Sri Slamet Mulyati
Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes RI Bandung, Jalan Babakan Loa No.10A, Gunung Batu, Cimahi Utara, Kota Cimahi 40514

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Risiko Kesehatan Karyawan Terhadap Pajanan Kadmium (Cd) dan Eschericia coli di Industri Sri Slamet Mulyati; Fenni Maulani; Farah Ayu Aristawati; Muhamad Iqbal; Redi Yudha Irianto
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 22, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.22.2.202-207

Abstract

Latar Belakang: Karyawan berhak mendapatkan pelayanan yang menjamin kesehatan dan keselamatannya ketika mereka bekerja. Ketika menggunakan air bersih untuk higiene dan sanitasinya, pastikan air tersebut tidak berdampak secara lagsung maupun tidak langsung terhadap kesehatannya. Risiko kesehatan terhadap karyawan apabila mengkonsumsi air tersebut bisa diprediksi melalui analisis risiko kesehatan lingkungan. Tujuan: Mengetahui risiko non karsinogenik dan mikroba akibat pajanan Kadmium (Cd) dan E. coli dalam air bersih.Metode: Penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan analisis risiko kesehatan lingkungan. Sampel manusia adalah orang dewasa dengan menggunakan nilai default berat badan orang dewasa 55 Kg. Sampel lingkungan adalah air bersih di industri tekstil PT.X Kota Cimahi.Hasil: Intake Kadmium (Cd) belum menunjukkan adanya bukti kanker dalam pajanan oral sehingga tidak dihitung dalam studi ini. Pajanan Cd dalam air bersih secara oral belum berisiko non karsinogenik (RQ = 0,20756). Peluang terinfeksi akibat pajanan E.coli dalam air bersih ( P = 4,34 x 10-5), dan peluang sakit (P = 1,572 x 10-2).Simpulan: Keberadaan Cd dalam air bersih belum berisiko non karsinogenik (RQ < 1). Keberadaan E. coli dalam air bersih berpeluang menginfeksi > 1 per 100.000 karyawan, dan berpeluang menimbulkan sakit  > 1 per 100 karyawan industri PT.X Kota Cimahi dalam setahun. ABSTRACT:Title: Employee Health Risk Analysis of Cadmium (Cd) and Eschericia coli Exposure in IndustryBackground: Employees have the right to get services that ensure their health and safety when they work. When using clean water for hygiene and sanitation,  ensure that the water does not  directly or indirectly impact on their health. The health risks to workers if they consume water can be predicted through an environmental health risk analysis. Objective: Knowing the carcinogenic, non-carcinogenic, and microbial risks due to exposure to Cadmium and E.coli in clean water. Methods: This research was descriptive with environmental health risk analysis approach. Human samples were adults using the default value of the adult weight of 55 Kg. Environmental samples were clean water in the textile industry PT.X Cimahi City. Result: Exposure to Cd in clean water orally did not pose a carcinogenic risk. Exposure to Cd in clean water orally had a non-carcinogenic risk (RQ = 0.20756). The probability of becoming infected due to exposure to E.coli in clean water (P = 4.34 x 10-5), and the probability of illness (P = 1.572 x 10-2) Conclusion: The presence of Cd in clean water had no non-carcinogenic risk (RQ < 1). The presence of E.coli in clean water had the opportunity to infect > 1 per 100,000 employees, and has the opportunity to cause illness > 1 per 100 industrial employees of PT. X Cimahi City in a year.
Faktor-faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA di Permukiman Sekitar Bandara Sri Slamet Mulyati; Redi Yudha Iriantoi; Nurul Hidayah
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 23, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.23.1.67-72

Abstract

Latar Belakang : Bandara udara merupakan salah satu fasilitas umum. Fungsi bandara adalah sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang, dan tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi. Wilayah bandara idealnya harus bersih, aman, nyaman, dan sehat. Kondisi ini berlaku untuk komunitas pekerja dan masyarakat bandara dalam melaksanakan aktivitasnya. Penyelengaaraan kesehatan lingkungan di bandara merupakan tanggung jawab setiap intansi atau badan usaha yang berada di lingkungan bandara. Apabila penyelengaarann kesehatan bandara tidak dilaksanakan dengan baik, maka bandara dapat menjadi tempat yang menimbulkan risiko kesehatan masyarakat. Tujuan : Mengetahui gambaran kejadian ISPA di wilayah buffer Bandara X dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.Metode : Penelitian ini adalah deskriptif dengan desain crosssectional. Responden adalah kepala keluarga atau anggota keluarga yang sudah dewasa ± 17 tahun atau sudah menikah, dan tinggal di wilayah buffer Bandara X. Analisis yang dilakukan adalah secara univariat dan bivariat.  Hasil : Uji statistik menunjukkan bahwa kondisi lingkungan seperti suhu, kelembaban, pencahayaan alami, kepadatan hunian, dan ventilasi tidak berhubungan dengan kejadian ISPA penduduk sekitar bandara (p.value > 0,05). Sebanyak 65% responden termasuk katagori kurang tingkat pengetahuannya terkait ISPA. Sebanyak 25% responden termasuk katagori kurang baik perilakunya dalam upaya pencegahan faktor risiko. Sebanyak 44% responden termasuk katagori kurang dalam hal sarana-prasarana yang dapat menjadi faktor protektif.Simpulan : Kejadian ISPA di wilayah buffer Bandara X sebesar 26,7%. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya adalah lingkungan, tingkat pengetahuan, perilaku, dan sarana prasarana.  ABSTRACT: Title: Risk Factors Associated with Acute Respiratory Infections in Residents Around The Airport Background: Airports are essential public facilities. Airports serve various functions, such as facilitating the landing and takeoff of aircraft, passenger embarkation and disembarkation, cargo handling, and transfer points serving intra- and intermodal transportation. An ideal airport environment should be clean, safe, comfortable, and healthy, serving the needs of both airport employees and the surrounding community. Environmental health management at airports is the responsibility of the relevant authorities and businesses operating within the airport's vicinity. Failure to adequately manage airport environmental health can result in health risks for the community.Objective: To provide an overview of Acute Respiratory Infection (ARI) occurrences in the buffer zone of Airport X and identify influencing factors. Methods: This study employs a descriptive cross-sectional design. The respondents consist of household heads or adult family members aged approximately a minimum of 17 years old who reside in the buffer zone of Airport X. Data analysis includes both univariate and bivariate methods.Results: Statistical tests indicate that environmental conditions such as temperature, humidity, natural lighting, housing density, and ventilation are not significantly associated with ARI occurrences among the population residing around the airport (p-value > 0.05). Approximately 65% of respondents fall into the category of having limited knowledge about ARI. Additionally, 25% of respondents exhibit suboptimal behavior in preventing risk factors. Around 44% of respondents categorized as lacking inadequate access to facilities and infrastructure that could serve as protective factors. Conclusion: The ARI occurrence in the buffer zone of Airport X is approximately 26.7%. Its influencing factors include environmental conditions, knowledge level, behavior, and access to facilities and infrastructure.