This Author published in this journals
All Journal JISSC DIKSI
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Karakteristik Mad’u di Kampoeng Tauhid Nambo Arjasari: (Analisis Teori Kepribaian Carl Gustav Jung) Fera Anggia Dewi; Alit Rosad Nurdin; Haifa Azzahra Hatuala
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 2 No. 2 (2023): JISSC-DIKSI Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v2i2.222

Abstract

Dakwah merupakan proses penyampaian pesan yang dilakukan oleh da’i kepada mad’u dengan menggunakan pendekatan, strategi, dan metode yang beragam agar pesan dakwah yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh mad’u. Dalam proses penyampaian pesan-pesan dakwah, seorang da’i harus menguasai beragam ilmu yang menunjang kegiatan dakwahya, salah satunya ialah ilmu psikologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakteristik mad’u yang ada di Kampoeng Tauhid Nambo Arjasari menggunakan teori kepribadian yang di kembangkan oleh Carl Gustav Jung. Menurut Carl Gustav Jung, kepribadian atau karakteristik manusia terbagi kedalam dua tipe, yaitu tipe introvert dan tipe ekstrovert. Maka dari itu, untuk mengetahui strategi apa dan pendekatan yang seperti apa yang digunakan oleh da’i di Kampoeng Tauhid Nambo Arjasari, dan apa saja faktor pendukung dan penghambat dari kegiatan dakwah yang terjadi di Kampoeng Tahuhid Nambo Arjasari Dari hasil penelitian dapat terlihat bahwa mad’u yang berada di Kampoeng Tauhid Nambo Arjasari memiliki beberapa tipe kepribadian, diantaranya tipe kepribadian introvert dan ekstrovert. Maka, perbedaan inilah yang harus diperhatikan da’i dalam memberikan pesan-pesan dakwah agar proses dakwah dapat berjalan dengan baik dan efektif. Kampoeng Tauhid yang terletak di Nambo Arjasari ini menekankan pada strategi pendekatan psikologi dalam proses dakwahnya. Maka pada saat adanya mad’u yang memiliki tipe kepribadian introvert, da’i menggunakan pendekatan psikologi yang lebih intens dalam memberikan pesan dakwahnya. Tetapi pada saat dihadapkan dengan mad’u yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert, da’i tidak harus menggunakan pendekatan psikologi yang intens, sebab tipe kepribadian ekstrovert biasanya cenderung dapat terbuka dan membuka diri terhadap semua pesan-pesan dakwah yang diterimanya.