Victor Immanuel Rahardjo
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengajaran Firman Secara Sehat menurut 1 Timotius 1:3-11 dan Implementasinya bagi Pengajar GKI “Galet” Niufmuti Kupang NTT Victor Immanuel Rahardjo; Dwi Setio Budiono Santoso; Yandri Tana
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 6, No 1: Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v6i1.223

Abstract

This research exposes Paul's letter to his spiritual children in 1 Timothy 1:3-11. The method used is field qualitative. There is advice that is relevant for every teacher of God's word at GKI "Galet" Niufmuti Kupang NTT. This study shows if the problem in the context of the Philippians is significant to the problems that occur in the church today. The importance of teaching healthy teachings is still being discussed today. By exposing this passage, we hoped that an awareness will be formed to be able to prepare higher quality teaching for the spiritual life of the congregation. In the sense that following the teachings of the apostles and their successors properly. In addition, even though evangelical preachers work in other professions, as God's servants it is important to prioritize activities that support the spiritual growth of the congregation. This is to avoid the inclusion of unhealthy teachings in the congregation which can be fatal. Penelitian ini mengeksposisi surat Paulus kepada anak rohaninya dalam 1 Timotius 1:3-11. Metode yang digunakan adalah kualitatif lapangan.  Terdapat nasehat yang relevan bagi setiap pengajar firman Tuhan di GKI “Galet” Niufmuti Kupang NTT. Kajian ini menunjukkan jika masalah dalam konteks di jemaat Filipi signifikan dengan masalah yang terjadi di jemaat zaman sekarang. Pentingnya mengajar ajaran sehat masih menjadi diskusi sampai saat ini. Dengan menelaah ulang perikop ini diharapkan akan terbentuk kesadaran untuk dapat mempersiapkan pengajaran lebih bermutu demi kehidupan spiritual jemaatnya. Dalam arti bahwa mengikuti ajaran rasuli dan penerusnya dengan baik. Di samping itu, sekalipun pemberita Injili mengerjakan profesi lain tetapi sebagai hamba Tuhan penting untuk mengutamakan aktivitas yang menunjang pertumbuhan spiritual jemaat. Hal ini untuk menghindari masuknya ajaran yang tidak sehat di tengah jemaat yang bisa berakibat fatal.