Hendra Gunawan Simatupang
Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membangun Solidaritas Poros Tengah Bagi Buruh Berdasarkan Pemikiran Jon Sobrino Hendra Gunawan Simatupang
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 8, No 1 (2023): Oktober 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v8i1.942

Abstract

Abstract. This article aimed to construct an idea of solidarity for Indonesian labor, which is currently struggling more and more severely in the post pandemic. The laborers become more desperate for decent work and prosperity. Meanwhile, the entrepreneurs must deal with some expenditure efficiency along with the market slowdown. Conducted by the literature study method, this research employed Jon Sobrino's concept of solidarity to analyze this issue. It then proposed the idea of solidarity of the central axis as an alternative bridge for the needs of workers and entrepreneurs. This solidarity began with a consciousness to commiserate with the others’ dilemmatic considerations, then strive to empower others and jointly celebrate life.Abstrak. Artikel ini bertujuan mengkonstruksi gagasan solidaritas untuk perburuhan Indonesia yang saat ini berjuang semakin hebat pasca pandemi. Keinginan buruh untuk bekerja dan sejahtera diperhadapkan dengan tuntutan pasar yang seolah memaksa pengusaha untuk melakukan efisiensi di situasi ekonomi yang sedang sulit. Dengan metode studi pustaka, penelitian ini menjadikan gagasan solidaritas dari Jon Sobrino sebagai basis pemikiran. Hasil penelitian ini menunjukkan urgensi solidaritas poros tengah yang dapat menjembatani kepentingan buruh dan pengusaha. Solidaritas ini dimulai dengan kesadaran untuk menyelami situasi dilematis yang dialami oleh pihak lain, untuk kemudian membuat pihak lain berdaya dan merayakan kehidupan secara bersama-sama.
Pela dan Perjamuan Kudus dalam Lensa Teologi Sakramental Susan Ross Michael Bryan; Hendra Gunawan Simatupang
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 8, No 2 (2024): April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v8i2.1205

Abstract

Abstract. This article discussed the differences of pela as a Moluccan cultural rite and Holly Supper as a Christian rites in the reality of Islam-Christian reconciliation in Maluku based on sacramental theology view of Susan Ross. In Maluku, both Islam and Christian community attack each other due to the distrust that arise from a conflict that happened in 1999. Both Holly Supper, as a Christian rite, and pela, as a Moluccan sacred cultural rite, offeres the uniqueness of the reconciliation process. Using Susan Ross’ perspective on sacramental theology, pela and the Holly Supper could be developed to a new sacred rite that embraces both Christian and Islam community to maintain the reconciliation in Maluku without eliminating the theological perspective on how God works in Moluccan society.Abstrak. Artikel ini mendiskusikan perbedaan pela sebagai ritus budaya Maluku dan Perjamuan Kudus sebagai ritus Kristen dalam rekonsiliasi Islam-Kristen di Maluku melalui lensa teologi sakramental Susan Ross. Di Maluku, kelompok Islam dan Kristen saling menyerang sebagai akibat dari adanya konflik 1999. Baik Perjamuan Kudus maupun pela menawarkan keunikan proses rekonsiliasi. Dengan menelisik cara berpikir sakramental Susan Ross, pela dan Perjamuan Kudus dapat dikembangkan menjadi ritus baru dapat merangkul komunitas Kristen dan Islam dalam menjaga stabilitas rekonsiliasi tanpa mengurangi perspektif teologi bagaimana Allah bekerja dalam komunitas Maluku.