Yudi Umara
Universitas Maritim Raja Ali Haji

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

THE RELATIONSHIP OF IMPLEMENTING COUNSELING GUIDANCE AND HOME-STUDY FACILITIES TO ACHIEVEMENT MOTIVATION OF STUDENTS' ACHIEVEMENT IN CLASS X STUDENTS OF SMK NEGERI 1 BINTANG BAYU IN ACADEMIC YEAR 2022/2023 Tumiyem Tumiyem; Yudi Umara; Abdul Rahman
JURNAL EDUSCIENCE Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Turkey, Malaysia, Algeria, Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v10i2.4668

Abstract

This research is an ex-post facto research. The number of samples in this study were class X students of SMK Negeri 1 Bintang Bayu for the 2022/2023 academic year with a total of 120 respondents. Essential testing tests use factual investigations that involve calculating the mean, middle, mode and standard deviation and correlational testing to test the first and second speculations using the second item relationship by comparing rcount with rtable by testing the third speculation using the double connection recipe with two indicators by comparing Fcount and Ftable. The results of the study show that: (1) There is a positive relationship between the implementation of briefing and the achievement inspiration of class X students of SMK Negeri 1 Bintang Bayu with rcount 0.296 > rtable 5% 0.195; (2) There is a positive relationship between learning in the office and achievement inspiration for class X students of SMK Negeri 1 Bintang Bayu, obtained rcount 0.333 > rtable 5% 0.195; (3) There is a joint positive relationship between the implementation of guidance and learning at home on the achievement inspiration of class X students of SMK Negeri 1 Bintang Bayu obtained Fcount 10.855 > Ftable 5% 3.05 with the level of carrying out guidance 4.6% and learning at home 11.08%.Keywords: Guidance and Counseling services, facilities, motivation, achievementAbstrak Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Negeri 1 Bintang Bayu tahun ajaran 2022/2023 dengan jumlah keseluruhan sebanyak 120  responden. Uji pengujian esensial menggunakan investigasi faktual yang melibatkan untuk menghitung mean, middle, mode dan standar deviasi dan pengujian korelasional untuk menguji spekulasi pertama dan kedua menggunakan hubungan butir kedua dengan membandingkan rhitung dengan rtabel dengan menguji spekulasi ketiga menggunakan resep koneksi dua kali lipat dengan dua indikator dengan membandingkan Fhitung dan Ftabel. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat hubungan positif antara pelaksanaan pengarahan dengan inspirasi pencapaian siswa kelas X SMK Negeri 1 Bintang Bayu dengan rhitung 0,296 > rtabel 5% 0,195; (2) Ada hubungan positif antara pembelajaran di kantor dengan inspirasi berprestasi siswa kelas X SMK Negeri 1 Bintang Bayu, diperoleh rhitung 0,333 > rtabel 5% 0,195; (3) Terdapat hubungan positif secara bersama antara pelaksanaan bimbingan bimbingan dan pembelajaran di rumah terhadap inspirasi pencapaian siswa kelas X SMK Negeri 1 Bintang Bayu diperoleh Fhitung 10,855 > Ftabel 5% 3,05 dengan tingkat melaksanakan bimbingan 4,6% dan pembelajaran di rumah 11,08%.Kata Kunci: Layanan Bimbingan dan Konseling, fasilitas, motivasi, prestasi
Pengembangan Panduan Praktikum Elektronik Berbasis Green Chemistry Dengan Model Problem Based Learning Materi Ikatan Kimia Riski Dwi Saputri; Nancy Willian; Yudi Umara
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.6514

