Nehemia Pasaribu
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Jemaat dalam Menghadapi Dampak Modernisasi dan Globalisasi Nehemia Pasaribu
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 14 No. 1 (2023): Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56438/pneuma.v14i1.88

Abstract

Gereja dalam keragamannya yang kaya memiliki peran unik sebagai komunitas yang benar-benar global. Orang Kristen perlu berjejaring dan bekerja sama untuk menghadapi tantangan globalisasi. Gereja membutuhkan suara global yang bersatu untuk menanggapi kerusakan yang disebabkan oleh globalisasi baik terhadap manusia maupun lingkungan. Tidak ada ruang untuk ketidakpedulian terhadap cara dunia dijalankan. Orang Kristen harus terlibat dalam debat terkini tentang globalisasi adalah mengenali peluang dan tantangannya. Globalisasi menawarkan peluang yang luar biasa yaitu kemudahan komunikasi, transportasi dan perjalanan dapat digunakan untuk berbuat banyak kebaikan dalam memberdayakan masyarakat miskin dan kurang mampu. Sementara orang-orang Kristen berperang melawan modernitas dalam masalah moral, kita sering menganggap netral masalah lain yang berasal dari modernitas seperti individualisme, materialisme, dan konsumerisme. Meskipun globalisasi berkontribusi pada penciptaan masyarakat yang lebih terbuka dan telah membawa manfaat ekonomi bagi banyak orang, itu sering berarti pengucilan besar-besaran orang miskin. Sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk pemuridan integral, yang melibatkan penggunaan sumber daya ciptaan Tuhan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Kita dipanggil untuk mengubah dimensi moral, intelektual, ekonomi, budaya dan politik kehidupan kita. Tugas gereja yang paling kritis di generasi kita adalah menawarkan alternatif yang menarik bagi ketidakseimbangan yang tidak adil dalam tatanan ekonomi dunia dan nilai-nilai budaya konsumennya.
Standarisasi penilik jemaat (penatua) menurut 1 Timotius 3 Nehemia Pasaribu
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 16 No. 1: Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56438/pneuma.v16i1.142

Abstract

1 Timothy 3 is a guide given by the Apostle Paul to Timothy regarding the criteria that must be possessed by a church overseer or elder in the church. This standardization covers various aspects of character, morality, and ability that aim to ensure that church leaders have the integrity and capacity needed to lead the congregation well. The standard is that a church overseer must have good character, be able to be a leader at home, have good morals, have spiritual maturity, and be responsible in service. The purpose of the discussion that the researcher describes is to maintain the purity of the teachings and life of the church, and to ensure that the congregation is led by individuals who are faithful, wise, and trustworthy. This study uses a qualitative method by collecting data from scientific papers that lead to the object of research. The results that can be presented are that through this standardization, the church can have a strong basis for the selection and development of church leaders, as well as strengthening the structure and quality of leadership in the Christian church. Thus, this study contributes to a better understanding of church leadership standards that are in accordance with biblical principles.