Nursapia Harahap
Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTERAKSI KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA MASYARAKAT LOKAL DAN TRANSMIGRAN (Di Desa Ambalutu Kecamatan Buntu Pane Kabupaten Asahan) Nur Ninda Fauziah Utami; Maraimbang Daulay; Nursapia Harahap
JISOS: JURNAL ILMU SOSIAL Vol. 2 No. 6: Juli 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana interaksi komunikasi antar budaya masyarakat transmigran dan masyarakat lokal di desa Ambalutu. Di mana interaksi sosial termasuk interaksi sosial budaya, interaksi keagamaan, interaksi ekonomi, dan interaksi pendidikan. Selain itu penelitian ini juga bertujuan menganalisis faktor pendukung dan penghambat interaksi komunikasi antar budaya di desa Ambalutu. Penelitian ini menggunakan dasar teori Interaksi Simbolik. Teori Interaksi Simbolik mengamati realitas sosial yang diciptakan manusia. Manusia memiliki peran dalam mempengaruhi dan dipengaruhi oleh realitas melalui interaksi secara simbolik. Kajian komunikasi antar budaya sangat memiliki peran penting dalam kehidupan sosial yang beragam. Adapun subjek penelitian adalah masyarakat desa Ambalutu yang merupakan masyarakat lokal dan transmigran. Adapun objek penelitian ini adalah bagaimana interaksi komunikasi antar budaya di desa Ambalutu. Metode penelitian adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi atau pengamatan mendalam, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi komunikasi antar budaya terjadi dalam dua bentuk yaitu interaksi asosiatif dan disasotiatif. Adapun faktor pendukung komunikasi antar budaya adalah rasa kekeluargaan, aktivitas kerja sama, dan asimilasi. Adapun faktor penghambat komunikasi antar budya adalah perbedaan budaya dan bahasa. Beberapa budaya asing kurang diterima oleh sebagian penduduk lokal. Namun, faktor penghambat komunikasi antar budaya tidak sampai menimbulkan konflik. Sikap saling pengertian dan menerima perbedaan menjadi penyatu masyarakat desa Ambalutu
Muslim Minorities in Janji Matogu, Toba: A Historical Analysis of Socio-Religious Existence and Cultural Adaptation (1970–2020) Muhammad Hasiando Nasution; Nursapia Harahap
Al-Mubin Jurnal Ilmiah Islam
Publisher : Department of Research and Community Service at the Ummul Quro Al-Islami Bogor Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/almubin.v9i1.2552

Abstract

This study aims to analyze the existence and socio-religious dynamics of the Muslim minority community in Janji Matogu Village, Toba Regency, from 1970-2020. The primary focus of this research is the cultural adaptation process carried out by the Muslim community amidst a Christian majority environment deeply rooted in Batak customs. The research employs the historical method, consisting of four stages: heuristics, verification, interpretation, and historiography. Data were collected through in-depth interviews with religious and traditional leaders, field observations, and searches of local historical documents. The results indicate that the existence of Muslims in Janji Matogu is maintained through a “social syncretism” strategy, where Islamic identity is preserved without abandoning the values of Dalihan Na Tolu. The dynamics over five decades show a shift from mere survival to the strengthening of educational institutions and places of worship in harmony. This study concludes that cultural adaptation is the key to social integration, proving that differences in belief do not hinder community cohesion within the framework of inclusive Toba local wisdom.