Bambang Pamungkas
Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Sustainability Report Pada Perusahaan Minyak Kelapa Sawit Dalam Mempromosikan Sustainable Palm Oil Untuk Mencapai Sustainable Development Goals 2030 Yovita Antonio; Tjokorda Gde Budi Kusuma; Bambang Pamungkas
Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan Vol. 8 No. 1 (2020): JIAKES Edisi April 2020
Publisher : Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jiakes.v8i1.426

Abstract

Perusahaan-perusahaan kelapa sawit telah lama ditekan oleh publik atas perkembangan mereka yang tidak bertanggung jawab yang mengakibatkan dampak buruk pada kualitas lingkungan, terutama terkait perusakan habitat, degradasi lahan gambut, kebakaran hutan, dan pemanasan global— singkatnya, mereka berkontribusi dalam mempercepat perubahan iklim. Praktik perusahaan yang tidak berkelanjutan yang disoroti oleh media dapat mengaburkan potensi nyata keberlanjutan minyak kelapa sawit yang diungkap oleh banyak penelitian. Sejauh ini, minyak kelapa sawit adalah komoditas yang paling berkelanjutan diantara minyak nabati terkait yield dan kebutuhan energinya untuk mencukupi kebutuhan populasi mendatang. Dengan demikian, penulis bertujuan untuk mengevaluasi apakah perusahaan melakukan upaya untuk mengubah praktik mereka menjadi praktik yang lebih berkelanjutan dan mengkomunikasikannya melalui laporan keberlanjutan untuk meyakinkan para pemangku kepentingan, dan sejalan dengan agenda PBB yang sedang berjalan yaitu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030 (SDGs), apakah mereka sejalan dengan agenda dan mendukung pencapaian nasional. Penelitian ini dilakukan pada dua belas perusahaan kelapa sawit di Indonesia yang mengungkapkan laporan keberlanjutan untuk periode 2015-2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran yang terdiri dari tiga fase analisis. Fase pertama menggunakan kerangka analisis konten yang dikembangkan oleh Bouten et al. (2011) untuk memeriksa kualitas laporan keberlanjutan dan Global Reporting Initiatives (GRI) Standar Pengungkapan Lingkungan (300) sebagai indikator. Fase kedua menggunakan analisis input-output dasar yang dikembangkan oleh Leontief yang diperoleh dari Miller dan Blair (2009) untuk mengamati pelaporan emisi secara mendalam pada model rantai pasokan minyak kelapa sawit sederhana. Fase terakhir menggunakan sistem pengkodean yang serupa dalam Leitoniene dan Sapkauskiene (2015) dengan indikator yang dikembangkan oleh GRI (2020) yang menghubungkan pengungkapan GRI dengan Tujuan dan Target SDGs. Penelitian ini menemukan bahwa (1) praktik pelaporan keberlanjutan dalam perusahaan yang diamati rendah dalam kualitas meskipun jumlahnya meningkat, (2) perusahaan telah melakukan praktik berkelanjutan sehingga menunjukkan dukungan untuk SDGs, dan (3) pelaporan karbon menunjukkan potensi pengurangan karbon. Hasil menyimpulkan bahwa praktik pelaporan utamanya didorong oleh tindakan legitimasi sistematis dan dengan mempertimbangkan kualitas, terdapat potensi greenwashing
Enhancing Audit Quality: How Fraud Detection Mediates Personality Traits and Time Pressure Bambang Pamungkas; Moermahadi Soerja Djanegara; Dewi Sarifah Tullah; Nurul Hidayah; Hasan Junaidi
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 10 No 1 (2026): JUNI 2025
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v10i1.11454

Abstract

Audit quality remains a critical concern in the public sector as recurring audit failures continue to raise questions about auditors’ ability to detect misstatements and fraud. This study examines how internal auditor characteristics and external working conditions influence audit outcomes by analyzing the role of fraud detection as a mediating variable between personality traits, time pressure, and audit quality. Using a quantitative approach, data were collected from 369 public sector auditors at the Audit Board of the Repubic of  Indonesia and analyzed using PLS-SEM. The results show that personality traits and time pressure both have a significant positive influence on fraud detection, and fraud detection itself significantly improves audit quality. Mediation analysis further confirms that fraud detection partially mediates the relationship between personality traits and audit quality, as well as the relationship between time pressure and audit quality. These findings reinforce Attribution Theory by demonstrating that auditors’ behaviors are shaped by the interaction between individual dispositions and situational pressures. Practically, the study highlights the importance of competency development, personality-aligned recruitment, and structured workload governance. Future research is recommended to incorporate audit-technology-related variables such as data analytics capability and digital auditing tools to better capture emerging dynamics in fraud-oriented audit performance.