This Author published in this journals
All Journal Jurnal Honai
Zulkifli Hi Saleh
Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FESTIVAL BUDAYA SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI DALAM PROMOSI DESA WISATA (STUDI KASUS LAPASI BEACH FESTIVAL DI HALMAHERA BARAT) Zulkifli Hi Saleh
Jurnal Honai Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : LPPM UNAIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61578/honai.5.2.66-72

Abstract

Festival budaya merupakan salah satu bentuk strategi komunikasi yang kerap dimanfaatkan dalam upaya memperkenalkan dan mempromosikan destinasi wisata yang berbasis pada kekayaan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran festival sebagai media komunikasi budaya dalam mendukung promosi desa wisata melalui studi kasus pada Lapasi Beach Festival di Kabupaten Halmahera Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan penyelenggara festival dan masyarakat setempat, serta dokumentasi berbagai kegiatan yang berkaitan dengan penyelenggaraan festival. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lapasi Beach Festival berfungsi sebagai ruang komunikasi budaya yang mempertemukan berbagai aktor sosial, termasuk masyarakat lokal, pemerintah daerah, pelaku pariwisata, serta wisatawan. Melalui interaksi tersebut terjadi pertukaran nilai, simbol, dan makna budaya. Festival ini menampilkan berbagai ekspresi budaya lokal seperti tarian tradisional, kuliner khas daerah, serta pertunjukan seni yang mencerminkan identitas budaya masyarakat pesisir di Halmahera Barat. Selain berperan dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal, festival ini juga berfungsi sebagai media promosi pariwisata yang efektif dalam membangun citra desa wisata sekaligus meningkatkan daya tarik destinasi bagi wisatawan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa festival budaya memiliki fungsi strategis sebagai media komunikasi budaya sekaligus sebagai instrumen promosi pariwisata berbasis masyarakat yang dapat mendukung pengembangan desa wisata secara berkelanjutan.