Firhat Esfandiari
Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN HbA1c DENGAN KADAR LDL PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS SIMPUR BANDAR LAMPUNG Ijlal Maajid; Anggunan Anggunan; Firhat Esfandiari; Toni Prasetia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i7.10804

Abstract

Abstrak: Hubungan HbA1c Dengan Kadar LDL Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Simpur Bandar Lampung. Diabetes melitus (DM) tipe 2 adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak dapat memproduksi cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Menurut International Diabetes Federation (IDF) melaporkan 463 juta orang berusia 20-79 tahun di seluruh dunia tahun 2019 dengan prevalensi DM sebesar 9,3% dari total populasi dan diperkirakan akan berkembang menjadi 700 juta tahun 2045. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan metode Cross Sectional menggunakan total sampling sebanyak 38 sampel penderita DM tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang digunakan yaitu data sekunder berupa rekam medik. Data dianalisis dengan uji Chi Square. Didapatkan sampel penelitian berjumlah 38 penderita DM tipe 2 dengan kadar HbA1c normal pada pasien diabetes melitus tipe 2 sebanyak 16 orang (42,1%) dan kadar HbA1c tinggi sebanyak 22 orang (57,9%). Kadar LDL normal pada pasien diabetes melitus tipe 2 sebanyak 20 orang (52,6%) dan kadar LDL tinggi sebanyak 18 orang (47,4%). Dari hasil uji Chi Square didapatkan nilai p = 0,003 (p < 0,05) yang menandakan bahwa secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara kadar HbA1c dengan kadar LDL dengan nilai OR (Odds Ratio) sebesar 9,286 sehingga penderita dengan kadar HbA1c meningkat (>7,0%) dapat timbul risiko kadar LDL sembilan kali lebih besar dibandingkan dengan yang tidak.
HUBUNGAN HbA1c DENGAN KADAR TRIGLISERIDA PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS SIMPUR BANDAR LAMPUNG Firhat Esfandiari; Ringgo Alfarisi; Zulfian Zulfian; Donna Maria
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i7.10803

Abstract

Abstrak: Hubungan HbA1c Dengan Kadar Trigliserida Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Puskesmas Simpur Bandar Lampung. Diabetes mellitus (DM) tipe 2 adalah penyakit gangguan metabolisme dengan karakteristik hiperglikemia, terjadi ketika tubuh menjadi sangat resisten dengan insulin ataupun tidak menghasilkan insulin yang cukup. Menurut International Diabetes Federation (IDF) 2019 menunjukkan DM pada usia 20-79 tahun terdapat sekitar 463 juta penduduk didunia dan diperkirakan meningkat menjadi 700,2 juta pada tahun 2045. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan metode Cross Sectional menggunakan total sampling sebanyak 38 sampel penderita DM tipe 2 yang memenuhi kritteria inklusi. Data yang digunakan yaitu data sekunder berupa rekam medik. Data dianalisis dengan uji Chi Square. Didapatkan sampel penelitian berjumlah 38 penderita DM tipe 2 dengan kadar HbA1c normal <7,0% sebanyak 18 orang (47,4%) dan kadar HbA1c tinggi ≥7,0% sebanyak 20 orang (52,6%). Kadar trigliserida normal < 150mg/dL sebanyak 22 orang (57,9%) dan kadar trigliserida tinggi ≥150mg/dL sebanyak 16 orang (42,1%). Hasil uji Chi Square didapatkan nilai p = 0,007 (p < 0,05) yang menandakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kadar HbA1c dengan kadar trigliserida dengan nilai OR sebesar 9,286 sehingga penderita dengan kadar HbA1c meningkat dapat timbul risiko kadar trigliserida 9 kali lebih besar dibandingkan dengan yang tidak.