Abstrac Circulation of cinematographic works that are part of the copyright through streaming websites illegally or without permission from the creator is quite high. A work that is transmitted and distributed on the internet is included in the category of an electronic document. In article 25 of the ITE Law, it states that electronic information or electronic documents which are then compiled into intellectual works, internet websites, and the intellectual works contained therein are protected as IPR based on applicable laws and regulations. According to the data (attached), in the period from 2020 to 2021, the Regional Office of the Ministry of Law and Human Rights received at least 32 (thirty two) reports related to violations of intellectual property rights and 6 (six) reports of violations related to copyrighted works cinematography using illegal websites.This research is a normative juridical research, namely research conducted by examining library materials or secondary data. Based on the rules or legal instruments in expressing the problems that occur. This research was conducted in the form of library research, namely research conducted by examining library materials or secondary data. Normative legal research is also called doctrinal legal research. In this type of legal research, law is often conceptualized as what is written in laws and regulations (law in books) or law is conceptualized as rules or norms which are benchmarks for human behavior that are considered appropriate.Based on the research results obtained, it can be concluded that law number 28 of 2014 regulates copyright, especially in the case of Spoiler Films, one must pay attention to terms and conditions, such as requests for permits or licenses accompanied by obligations to pay royalties. By not fulfilling the exclusive rights in the form of economic rights from the performers of the show, it can be said that the party carrying out the cover has violated copyright and as is the case with several Spoiler Films, that one of the Spoiler Films covered by broadcasts on Youtube is recording the sound and screening of Spoiler Film as well as uploading the film's video on its social media, namely Youtube and also Spotify which is a streaming film service without the permission of the copyright holder. It benefits, in the form of royalties that it gets from social media. Youtuber Hanindhiya was proven to have violated the provisions contained in article 23 paragraph (2) letters a, c and d. This action refers to the act of broadcasting or communicating, duplicating and distributing the fixation of the performer's performances. So that the act of carrying out Spoiler Films without permission with the aim of being traded or commercialized by monetizing a Youtube account by Youtuber Hanindhiya cannot be justified and is an act of copyright infringement.Keyword : Copyright, Film Spoiler, Youtube Abstrak Peredaran karya sinematografi yang menjadi bagian dari hak cipta melalui situs website streaming secara ilegal atau tanpa izin dari pencipta cukup tinggi. Sebuah karya yang ditransmisikan dan didistribusikan ke dalam jaringan internet masuk dalam kategori sebuah dokumen elektronik. Pada pasal 25 Undang-Undang ITE, menyebutkan bahwa infromasi elektronik ataupun dokumen elektronik yang kemudian disusun menjadi karya intelektual, situs web internet, dan karya intelektual yang terdapat di dalamnya dilindungi sebagai HKI berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Sesuai dengan data (terlampir), dalam jangka waktu dari tahun 2020 hingga 2021, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM menerima setidaknya 32 (tiga puluh dua) laporan terkait dengan pelanggaran terhadap hak kekayaan intelektual dan 6 (enam) laporan pelanggaran yang berkaitan dengan karya cipta sinematografi dengan menggunakan situs web ilegal.Penelitian ini bersifat yuridis normatif yakni penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder . Berdasarkan aturan atau perangkat hukum dalam mengungkapkan permasalahan yang terjadi. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk penelitian pustaka yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder. Penelitian hukum normatife disebut juga penelitian hukum doktrinal. Pada penelitian hukum jenis ini, seringkali hukum di konsepkan sebagai apa yang tertulis dalam peraturan perundang- undangan (law in books) atau hukum di konsepkan sebagai kaidah atau norma yang merupakan patokan berperilaku manusia yang dianggap pantas .Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat ditarik kesimpulan bahwa undang-undang nomor 28 tahun 2014 mengatur hak cipta khususnya dalam hal Spoiler Film seseorang harus memperhatikan syarat dan ketentuan, seperti permintaan izin atau lisensi yang disertai dengan kewajiban pembayaran royalti. Dengan tidak dipenuhinya hak eksklusif berupa hak ekonomi dari pelaku pertunjukan tersebut maka dapat dikatakan pihak yang melakukan cover telah melakukan pelanggaran terhadap hak cipta dan seperti kasus yang dialami beberapa Spoiler Film,, bahwa salah satu Spoiler Film yang di cover oleh pada tayangan di Youtube melakukan rekaman suara dan penayangan Spoiler Film serta meng-upload video film tersebut pada media sosialnya yaitu Youtube dan juga Spotify yang merupakan layanan film streaming tanpa seizin pemegang hak cipta. Hal tersebut mendapatkan keuntungan, berupa royalti yang didapatnya dari media sosial. Youtuber Hanindhiya terbukti melanggar ketentuan yang terdapat didalam pasal 23 ayat (2) huruf a, c dan d. Tindakan tersebut merujuk kepada tindakan penyiaran atau komunikasi, penggandaan serta pendistribusian atas fiksasi pertunjukan pelaku pertunjukan. Sehingga perbuatan dengan tanpa izin melakukan Spoiler Film dengan tujuan untuk diperdagangkan atau dikomersialkan dengan cara me-monetize akun Youtube yang dilakukan Youtuber Hanindhiya tidak dapat dibenarkan dan merupakan suatu tindakan pelanggaran terhadap hak cipta.Kata Kunci : Hak Cipta, Spoiler Film, Youtube