Sekarini Wukirasih
Universitas Gadjah Mada

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Whither Just Transition? A Case Study of Energy Transition Mechanism (ETM) Country Platform in Indonesia Aldi Haydar Mulia; Sekarini Wukirasih; Widhi Hanantyo Suryadinata
Global South Review Vol 5, No 1 (2023): Global South Review
Publisher : Institute of International Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/globalsouth.81111

Abstract

Without a coordinated and effective global energy transition action plan, numerous projects and aid given by the Global North states dominated today's energy transition scheme–particularly for many Global South states. One is Energy Transition Mechanism (ETM), which claims to actualise just transition through its platform recently launched in Indonesia. It promises to improve societal participation, address socio-economic issues, and gives its recipients an affordable and sustainable path to a just transition. The latter focuses on early coal retirement, which is rampant in Indonesia. Despite its relatively novel focus on just transition, ETM fails to live up to its "just" concept, once again resembling debt-heavy funding and a lack of holistic assessment of the funding's effects on the affected society. This paper aims to elaborate on such problematisation while questioning how foreign funding could help realise just transition in the Global South. A qualitative case study provides context for the just transition in Indonesia.Keywords: energy transition mechanism; just transition; Global North; Global South; Indonesia
Perspektif Pemuda terkait Elektrifikasi Kendaraan Ride-Hailing: Menuju Mobilitas Ulang-alik Berkelanjutan? Sekarini Wukirasih; Gantar Eliezer Sinaga; Aldi Haydar Mulia
Jurnal Studi Pemuda Vol 14, No 2 (2025): Kaum Muda, Pengakuan dan Perlawanan di Era Global
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/studipemudaugm.113807

Abstract

Pemuda merupakan pengguna prominen moda transportasi pesan tumpangan (ride-hailing) di Indonesia, mendominasi sekitar 54,3% dari seluruh demografi pengguna. Sehubungan dilancarkannya proyek elektrifikasi oleh Gojek dan Grab untuk mendukung target global nol emisi–yang diperkuat oleh Peraturan Presiden 79/2023, tulisan ini bermaksud untuk menyoroti perspektif pemuda urban terkait elektrifikasi kendaraan pesan tumpangan di provinsi tempat tinggal mereka dalam konteks diskursus mobilitas ulang-alik berkelanjutan di Indonesia. Sebagai negara dengan kaum muda urban yang giat dalam merawat diskursus mengenai kegiatan bermobilitas menggunakan moda transportasi umum, Indonesia perlu merangkum signifikansi sudut pandang pemuda untuk mewujudkan mobilitas transportasi umum perkotaan yang berkelanjutan. Melalui wawancara untuk mengumpulkan data dari demografi pemuda berumur 15-24 tahun yang beraktivitas di area perkotaan dua provinsi, D. K. I. Jakarta dan D. I. Yogyakarta, tulisan ini bermaksud untuk mengidentifikasi aspek signifikan terkait diskursus mobilitas ulang-alik berkelanjutan dalam kaitannya dengan pemuda, yakni keselarasan elektrifikasi layanan pesan tumpangan dengan visi masa depan pemuda tentang mobilitas ulang alik yang berkelanjutan. Berdasarkan konsep bounded imaginaries, tulisan ini berusaha untuk menangkap bagaimana imajinasi terbatas kaum muda urban berinteraksi dengan konteks elektrifikasi layanan pesan tumpangan masa kini dan membentuk narasi tentang masa depan mobilitas ulang-alik berkelanjutan di wilayah masing-masing menggunakan pendekatan interpretatif. Riset ini diharapkan dapat menjadi awalan untuk menempatkan kaum muda urban sebagai aktor yang relevan pada diskursus transportasi umum dan mobilitas ulang-alik berkelanjutan. 
Perspektif Pemuda terkait Elektrifikasi Kendaraan Ride-Hailing: Menuju Mobilitas Ulang-alik Berkelanjutan? Sekarini Wukirasih; Gantar Eliezer Sinaga; Aldi Haydar Mulia
Jurnal Studi Pemuda Vol 14, No 2 (2025): Kaum Muda, Pengakuan dan Perlawanan di Era Global
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/studipemudaugm.113807

Abstract

Pemuda merupakan pengguna prominen moda transportasi pesan tumpangan (ride-hailing) di Indonesia, mendominasi sekitar 54,3% dari seluruh demografi pengguna. Sehubungan dilancarkannya proyek elektrifikasi oleh Gojek dan Grab untuk mendukung target global nol emisi–yang diperkuat oleh Peraturan Presiden 79/2023, tulisan ini bermaksud untuk menyoroti perspektif pemuda urban terkait elektrifikasi kendaraan pesan tumpangan di provinsi tempat tinggal mereka dalam konteks diskursus mobilitas ulang-alik berkelanjutan di Indonesia. Sebagai negara dengan kaum muda urban yang giat dalam merawat diskursus mengenai kegiatan bermobilitas menggunakan moda transportasi umum, Indonesia perlu merangkum signifikansi sudut pandang pemuda untuk mewujudkan mobilitas transportasi umum perkotaan yang berkelanjutan. Melalui wawancara untuk mengumpulkan data dari demografi pemuda berumur 15-24 tahun yang beraktivitas di area perkotaan dua provinsi, D. K. I. Jakarta dan D. I. Yogyakarta, tulisan ini bermaksud untuk mengidentifikasi aspek signifikan terkait diskursus mobilitas ulang-alik berkelanjutan dalam kaitannya dengan pemuda, yakni keselarasan elektrifikasi layanan pesan tumpangan dengan visi masa depan pemuda tentang mobilitas ulang alik yang berkelanjutan. Berdasarkan konsep bounded imaginaries, tulisan ini berusaha untuk menangkap bagaimana imajinasi terbatas kaum muda urban berinteraksi dengan konteks elektrifikasi layanan pesan tumpangan masa kini dan membentuk narasi tentang masa depan mobilitas ulang-alik berkelanjutan di wilayah masing-masing menggunakan pendekatan interpretatif. Riset ini diharapkan dapat menjadi awalan untuk menempatkan kaum muda urban sebagai aktor yang relevan pada diskursus transportasi umum dan mobilitas ulang-alik berkelanjutan.