Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN HANDSANITIZER BERFORMULASI WHO SERTA EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SDN SUKATANI III KARAWANG Teguh Pambudi; Hilman Imadul Umam; Meka Saima Perdani; Aulia Wahyuningtyas; Alfieta Rohmaful Aeni; Fitri Yuliasari
Share: Journal of Service Learning Vol. 9 No. 2 (2023): AUGUST 2023
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.9.2.109-114

Abstract

Telah dilaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan handsanitizer serta sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada siswa-siswi khususnya kelas empat sampai kelas enam SDN Sukatani III Kab. Karawang. Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan melalui dua sesi yaitu pelatihan terstruktur dan pelatihan partisipatif. Pelatihan terstruktur dilaksanakan melalui metode penyampaian materi aktif dan interaktif melalui ceramah dan demonstrasi mengenai sosialisasi PHBS dan pengarahan cara mencuci tangan yang baik serta demonstrasi pembuatan handsanitizer yang dilakukan oleh pemateri. Selanjutnya pelatihan partisipatif dilaksanakan dengan melakukan praktek langsung pembuatan handsanitizer sesuai dengan prosedur pembuatan handsanitizer yang dikeluarkan oleh WHO. Kegiatan pelatihan pembuatan handsanitizer dan sosialisasi PHBS menjadi salah satu upaya dalam menghadapi kondisi pasca pandemi Covid-19. Hasil dari kegiatan sosialisasi PHBS di lingkungan sekolah ini mampu meningkatkan pengetahuan siswa mengenai PHBS yang dapat diterapkan di lingkungan rumah dan sekolah dalam melaksanakan kegiatan belajar di masa adaptasi pasca pandemi Covid-19. Pada kegiatan praktek langsung pembuatan handsanitizer para peserta mampu meningkatkan keterampilan sains, meningkatkan wawasan peserta mengenai profesi sainstis, serta mampu meningkatkan pengetahuan peserta mengenai alat dan bahan kimia. Tindak lanjut dari kegiatan pelatihan ini supaya terus dilakukan evaluasi berkala terkait PHBS di lingkungan SDN Sukatani III Kab. Karawang. Untuk mengoptimalkan hasil sosialisasi maka perlu didukung dengan berbagai media seperti poster PHBS yang ditempel di lingkungan sekolah.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KELOR TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA NATA DE SOYA BERBAHAN DASAR LIMBAH CAIR TAHU Salma Junika Alifani; Fitri Yuliasari; Cintiya Septa Hasannah
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 9 No. 4 (2024): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/vrbp7x76

Abstract

Pembuatan Nata de Soya dilakukan dengan fermentasi limbah cair tahu (whey) menggunakan Acetobacter Xylinum  selama 14 hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi ekstrak daun kelor  terhadap sifat fisik dan kimia Nata de Soya. Konsentrasi yang digunakan adalah 2 g; 4 g; dan 8 g ekstrak daun kelor dalam  250 mL whey. Sifat fisik dan kimia nata yang dianalisis meliputi ketebalan, kadar air, kadar serat, dan kadar nitrogen Nata  de Soya. Nata de Soya yang dihasilkan juga dilakukan analisis kemanan pangan meliputi kandungan arsen, nitrit, sianida,  dan total bakteri coliform. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi 4 g ekstrak daun kelor merupakan variasi dengan sifat  fisik dan kimia Nata de Soya terbaik yang menghasilkan nilai ketebalan nata tertinggi 0,5 cm, kadar air tertinggi 94,8%,  kadar serat tertinggi 0,83%, dan kadar nitrogen tertinggi 1,11%. Hasil analisis keamanan pangan juga menunjukkan bahwa  Nata de Soya yang dihasilkan terbukti tidak mengandung arsen, nitrit, dan sianida, tetapi mengandung 8gr total coliform.  
Transformasi Ekonomi Pesisir Melalui Diversifikasi Olahan Udang: Program Pelatihan dan Pendampingan UMKM Samudra Manik Najmudin Fauji; Bhisma Mahendra; Eri Widianto; Fitri Yuliasari; Hilman Imadul Umam; Alfieta Rohmaful Aeni; Kaisa Zaskia Syakib; Umi Nuraini
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21907

Abstract

Background: Desa Sungaibuntu di Kabupaten Karawang merupakan wilayah pesisir yang memiliki potensi hasil laut cukup tinggi, namun belum memiliki UMKM yang fokus pada pengolahan hasil laut. Kelompok nelayan di daerah ini sebelumnya hanya menjual ikan dan udang dalam bentuk mentah, sehingga kerap mengalami kerugian akibat keterbatasan daya simpan dan fluktuasi harga pasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membentuk dan meningkatkan kapasitas UMKM baru berbasis olahan hasil laut, sebagai upaya diversifikasi usaha dan penguatan ekonomi lokal. Metode: Program dilaksanakan melalui sosialisasi dan pelatihan teknis, dengan pendekatan ceramah interaktif, demonstrasi langsung, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil: Adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai peluang diversifikasi usaha berbasis olahan udang, disertai peningkatan keterampilan dalam mengolah satu adonan dasar menjadi beberapa produk seperti sempol udang, pempek udang, udang rambutan, odeng, dan dimsum. Peserta juga menunjukkan minat tinggi untuk mengembangkan usaha secara mandiri, meskipun kualitas dan konsistensi produk masih memerlukan pendampingan lanjutan. Kesimpulan: Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam memperkuat kapasitas usaha pesisir berbasis produk olahan hasil laut.
Physical Properties of Biofoam from Cassava Starch: An Environmentally Friendly Alternative to Conventional Styrofoam Zulaikha Al-Qordhiyah; Vera Pangni Fahriani; Fitri Yuliasari; Fayzah Ahmad; Angelita Sendi Sinaga
Research in Chemical Engineering Vol. 5 No. 1 (2026): Research in Chemical Engineering
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A study has been conducted on the manufacture of biofoam from cassava starch extract with the addition of peanut shell powder. There were 3 samples made in this study by heating using an oven (120°C, 140°C, 160°C) with the addition of magnesium stearate and ZnO. The quality characteristics of the synthesized biofoam were tested through water absorption tests, water content tests, leakage tests and biodegradable tests. The results of the water absorption test analysis obtained the percentage of each sample of 17.409%, 12.081%, and 4.049%. From these results, the temperature of 160°C which meets the SNI standard is 11.8682%. In the water content test, the percentage of each sample was 30.290%, 15.884%, and 9.615%. From these results, it has met the SNI standard of 26.12% except at a temperature of 120°C. In the leakage test, the results were obtained in the form of leaking samples on days 1, 2, and 4. In the biodegradable test, the percentage of each sample decomposed was 96%, 97%, and 100%, in the seventh week. Based on the biodegradable test, all samples can decompose well in a relatively fast time span and meet SNI, which is 100% for 60 days.