Marince Inforsalina Leo
Program Studi Pendidikan Biologi, Institut Pendidikan Soe

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Identifikasi Metabolit Sekunder pada Sopi Kualin (SOKLIN) yang Dibuat Dengan dan Tanpa Fermentasi di Desa Kualin Nusa Tenggara Timur Matheos J Takaeb; Marince Inforsalina Leo
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v6i2p111-116

Abstract

Nusa Tenggara Timur memiliki berbagai kearifan lokal dan masih dipertahankan hingga sekarang. Budaya minum sopi sebagai sikap silaturahmi/kebersamaan dalam adat istiadat atau kehidupan sehari-hari. Desa Kualin, kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan menjadi produsen utama untuk minuman sopi yang dikenal dengan nama minumannya “SOKLIN”. Masyarakat desa Kualin menggunakan SOKLIN sebagai mata pecaharian utama. Akan tetapi, kajian sains tentang senyawa metabolit sekunder yang berperan sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba pada SOKLIN belum pernah dilakukan sehingga masyarakat menganggap bahwa rendaman sopi sangat berbahaya untuk tubuh. Identifikasi metabolit sekunder pada SOKLIN dengan metode ekstraksi dan fermentasi di Desa Kualin bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan dari dua metode ini. Pada proses ekstraksi maserasi, ramuan sopi direndam menggunakan etanol yang berasal dari pemurnian hasil fermentasi buah pisang kepok melalui tahap destilasi, sedangkan pada fermentasi langsung dibuat campuran antara buah pisang kepok dan ramuan sopi yang disimpan selama 6 hari. Selanjutnya, kedua sampel dipekatkan dengan menggunakan rotary evaporator. Hasil evaporasi kedua sampel diidentifikasi dengan cara uji fitokimia untuk menetukan golongan senyawa metabolit sekunder yang terkandung didalamnya menggunakan heksan. Hasil uji fitokimia membuktikan bahwa sampel ekstraksi mengandung senyawa flavonoid dan terpenoid sedangkan sampel fermentasi langsung mengandung senyawa terpenoid. Selanjutnya, proses identifikasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis diperoleh serapan panjang gelombang senyawa flavonoid yaitu 486 nm dengan absorbansi 0,499 dan senyawa terpenoid pada panjang gelombang 271 dengan absorbansi 0,40. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa senyawa metabolit sekunder dalam sopi desa Kualin lebih bagus dihasilkan melalui metode ekstraksi maserasi dari pada metode fermentasi.