Marthen Pasang Sirappa
Penyuluh Utama pada Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Sulawesi Barat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Produktivitas Lahan pada Pola Tumpangsari Jagung Kedelai Marthen Pasang Sirappa; Religius Heryanto; Iven Patu Sirappa
JURNAL PETERNAKAN SABANA Vol 2 No 2 (2023): Edisi Mei-Agustus 2023
Publisher : Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/jps.v2i2.630

Abstract

Kajian ini dilaksanakan di lahan kering dataran tinggi di desa Balla Timur, Kecamatan Balla dan desa Sasakan, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa tahun 2018 dengan tujuan mengetahui produktivitas lahan dan hasil jagung dan kedelai pada pola tumpangsari. Luas lahan yang digunakan seluas 2 ha dengan topografi berlereng. Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah kombinasi studi literatur dan hasil kajian lapangan. Varietas jagung yang digunakan adalah NK 99 dan kedelai varietas Dena-1. Hasil kajian studi literatur dan hasil penelitian lapangan menunjukkan bahwa jenis tanah dominan pada lokasi kajian di desa Balla Timur adalah Ultisol sedangkan di desa Sasakan adalah Inceptisols. Potensi lahan untuk pengembangan tanaman pangan cukup luas, dengan kelas kesesuaian tergolong agak sesuai (S2) dan sesuai marjinal (S3) dengan beberapa faktor pembatas, seperti temperatur, retensi hara, media perakaran, dan bahaya erosi. Rata-rata produktivitas jagung-kedelai pada pola tumpangsari adalah 7,21 t/ha dan 1,06 t/ha atau setara dengan 9,10 t/ha pipilan jagung, sedangkan pada pola monokultur masing-masing sebesar 8,24 t/ha untuk jagung dan 2,26 t/ha untuk kedelai. Produktivitas lahan yang ditunjukkan nisbah kesetaraan lahan (NKL) lebih besar dari 1, sehingga pola tumpangsari jagung kedelai layak dikembangkan.
Keragaan Hasil dan Analisis Usaha Tani Ubi Kayu di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat Marthen Pasang Sirappa; Ketut Indrayana; Iven Patu Sirappa
JURNAL PETERNAKAN SABANA Vol 2 No 2 (2023): Edisi Mei-Agustus 2023
Publisher : Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/jps.v2i2.629

Abstract

Tantangan pembangunan pertanian nasional ke depan adalah penyediaan pangan nasional khususnya beras untuk memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat, sehingga mengandalkan satu jenis komoditas saja tentu tidak dapat menjawab permasalahan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan pembenahan tata kelola dan inovasi Badan Litbang Pertanian untuk mendukung kemandirian dan daya saing pangan dalam upaya pemanfaatan pangan non beras sebagai sumber pangan alternatif. Hal ini sejalan dengan salah satu sasaran utama pembangunan pertanian dalam mencapai sukses empat Kementerian Pertanian yaitu meningkatkan diversifikasi pangan. Salah satu komoditas pangan non beras yang paling potensial sebagai sumber pangan alternatif adalah ubi kayu. Di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, ubi kayu menempati luas panen terbesar ketiga setelah jagung dan padi gogo, dengan produktivitas rata-rata sebesar 20,50 t/ha, lebih rendah dibandingkan dengan hasil kajian atau potensi hasil varietas unggul dengan penerapan inovasi teknologi. Penelitian ini dilakukan di lahan petani di Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju. Menggunakan metode On Farm Research yang melibatkan 3 orang petani. Tujuan pengkajian adalah untuk mengetahui keragaan beberapa varietas ubi kayu dan hasil analisis usaha tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi Integrated Crop Management (ICM) rata-rata menghasilkan umbi segar dengan bobot 6,11 kg/tanaman lebih tinggi dibandingkan teknologi petani (3,40 kg/tanaman) dengan pendapatan dan keuntungan sebesar Rp. 44.000.000/ha dan Rp. 35.480.000/ha untuk teknologi ICM dan Rp. 21.802.000/ha dan Rp. 20.139.750/ha untuk teknologi petani, B/C rasio 4,16 dan MBCR 2,24.