Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS SEBARAN KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE DI KABUPATEN PEKALONGAN Faradila Permata Sari; Aida Rusmariana
SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 5 No 1 (2023): SNPPM 5 Universitas Muhammadiyah Metro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitannyamuk Aedes Aegypti. Kasus DBD perlu diketahui sebarannya, karena sifatnya yang mudah menular padadaerah tertentu dan dengan situasi lingkungan dan kebersihan yang tidak mumpuni pada musim hujanmengakibatkan resiko akan Demam Berdarah Dengue. Tujuan penelitian untuk menganalisis sebaran kasusDBD di Kabupaten Pekalongan. Metode penelitian pengumpulan data menggunakan teknik analisa data statisticdeskriptif untuk mengetahui sebaran kasus DBD. Pengambilan sampel menggunakan sampel data sekunder dariDinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan terkait periode tahun 2020-2022. Analisa data yang dilakukan berupaanalisa Univariat pada variabel bebas yaitu berdasarkan data sebaran kasus DBD menurut wilayah dankarakteristik berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan tahun 2020-2022. Hasil penelitiandidapatkan data sebaran kasus DBD di wilayah Kabupaten Pekalongan tahun 2020 sebanyak 248 kasus dengankasus tertinggi di kecamatan kedungwuni sebanyak 55 kasus. Pada tahun 2021 sebanyak 159 kasus dengankasus tertinggi di Kecamatan Kedungwuni sebanyak 36 kasus dan pada tahun 2022 sebanyak 627 kasus dikecamatan kedungwuni mengalami peningkatan sebanyak 132 kasus DBD. Dapat disimpulkan bahwa sebarankasus DBD di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2020-2022 Kecamatan Kedungwuni merupakan wilayahdengan jumlah kasus DBD tertinggi tiap tahunnya. Perlu adanya peningkatan upaya pemberantasan sarangnyamuk (PSN) dalam kegiatan 4M plus, pengetahuan, dan sikap masyarakat dapat meningkatkan pengendalianvektor.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEMANDIRIAN PERSONAL HYGIENE ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK ISLAM FUTUHIYYAH DORO Dwi Anjani Cantry Karisma; Aida Rusmariana
SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 5 No 1 (2023): SNPPM 5 Universitas Muhammadiyah Metro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia prasekolah yaitu anak usia 5-6 tahun memiliki system tubuh telah stabil dan dapat beradaptasi denganperubahan tetapi masih rentan terkena penyakit yang disebabkan daya tahan tubuhnya masih lemah. Personalhygiene merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan. Pola asuh orangtua yang merupakan kebiasaanuntuk mendorong anak dalam melakukan personal hygienenya, karena kebiasaan anak dipengaruhi olehlingkungan keluarga untuk meningkatkan kemandirian personal hygiene anak. Penelitian bertujuan untukmengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian personal hygiene anak usia prasekolah dengankuesioner pola asuh dan kemandirian personal hygiene. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengandesain korelasi. Hasil penelitian terdapat 62 (87,3%) responden dengan kategori pola asuh baik dengan tingkatkemandirian anak mandiri, 8 (11,3%) responden dengan kategori pola asuh cukup tingkat kemandirian anakmandiri, dan 1 (1,4%) responden dengan kategori pola asuh kurang dengan tingkat kemandirian anak kurangmandiri. Hasil dari uji Rank Spearman nilai sig(2-tailed) = 0,002 dan α = 0,05 sehingga p < α dan Ha diterimayang menunjukan adanya hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian personal hygiene anak usiaprasekolah di TK Islam Futuhiyyah Doro Kabupaten Pekalongan. Perawat dapat bekerja sama dengan tamankanak kanak untuk memberi edukasi pada orang tua mengenai pola asuh yang baik untuk meningkatkankemandirian personal hygiene anak.