological factors. The legal consequences for those who do not carry out the traditional wedding ceremony of the Dayak Linoh community are social sanctions and sanctions from their ancestors. Efforts made by traditional leaders and the community in preserving the Implementation of the Traditional Marriage Ceremony are that the Customary Chair plays the role of outreach to the community, especially the younger generation and provides guidance for couples who will carry out the marriage, as well as community awareness to work together in preserving and loving their customs, as well as forming groups community groups as forums or organizations that focus on preserving traditional marriages.Keywords: Traditional Ceremonies, Marriage, Dayak Linoh PudauAbstrak Dayak Linoh Pudau merupakan salah satu suku Dayak yang ada di Kabupaten Sintang, masyarakat Dayak Linoh Pudau di Desa Melayang Sari Kecamatan Sungai Tebelian Kabupaten Sintang masih tetap memegang teguh dan menerapkan prinsip adat istiadat di daerah tersebut, salah satunya yaitu upacara perkawinan adat yang dianggap sakral. Namun seiring perkembangan zaman, pelaksanaan upacara adat perkawinan Dayak Linoh Pudau mulai mengalami beberapa pergeseran, baik itu dari tahapan perkawinan maupun perlengkapan adatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai gambaran pelaksanaan upacara adat perkawinan, untuk mengungkapkan faktor penyebab terjadinya pergeseran, untuk mengungkapkan akibat hukum yang timbul dengan tidak dilaksanakannya upacara adat perkawinan, dan mengungkapkan upaya pelestarian yang dilakukan oleh seluruh masyarakat dalam mempertahankan hukum adat perkawinan Dayak Linoh Pudau. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Penelitian Hukum Empiris, sifat penelitian menggunakan Sifat Penelitian Deskriptif, dan analisis data menggunakan Analisis Data Kualitatif.Hasil penelitian yang dicapai bahwa pelaksanaan upacara adat perkawinan masyarakat Dayak Linoh Pudau di Desa Melayang Sari Kecamatan Sungai Tebelian Kabupaten Sintang masih tetap dilaksanakan dengan mengalami pergeseran seperti Nombak Babi di Kaki Tanggak, Tutuk Pintu, dan perlengkapan adat perkawinan yang tidak lengkap seperti gong. Faktor yang menyebabkan pelaksanaan perkawinan adat mengalami pergeseran dikarenakan faktor ekonomi, faktor pendidikan, dan faktor teknologi. Akibat hukum bagi yang tidak melaksanakan upacara adat perkawinan masyarakat Dayak Linoh Pudau yaitu mendapat sanksi sosial dan sanksi dari leluhur. Upaya yang dilakukan oleh pemuka adat dan masyarakat dalam pelestarian Pelaksanaan Upacara Perkawinan Adat adalah Ketua Adat berperan mensosialisasikan kepada masyarakat terutama generasi muda dan memberikan bimbingan bagi pasangan yang akan melaksanakan perkawinan, juga kesadaran masyarakat untuk bekerjasama dalam melestarikan dan mencintai adat istiadatnya.Kata kunci: Upacara Adat, Perkawinan, Dayak Linoh Pudau