Mutmainah Mutmainah
Sekolah Tinggi Agama Islam Syaichona Moh. Cholil Bangkalan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Moderasi Beragama Perspektif Ayat-Ayat al-Qur'an Dalam Meningkatkan Kerukunan Umat Beragama mutmainah mutmainah
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 6 No 2 (2023): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v6i2.145

Abstract

Salah satu problem di Indonesia apabila pemeluk agama yang memiliki keberagaman yang fanatis berlebihan sehingga menimbulkan radikalisme, yang sering melakukan gerakan-gerakan atau kekerasan seperti: ujaran kebencian (hate speech) penyeraangan, penculikan, bom bunuh diri, dan lain sebaginya yang mengatasnamakan agama sehingga melakukan aksi kekerasaan terhadap pemeluk agama lain, sedangkan faham ekstremis (ghuluw) tidak sesuai dengan konsep Islam sebagaimana dalam ayat-ayat al-Qur’anerkait kemajemukan, keberagaman, dan multikultural, karena sikap ekstrimis akan membawa pada perpecahan, permusuhan, dan menghilangkan keharmonisan dalam kebersamaan dalam keberagamaan. Penelitian ini merupakan penelitian bertujuan untuk menganalisa moderasi beragama perspektif ayat-ayat al-Qur’an dalam meningkatkan kerukunan umat beragama. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), Tehnik analisis data dengan model Milles and Huberman meliputi: (1) reduksi data (data reduction), (2) adalah display data, dan (3) adalah kesimpulan (conclusion drawing). Hasil penelitian Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: perbedaan agama yang ada di Indonesia maka umat Islam perlu mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama sesuai perspektif ayat-ayat al-Qur’an meliputi: QS. Al-Baqarah (2) 143, dan 238, QS. Al-Qalam (68): 28, dan QS. Al-‘Adiyat (100):5, ayat-ayat tersebut merupakan ajaran untuk berperilaku wasyathiyah atau moderat sebagai potret masyarakat yang seimbang, masyarakat ideal yang berada di tengah-tengah dengan mengutamakan nilai-nilai, seperti: toleransi, saling menghormati, saling menghargai menjadi komitmen bersama untuk kerukunan umat beragama.