Abstract

The objectives of this research are 1) to find out the process of developing a green chemistry-based electronics practicum guide with a problem based learning model on chemical bonding material 2) to find out the validity of developing a green chemistry-based electronics practicum guide with a problem based learning model on chemical bonding material 3) to find out the practicality of developing a practicum guide green chemistry-based electronics with a problem based learning model regarding chemical bonds. This research is research into the R&D model of Hanaffin and Peck (needs analysis, design, development and implementation). This research involved class XI 3 students at SMAN 2 Tanjungpinang, while the sample was 40 students. The results of the research show that the development of the electronic practicum guide meets the valid criteria with material validation test results of 75.00% in the valid category. The results of the validation test for teaching materials were 75.00% valid criteria. The results of the test on the practicality of the teacher's response received a score of 87.50%, a very practical criterion, and the practicality of the student's response was 83.55%, a very practical criterion. Based on the research findings that have been carried out, it can be concluded that the green chemistry-based electronic practicum guide with a problem based learning model on chemical bonding material is valid and practical to use as teaching material.
Analisis Keterampilan Proses Sains Siswa SMA melalui Proyek Sains Kimia Lingkungan pada Praktikum Pengukuran pH Air Laut dan Tanah Mangrove Steva Dara Putri; Rita Fitriani; Yudi Umara; Anggra Prasetya Cahya
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 6 No. 01 (2026): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi Februari 2026
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v6i01.2355

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis keterampilan proses sains siswa SMA melalui proyek sains kimia lingkungan pada praktikum pengukuran pH air laut dan tanah mangrove. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek siswa SMA Negeri 5 Tanjungpinang yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran berbasis proyek. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan rubrik penilaian yang mengukur indikator keterampilan proses sains meliputi mengamati, mengklasifikasi, mengukur, menafsirkan data, menyimpulkan, dan mengomunikasikan hasil. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk memperoleh gambaran tingkat pencapaian setiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan prosedural siswa terutama observasi, pengukuran, dan klasifikasi berada pada kategori cukup hingga baik, sementara keterampilan analitis seperti penafsiran data dan penarikan kesimpulan masih relatif lebih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek efektif dalam memfasilitasi keterampilan ilmiah dasar, tetapi masih memerlukan penguatan tahap refleksi konseptual untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan praktik pembelajaran kimia yang kontekstual berbasis isu lingkungan pesisir serta memberikan implikasi bagi guru untuk memanfaatkan ekosistem mangrove sebagai sumber belajar autentik.
PELATIHAN PEMBUATAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBANTUAN AI BERBASIS KEMARITIMAN BAGI GURU SMAN 1 BINTAN TIMUR KABUPATEN BINTAN Yudi Umara; Ardi Widhia Sabekti; Rita Fitriani
MINDA BAHARU Vol 9, No 2 (2025): Minda Baharu
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jmb.v9i2.7095

Abstract

Pada era digital saat ini, kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau disingkat AI memainkan peran penting dalam mendorong inovasi di bidang pendidikan. Tulisan ini membahas cara mengatasi tantangan yang dihadapi para pendidik dalam memahami dan menguasai keterampilan praktis yang berkaitan dengan penerapan Kurikulum Merdeka. Fokus utama artikel ini adalah sesi pelatihan yang diselenggarakan di SMAN 1 Bintan Timur, Kabupaten Bintan, dengan tujuan membantu guru-guru dalam merancang perangkat pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka serta memanfaatkan AI, khususnya dalam konteks kearifan lokal maritim. Pelatihan dimulai dengan pemaparan mengenai konsep Kurikulum Merdeka dan kearifan lokal maritim, serta pengenalan dasar tentang AI, meliputi definisi, prinsip-prinsip dasar, penggunaan yang tepat, dan isu-isu etis terkait teknologi ini. Sesi akhir pelatihan menitikberatkan pada penerapan AI untuk mengembangkan alat pembelajaran yang interaktif dan adaptif, dengan memanfaatkan Gemini AI. Peserta dilibatkan dalam demonstrasi praktis dan diskusi kolaboratif guna mengintegrasikan teknologi tersebut dalam proses pembelajaran. Hasil evaluasi pasca pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, meskipun tantangan terkait akses teknologi masih menjadi perhatian. Pelatihan ini diharapkan dapat mendorong inovasi, menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih adaptif, serta memberikan pengalaman belajar yang relevan di era digital kepada siswa.