Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN MASJID LAUTZE 2 BANDUNG DALAM PEMBINAAN KARAKTER TERHADAP KAUM MARGINAL Ervina Rizqi; Muhamamd Fauzi Arif
HIKMAH : Jurnal Dakwah dan Sosial Volume 3, No.2, Oktober 2023
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The mosque has a functional position that does not only act as a bridge "hablumminnallah" but can form and build "hablumm minannas" in it. Talking about the formation of any character where this character will be formed by innate character and living habits that are influenced by the environment. With regard to character building for marginalized people through the role of the mosque, of course it is related to the da'wah itself. Da'wah activities are very important to be carried out to motivate, awaken, empower and develop all the potential that exists in Islamic society in particular to the maximum and be mutually sustainable. Judging from the phenomenon, it has been proven that most of the presence of marginal groups often results in resistance from the community to take up residence around them. Therefore, the author is quite interested in analyzing this, seeing the existence of the Lautze 2 Bandung mosque which is visited by many marginal people. The method used is to use a qualitative descriptive approach which aims to collect detailed actual information that describes the existing symptoms. The purpose of this writing is to describe how the role of the mosque is to become an access in building the character of the marginalized who live in the area and also to find out what are the supporting and inhibiting factors of moral development for the marginalized themselves. The results of this study have described how the existence of a mosque becomes an access in the role of building the character of the marginalized. Masjid memiliki kedudukan fungsi yang tidak hanya berperan sebagaimana menjadi jembatan “hablumminnallah” tetapi bisa membentuk dan membangun “hablumm minannas” didalamnya. Berbicara mengenai adanya pembentukan karakter pun yang dimana karakter ini akan terbentuk oleh watak bawaan dan kebiasaan hidup yang dipengaruhi oleh lingkungan. Berkaitan dengan pembinaan karakter pada kaum marginal melalui adanya peran masjid tentu berkaitan dengan dakwah itu sendiri. Kegiatan dakwah sangatlah penting dilakukan untuk memotivasi, menyadarkan, menberdayakan dan mengembangkan seluruh potensi yang ada pada masyarakat Islam terkhususnya secara maksimal dan saling berkesinambungan. Dilihat dari fenomena banyak membuktikan bahwa kebanyakan adanya kehadiran kaum-kaum marginal sering terjadi penolakan dari masyarakat untuk bertempat disekitarannya. Oleh karena itu, penulis cukup tertarik untuk menganalisis hal tersebut, melihat dengan keberadaannya masjid Lautze 2 Bandung yang banyak disinggahi oleh kaum marginal. Metode yang digunakan ialah menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi aktual secara rinci yang menggambarkan gejala yang ada. Tujuan adanya penulisan ini untuk menggambarkan bagaimana peran masjid menjadi akses dalam pembinaan karakter dari kaum marginal yang bertempatan di area tersebut dan juga agar mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat dari pembinaan akhlak pada kaum marginal itu sendiri. Hasil penelitian ini telah menggambarkan bagaimana keberadaan masjid menjadi akses dalam peran pembinaan karakter kaum marginal.