suwarto - polnes
Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Samarinda

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERHITUNGAN ELEMEN MESIN DAN ANALISA PANEL SURYA PADA MESIN PENYERUT DAUN SAWIT suwarto - polnes
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 8, ISSUE 2, Nopember 2023
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-jazari.v8i2.12553

Abstract

Kegiatan pemisahan lidi dari daun sawit dilakukan dengan beberapa tahapan, mulai dari pelepasan lidi dari helaian daunnya. Siklus gerakan ini masih dilakukan secara manual, sehingga menghabiskan sebagian besar hari dalam proses pemisahanya. Proses yang lama akan mengurangi kualitas lidi karena lidi yang bagus berasal dari pelepah yang baru dipotong dari kelapa sawit itu sendiri. Maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang bertemakan ” Perhitungan elemen mesin dan analisa panel surya pada mesin penyerut daun sawit”. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan desain mesin penyerut daun sawit dan menjadikan energi surya sebagai daya utama untuk motor penggerak. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah Poros : bahan S30-C, diameter : 20mm, Sabuk menggunakan sabuk tipe-A, bantalan yang digunakan P204, pully bahan allumunium ukuran pully 3in”, panel surya menggunakan polikristalin
PERHITUNGAN ELEMEN MESIN DAN ANALISA PANEL SURYA PADA MESIN PENYERUT DAUN SAWIT suwarto - polnes
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 8, Issue 2, Nopember 2023
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-jazari.v8i2.12553

Abstract

Kegiatan pemisahan lidi dari daun sawit dilakukan dengan beberapa tahapan, mulai dari pelepasan lidi dari helaian daunnya. Siklus gerakan ini masih dilakukan secara manual, sehingga menghabiskan sebagian besar hari dalam proses pemisahanya. Proses yang lama akan mengurangi kualitas lidi karena lidi yang bagus berasal dari pelepah yang baru dipotong dari kelapa sawit itu sendiri. Maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang bertemakan ” Perhitungan elemen mesin dan analisa panel surya pada mesin penyerut daun sawit”. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan desain mesin penyerut daun sawit dan menjadikan energi surya sebagai daya utama untuk motor penggerak. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah Poros : bahan S30-C, diameter : 20mm, Sabuk menggunakan sabuk tipe-A, bantalan yang digunakan P204, pully bahan allumunium ukuran pully 3in”, panel surya menggunakan polikristalin
ANALISA PENGARUH TEMPERATUR TEMPERING PADA PROSES HEAT TREATMENT BAJA ST.40 TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO suwarto - polnes
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 9, Issue 2, Nopember 2024
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-jazari.v9i2.16659

Abstract

Hardening merupakan proses perlakuan panas pada baja yang bertujuan untuk meningkatkan kekerasan baja. Oleh karena itu pada baja tersebut perlu dilakukan proses lanjut yaitu tempering untuk menurunkan tegangan dalam dan kerapuhan hingga memenuhi syarat penggunaan. Metode yang digunakan adalah experimental research. Spesimen uji yang digunakan baja ST.40. Penelitian ini dilakukan dengan memanaskan spesimen uji pada suhu pemanasan 9000C selama 90 menit, dan kemudian dilanjutkan proses Heat Treatmen dengan pendingin oli. Lalu ditemper dengan variasi suhu 2000C, 3000C, 4000C, 5000C dan 6000C selama 30 menit. Setelah itu spesimen diuji terhadap sifat mekanik serta dilihat mikrostrukturnya. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu tempering, kekerasan cenderung menurun dan tidak berpengaruh terhadap kekuatan tarik, sedangkan regangan total semakin meningkat. Hal ini menunjukkan spesimen semakin ulet disebabkan oleh semakin besarnya ukuran butiran ferit dan perlit. Kekerasan rata-rata terendah adalah 200,64 VHN pada suhu tempering 6000C. Kekuatan tarik rata-rata terendah adalah 27,31 kg/mm2 berada pada suhu tempering 5000C.