Dina Oktaviana
Departemen Produksi dan Reproduksi, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Pendidikan Mandalika

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SUBSTITUSI MINYAK JELANTAH SEBAGAI SUMBER LEMAK DALAM PAKAN KOMERSIL BURUNG PUYUH PEDAGING FASE FINISHER TERHADAP PRODUKSI KARKAS Erzan A Syahrowi; Dina Oktaviana; maratun janah
Mandalika Veterinary Journal Vol 3, No 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mvj.v3i2.9388

Abstract

Pakan memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan usaha peternakan unggas. Kendala yang dihadapi oleh peternak yaitu tingginya biaya pakan dan kurangnya hasil perkembangan bobot berat serta kualitas daging yang diinginkan. Upaya yang dapat dilakukan dengan menambahkan minyak jelantah pada pakan komersial guna untuk mempercepat pertumbuhan, perkembangan, meningkatkan kualitas daging dan mempercepat perkembangan bobot puyuh yang diharapkan peternak. Rancangan penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 (lima) perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari 1 (satu) kali ulangan. Masing masing ulangan terdiri dari 4 ekor burung puyuh. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu 20 ekor burung puyuh yang berumur 6-8 minggu. Berdasarkan uji statistik one way Anova dan dilanjutkan dengan uji Duncan didapatkan hasil uji statistik nilai P value 0.000 (P value < alpha) maka dengan penambahan bahan pakan minyak jelantah dalam pakan komersil tidak memberikan pengaruh nyata terhadap bobot potong. Sedangkan hasil uji statistik nilai P value 0.243 (P value > alpha) dapat disimpulkan penambahan minyak jelantah dalam pakan komersil memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan bobot karkas burung puyuh, dan hasil uji statistik nilai P value 0.112 (P value > alpha) maka dapat disimpulkan bahwa penambahan minyak jelantah dalam pakan komersil memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan persentase karkas burung puyuh.