This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Eza Reiskha Dewi
Universitas Jambi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Terapi Bermain Storytelling (Bercerita) Terhadap Tingkat Nyeri Saat Prosedur Invasif Pada Anak Prasekolah di Rumah Sakit Dr. Bratanata Kota Jambi Eza Reiskha Dewi; Fadliyana Ekawaty; Muthia Mutmainnah
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.16946

Abstract

Pendahuluan:Nyeri merupakan pengalaman sensori serta emosi yang tidak menyenangkan dan meningkat akibat adanya kerusakan jaringan yang aktual atau potensial serta yang dialami oleh anak. Salah satu terapi non farmakologis yang dapat di lakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menggunakan terapi storytelling (bercerita). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi bermain storytelling (bercerita) terhadap tingkat nyeri saat prosedur invasif pada anak usia prasekolah di Rumah Sakit Dr. Bratanata Kota Jambi. Metode:Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasy Eksperimental dengan rancangan postest only with control group design. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 36 anak usia 3-6 tahun. Pengambilan sampel dengan accidental sampling sejumlah 18 anak kelompok perlakuan dan 18 anak kelompok kontrol. Tingkat nyeri di ukur dengan wong beker faces pain rating scale. Analisis data menggunakan uji Mann-Withney. Hasil: Hasil uji analisis  Mann Withney didapatkan nilai p value 0,026 < 0,05 artinya ada perbedaan tingkat nyeri antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kesimpulan: Ada pengaruh terapi bermain storytelling (bercerita) terhadap tingkat nyeri saat prosedur invasif pada anak usia prasekolah di Rumah Sakit Dr. Bratanata Kota Jambi. Oleh karena itu direkomendasikan bagi instansi dapat menerapkan terapi bermain dalam bentuk storytelling ini saat tindakan invasif pada anak usia prasekolah.