Dengan semakin meningkatnya industri makanan dan minuman di Indonesia saat ini (Sari & Dewi, 2022), maka semakin meningkat pulalah persaingan antar pebisnis di industri ini, khususnya di industri minuman (Putri, 2023). Banyak cara diupayakan untuk memenangkan pasar salah satunya adalah dengan cara promosi secara gencar melalui berbagai media, baik media cetak maupun media sosial, (Gautama So et al., 2008). Selain faktor promosi, salah satu faktor yang mempengaruhi penjualan adalah dengan cara personal selling. Personal selling yang baik menjadi penentu untuk peningkatkan penjualan, khususnya di produk makanan serta minuman (Zulfikar Ervandi & Nainggolan, 2021). Restoran Gelato khususnya Massimo Gelato Unesa Surabaya menjadi salah satu industri makanan penutup sudah seharusnya mengimplementasikan personal selling untuk mendapatkan pelanggan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah para karyawan Massimo Gelato, Unesa ini sudah menerapkan personal selling yang baik atau belum serta apakah berpengaruh pada keputusan pembelian para pelanggan.. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan kuesioner tertutup dan terbuka sebagai alat bantunya. Target responden adalah staf Massimo Gelato, Unesa Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para karyawan Massimo Gelato Unesa berhasil mengimplementasikan personal selling yang baik untuk mendapatkan keputusan pembelian. Keterbatasan penelitian ini hanya terfokus pada gerai Massimo Gelato cabang Unesa saja. Melalui penelitian ini diharapkan dapat mempertimbangkan potensi pengaruh personal selling pada keputusan pembelian, khususnya di bidang dessert seperti Gelato.